🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Heri Iskandar
Cara Mudah Merawat Logika
–‐————‐————————————
Jum’at, 22/8/2025 (Edisi 1479)
"Yang disindir khatib Jum'at tadi menurut kau siapa Bib? Yaqut apa Wamen kita, Immanuel Ebenizer? Ada kau simak tidak?"
"Sejak dari awal!"
"Yang beliau jadikan contoh siapa kira-kira?"
"Siapa saja yang memelihara sifat munafik untuk meraih kepentingannya karena yakin bisa mengelabui Zat Yang Maha Tahu!"
"Maksudku siapa yang pantas kita duga sebagai sosok yang disindir oleh ustad tadi?"
"Siapa saja yang sesuai dengan apa yang tersurat di dalam Al Qur'at surat Al An'am ayat 44 sebagaimana yang Khatib kupas di atas Mimbar."
"Tentang apa itu..?"
"Allah telah memberikan peringatan kepada mereka tapi disepelekan karena yang dirasa semua makin mudah membuat mereka lalai dan zalim. Saat itulah Allah mendatangkan hukuman atau laknatnya. Arti yang lebih jelas baca aja tafsirnya di HP Abang."
"Tapi menurutku yang beliau jadikan materi bahasan kali ini mantan Menteri Agama kita. Soalnya jelas sekali disebutkan namanya tadi."
"Itu hanya salah satu contoh saja betapa manusia mudah sekali dihancurkan oleh nafsu duniawi."
"Menurutku Yaqut Qoumas merupakan tragedi yang disesali oleh Umat Islam!"
"Tragedi apa..?"
"Beliaulah contoh kongkrit orang-orang yang menghalkan segala cara agar bisa menjadi Menteri atau pejabat."
"Terus?"
"Tujuannya untuk kemegahan dunia belaka. Padahal sesungguhnya hanya untuk menghinakan diri sendiri di mata Allah."
"Kalau itu ya, aku juga sependapat!"
"Yaqut Cholil Coumas begitu jumawa ketika masuk kabinet dengan status Gus. Cuma sayang setelahnya."
"Sayang kenapa Bang?"
"Keluar dari sana status dirinya dari Gus berubah menjadi terperiksa kasus korupsi."
"Ya tragis memang terutama bila statusnya meningkat jadi tersangka dan ditahan. Bukan hanya dia dan NU saja yang malu tapi juga umat Islam."
"Maka itu aku bilang tragedi. Bahasan ustad tadi 100 persen mengupas balasan Allah bagi orang-orang yang mempersulit hamba-Nya menunaikan Rukun Islam yang ke lima."
"Tidak juga seperti itu Bang!"
"Alasan kau membantahnya apa?"
"Maksudku cangkupan Surat Al An'an ayat 44 tadi berlaku bagi semua orang yang munafik, khususnya mereka yang berjuang menjadi pejabat tapi pada akhirnya mereka melawan larangan Allah."
"Secara umum benar begitu. Tapi yang jelas-jelas Allah tunjukkan kepada kita siapa coba? Benar mantan Menteri Agama kita itu bukan?"
“Dengan berat hati aku harus membenarkan itu..!”
🙏Heri Iskandar
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.





