POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dua Dekade Aceh Damai; Tantangan dan Harapan

RedaksiOleh Redaksi
August 15, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Mahmudi Hanafiah, S.H., M.H.

Dua puluh tahun sudah Aceh menikmati buah perdamaian sejak penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005. Perjanjian bersejarah itu mengakhiri hampir tiga dekade konflik bersenjata yang memisahkan masyarakat, menghancurkan ekonomi, dan meninggalkan luka mendalam di Tanah Rencong.

Kini, dua dekade pasca-konflik, Aceh berdiri di persimpangan baru. Perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 membawa peluang besar sekaligus ujian berat bagi keberlanjutan perdamaian. Tantangan itu tidak lagi dalam bentuk senjata dan peperangan, tetapi berupa isu-isu struktural yang menguji ketahanan sosial, ekonomi, dan politik daerah.

MoU Helsinki memberi Aceh sejumlah keistimewaan, mulai dari kewenangan otonomi khusus, pembentukan partai politik lokal, hingga pengelolaan sumber daya alam yang lebih luas. Dua puluh tahun kemudian, Aceh memiliki modal politik dan finansial yang jarang dimiliki daerah lain di Indonesia.

Visi menuju 2045 seharusnya menjadi momentum untuk mengoptimalkan modal tersebut. Infrastruktur yang telah dibangun pasca-tsunami dan pasca-konflik menjadi landasan bagi konektivitas dan investasi. Sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian punya potensi besar jika dikelola dengan tepat.

Namun, pertanyaannya: apakah seluruh potensi itu telah dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat? Jawabannya masih bercampur antara optimisme dan kekhawatiran.

Salah satu tantangan terbesar yang membayangi Aceh adalah tata kelola pemerintahan. Meski mendapatkan kucuran dana otonomi khusus yang nilainya mencapai triliunan rupiah setiap tahun, efektivitas penggunaannya masih sering dipertanyakan. Laporan-laporan lembaga antikorupsi menyoroti adanya kasus penyalahgunaan anggaran, proyek mangkrak, hingga lemahnya pengawasan publik.

Bagi sebagian masyarakat, korupsi tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengikis kepercayaan terhadap proses politik yang lahir dari semangat perdamaian. Jika masalah ini tidak ditangani secara serius, risiko erosi legitimasi pemerintah daerah akan semakin besar. Reformasi birokrasi, transparansi anggaran, dan penguatan peran masyarakat sipil menjadi kunci untuk memperbaiki tata kelola. Tanpa itu, visi Aceh 2045 berisiko terhambat oleh masalah internal.

Akibat dari hal tersebut, meski perdamaian telah membuka ruang pembangunan, angka kemiskinan Aceh masih berada di atas rata-rata nasional. Sebagian besar warga di daerah pedalaman dan pesisir masih bergantung pada sektor pertanian dan perikanan tradisional dengan produktivitas rendah.

📚 Artikel Terkait

Bisikan di Antara Takbir dan Air Mata

Pentingnya Membaca untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis

Ketika yang Tak Viral, Tak Penting

Berkunjung ke Sejumlah Universitas di Thailand

Kesenjangan pembangunan antara kota dan desa juga masih terasa. Banda Aceh dan beberapa kota besar menikmati fasilitas pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, sementara wilayah terpencil kerap tertinggal.

Mengentaskan kemiskinan membutuhkan strategi jangka panjang yang mencakup pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, peningkatan kualitas pendidikan, dan akses teknologi. 

Pembangunan tidak boleh hanya berpusat di ibu kota provinsi, tetapi harus merata hingga ke pelosok. Misi tersebut telah dipaparkan dalam debat kandidat gubernur beberapa waktu lalu. Sekarang masyarakat tentunya sedang menanti realisasi dari janji tersebut.

Selain isu sosial-ekonomi, Aceh juga menghadapi ancaman lingkungan yang kian nyata. Perubahan iklim mengancam sektor perikanan melalui penurunan hasil tangkap dan kerusakan ekosistem laut. Di daratan, deforestasi dan alih fungsi lahan mengancam keberlanjutan sumber daya alam.

Jika tidak diantisipasi, degradasi lingkungan akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan hidup pada sektor primer. Penerapan kebijakan ramah lingkungan, perlindungan kawasan hutan, serta pengelolaan pesisir yang berkelanjutan menjadi bagian penting dari strategi pembangunan Aceh di masa depan.

MoU Helsinki telah memberi ruang politik baru melalui keberadaan partai lokal. Namun, dua dekade kemudian, politik Aceh menghadapi tantangan berbeda: persaingan antar-elite, polarisasi di tingkat lokal, dan rendahnya partisipasi politik generasi muda.

Generasi pasca-damai cenderung lebih fokus pada isu ekonomi dan pendidikan ketimbang politik praktis. Sementara itu, sebagian partai lokal dianggap belum mampu menghadirkan agenda politik yang visioner dan inklusif.

Masa depan politik Aceh akan sangat bergantung pada kemampuan para pemimpin untuk membangun konsensus, mengedepankan kepentingan rakyat, dan mengurangi konflik horizontal yang berpotensi mengganggu stabilitas.

Namun di balik itu semua, perlu kita sadari bahwa, meski tantangan besar membentang, dua dekade perdamaian membuktikan bahwa Aceh mampu mengatasi konflik bersenjata melalui dialog dan komitmen bersama. Ke depan, kunci keberhasilan ada pada penguatan ekonomi rakyat, tata kelola yang bersih, pembangunan berkelanjutan, dan inklusi politik.

Menuju 2045, Aceh memiliki kesempatan untuk menjadi contoh sukses daerah pasca-konflik yang tidak hanya damai secara fisik, tetapi juga sejahtera secara sosial dan ekonomi. Generasi muda memegang peran sentral dalam mewujudkan cita-cita itu, membawa Aceh menjadi bagian penting dari Indonesia Emas yang adil, makmur, dan berdaya saing.

Dua puluh tahun berlalu, Aceh membuktikan bahwa perdamaian mungkin tercapai. Dua puluh tahun ke depan, tantangannya adalah memastikan perdamaian itu benar-benar bermakna bagi seluruh lapisan masyarakat.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Merdeka Tanpa Keadilan adalah Luka Yang Tak Sembuh 

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00