• Latest
What is Scholasticide?

Surat Terbuka untuk Presiden Republik Indonesia, Letnan Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto

Agustus 9, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Surat Terbuka untuk Presiden Republik Indonesia, Letnan Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Siby Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
Agustus 9, 2025
Reading Time: 3 mins read
What is Scholasticide?
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Yang Terhormat Bapak Presiden,

Dengan penuh hormat dan harapan, kami menulis surat ini dari Aceh—tanah yang Bapak kenal sebagai Serambi Mekkah, tanah yang telah dua kali mempercayakan suara kepada Bapak, dan kini menanti keadilan dari pemimpin yang kami yakini masih memegang teguh janji dan nurani.

Bapak Presiden, kami ingin menyampaikan kegelisahan yang mendalam atas penangkapan dua anak Aceh: Mirza dan Zainal. Mereka adalah ASN Kementerian Agama, aktivis sosial, dan relawan fanatik Gerakan Akar Rumput Dukung Prabowo (Gardu) di Banda Aceh. Mereka bukan sekadar pendukung politik. Mereka adalah pejuang ideologis yang percaya bahwa Bapak adalah satu-satunya pemimpin yang bisa mengembalikan martabat Aceh dalam bingkai NKRI.

Namun kini, mereka disangka terlibat dalam jaringan Negara Islam Indonesia (NII) faksi MYT—sebuah tuduhan yang sangat berat dan menyakitkan, terutama bagi mereka yang selama ini justru menjadi jembatan antara nasionalisme Aceh dan kepercayaan terhadap kepemimpinan Bapak.

Kami ingin mengingatkan Bapak akan sejarah Gardu Prabowo di Aceh, yang berdiri sejak 2014 menjelang Pemilu Presiden. Di Banda Aceh, Gardu dipimpin oleh Roesly Moehammad Saman, seorang aktivis sosial dan tokoh lokal yang dikenal karena pendekatannya yang inklusif dan lintas etnis. Gerakan ini mendapat restu langsung dari Muzakir Manaf (Mualem), Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) saat itu, yang mewakili eks kombatan GAM. Dukungan Mualem menjadi simbol penting bahwa sebagian besar eks kombatan dan simpatisan GAM mulai membuka diri terhadap politik nasional, khususnya kepada figur Bapak yang dianggap tegas dan memahami dinamika Aceh.

Sekretariat Gardu Prabowo Aceh berpusat di kawasan Batoh, Banda Aceh, yang menjadi titik strategis untuk konsolidasi relawan dan simpatisan. Di sinilah berbagai kegiatan dilakukan: diskusi politik, pelatihan relawan, penggalangan massa, dan kampanye akar rumput yang menyentuh langsung masyarakat. Pada Pilpres 2019, Gardu kembali aktif dengan intensitas tinggi. Mirza dan Zainal menjadi motor penggerak utama, menyebarkan visi dan misi Bapak ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas pesantren dan kampus.

Bapak Presiden, kami juga ingin menyebut nama Ustadz Maimun Al Abrar, seorang ulama kharismatik yang selama ini menjadi penyejuk di tengah gejolak ideologi. Beliau bukan hanya pemimpin spiritual, tapi juga penjaga moderasi di Aceh. Bersama tokoh seperti Roesly Moehammad Saman, yang memimpin gerakan multi-etnik dan relawan lintas agama, mereka telah membuktikan bahwa Aceh bisa menjadi contoh keberagaman yang tetap setia pada Republik.

Beberapa bulan lalu, masyarakat Aceh dikejutkan oleh penangkapan Ustadz Maimun Al Abrar di Kota Langsa. Beliau dikenal sebagai tokoh agama yang aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial, serta pernah bekerja di lembaga-lembaga strategis seperti Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) dan Badan Reintegrasi Aceh (BRA), yang berperan penting dalam pemulihan Aceh pasca-tsunami dan konflik.

Penangkapan beliau menimbulkan keprihatinan mendalam, terutama karena rekam jejaknya dalam membina masyarakat dan kontribusinya terhadap pembangunan spiritual dan sosial. Kami tidak bermaksud mencampuri proses hukum, namun kami berharap ada pendekatan yang lebih bijak dan berkeadilan terhadap tokoh-tokoh yang memiliki latar belakang pengabdian seperti beliau.

Kami tahu Bapak bukan pemimpin yang mudah dipengaruhi oleh tekanan politik atau opini sesaat. Kami tahu Bapak memahami bahwa Aceh adalah wilayah yang punya sejarah panjang, luka yang belum sembuh, dan harapan yang belum padam. Maka kami mohon, jangan biarkan harapan itu berubah menjadi trauma baru.

Kami tidak meminta pengampunan. Kami meminta keadilan. Kami tidak menuntut pembebasan tanpa proses hukum. Kami menuntut agar proses itu dijalankan dengan hati nurani, dengan proporsionalitas, dan dengan pemahaman bahwa nasionalisme Aceh bukan ancaman, melainkan aset.

Bapak Presiden, kami percaya pada Bapak. Kami percaya bahwa Bapak akan melihat lebih dalam dari sekadar laporan intelijen. Kami percaya bahwa Bapak akan mendengar suara rakyat Aceh yang selama ini berdiri di belakang Bapak, bahkan ketika yang lain menjauh.

Demikian surat ini kami sampaikan dengan penuh harap dan cinta terhadap negeri ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada Bapak dalam memimpin bangsa.

Baca Juga

Aceh di Ambang Darurat Kemanusiaan: Negara Wajib Menetapkan Status Bencana Nasional

Desember 29, 2025
Ketika Pohon Bicara

Pemerintah VS Rakyat

Desember 22, 2025
Memaknai Kibaran Bendera Putih di Aceh

Memaknai Kibaran Bendera Putih di Aceh

Desember 21, 2025

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh  

ADVERTISEMENT

Warga Aceh, dosen antropologi Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 369x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 336x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 275x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Selayaknya Kita Tahu Linux : Sistem Operasi yang Open-Source, Kuat, dan Fleksibel

Selayaknya Kita Tahu Linux : Sistem Operasi yang Open-Source, Kuat, dan Fleksibel

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com