POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Menggugat Kualitas Pendidikan Tinggi Indonesia: Antara Kuantitas dan Kualitas

Dayan AbdurrahmanOleh Dayan Abdurrahman
August 4, 2025
Tags: #analisis
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Dayan Abdurrahman


Akses Meluas, Kualitas Masih Tertinggal

Pendidikan tinggi di Indonesia saat ini berada di persimpangan: akses yang semakin luas belum diimbangi dengan peningkatan kualitas. Dari sekitar 3.900 hingga 4.500 perguruan tinggi, hanya 4 sampai 7 persen yang memiliki akreditasi A atau unggul, artinya lebih dari 90 persen kampus masih berada di level B atau C, bahkan ada yang tidak terakreditasi sama sekali. Hingga Agustus 2024, terdapat 84 perguruan tinggi swasta yang berisiko kehilangan izin karena gagal memenuhi standar akreditasi. Statistik ini bukan sekadar angka, melainkan potret nyata bahwa sistem pendidikan tinggi masih lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas.


Lemahnya Fondasi Riset dan Inovasi

Data terbaru menunjukkan bahwa pengeluaran untuk riset nasional hanya sekitar 0,10 persen dari PDB, dan dari jumlah tersebut, perguruan tinggi hanya mengelola sekitar 46 persen. Kontribusi sektor industri terhadap riset lebih rendah lagi, sekitar 21 hingga 22 persen. Jika dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia, Korea Selatan, atau Singapura yang mengalokasikan antara 1 hingga 4 persen dari PDB untuk penelitian dan pengembangan, posisi Indonesia sangat tertinggal. Rendahnya pendanaan riset ini berdampak langsung pada produktivitas publikasi ilmiah, paten, dan inovasi yang dihasilkan oleh universitas.


Sumber Daya Manusia: Masalah yang Berulang

📚 Artikel Terkait

Rahasia Seru di Ujung Indonesia

e-tikbroh.yak Kegiatan Pengelolaan Sampah untuk Anak-Anak

ABK Itu Berbalut Keistimewaan

Beasiswa, Stigma, dan Keadilan Sosial di Kampus

Selain pendanaan, kualitas dosen juga menjadi persoalan mendasar. Dari sekitar 303.000 dosen di Indonesia, hanya 25 persen yang bergelar doktor. Minimnya dosen berkualifikasi doktor berakibat pada rendahnya daya saing global pendidikan tinggi Indonesia, khususnya dalam hal riset dan publikasi internasional. Tanpa perbaikan signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia, sulit bagi Indonesia untuk mencapai peringkat universitas kelas dunia.


Praktik Baik: Telkom University dan UNPAR

Tidak semua gambaran ini gelap. Ada sejumlah perguruan tinggi swasta yang berupaya menunjukkan komitmen terhadap kualitas. Telkom University misalnya, menjadi kampus swasta pertama yang meraih akreditasi unggul dengan 62 persen program studi terakreditasi A serta sejumlah pengakuan internasional dari ASIC dan IABEE. Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) juga berhasil mempertahankan status akreditasi unggul dengan 14 program studi yang mendapatkan pengakuan hingga 2027. Pencapaian ini membuktikan bahwa meskipun tantangan berat, peluang untuk berbenah tetap terbuka.


Isu Regulasi dan Transformasi Digital

Penerapan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) sejak 2022 memunculkan perdebatan. Sebagian pihak menilai LAM membebani perguruan tinggi dengan biaya, sementara pihak lain melihatnya sebagai langkah penting menuju akreditasi profesional yang kredibel dan diakui secara internasional. Di sisi lain, pandemi COVID-19 sempat mempercepat adopsi pembelajaran daring dan blended learning. Sayangnya, banyak perguruan tinggi yang kembali ke pola konvensional setelah pandemi berakhir, padahal tren global menunjukkan bahwa pembelajaran personalisasi berbasis teknologi, analitik data, dan kecerdasan buatan adalah masa depan pendidikan tinggi.


Langkah Strategis Menuju Perubahanu

Melihat kondisi ini, penting bagi kaum intelektual dan pembuat kebijakan untuk berpikir lebih jernih dan strategis. Apakah kita akan terus menambah jumlah kampus dengan akreditasi rendah, atau memprioritaskan penguatan kualitas institusi yang sudah berkontribusi nyata? Apakah kita siap mengarahkan investasi besar pada beasiswa doktoral, peningkatan kualitas dosen, serta pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan industri? Pendidikan tinggi yang bermakna tidak bisa hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang diterima atau gedung yang dibangun. Universitas harus menjadi pusat inovasi, bukan sekadar penerbit ijazah.


Penutup: Menuju Indonesia Emas 2045

Indonesia memiliki potensi besar untuk memperbaiki kualitas pendidikan tinggi. Jumlah mahasiswa yang terus meningkat, keberadaan program beasiswa LPDP, dan kesadaran publik terhadap pentingnya kualitas adalah modal awal. Namun, bila perbaikan sistemik tidak dilakukan—mulai dari penguatan kualitas dosen, peningkatan dana riset, penguatan akreditasi, hingga sinergi dengan industri—maka kita akan terus berada pada posisi sebagai negara dengan jumlah perguruan tinggi yang banyak, tetapi kualitasnya tertinggal jauh. Jika kita benar-benar ingin mencapai visi Indonesia Emas 2045, pendidikan tinggi harus menjadi prioritas, bukan hanya formalitas. Inilah saatnya kita bersikap kritis, berpikir strategis, dan bertindak kolektif agar pendidikan tinggi menjadi fondasi bangsa maju, bukan sekadar simbol status.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: #analisis
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Indonesia Bukan Negara

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00