• Latest
Puisi-Puisi Juni Ahyar - 2025 07 22 08 51 13 | Antologi Puisi | Potret Online

Puisi-Puisi Juni Ahyar

Juli 22, 2025
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Puisi-Puisi Juni Ahyar - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Antologi Puisi | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Puisi-Puisi Juni Ahyar - 2025 07 22 08 51 13 | Antologi Puisi | Potret Online

Puisi-Puisi Juni Ahyar

Juni Ahyar by Juni Ahyar
Juli 22, 2025
in Antologi Puisi, Puisi
Reading Time: 2 mins read
0
596
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Janganlah Engkau Marah: Wasiat Cahaya dari Rasul”


Oleh Juni Ahyar

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
Puisi-Puisi Juni Ahyar - 5de97004 0731 46d3 b7a2 38575dadc077 | Antologi Puisi | Potret Online

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026


Marah itu bara, api tanpa rupa,
Menyulut lidah, membakar jiwa.
Setan meniupkan bisik gelapnya,
Hingga bening hati berubah gulita.
“Janganlah engkau marah,” sabda Nabi,
Ulangnya lembut, berulang kali.
Seolah hujan turun di padang kering,
Memadamkan api, menyejukkan garing.
Menahan marah bukanlah lemah,
Ia kekuatan yang mengalahkan gelap.
Bagai rembulan yang meredupkan malam,
Namun tak padam oleh pekat dendam.
Kebaikan tumbuh dari jiwa yang sabar,
Keselamatan lahir dari hati yang sadar.
Wasiat ini bagai pelita tak sirna,
“Janganlah engkau marah,” rahasia bahagia.

Selendang Darah Di Kebun Mulberry

Selendang Darah di Kebun Mulberry
Di Petrodolar cinta kembali bersemi,
Namun nasib berkata lain pada Herayani dan Arjuna.
Sejak kecil mereka dirangkai takdir,
Tapi restu orang tua menjadi dinding tak tergoyahkan.
Malam itu bintang memanggil pelarian,
Di kebun mulberry janji mereka berlabuh.
Herayani datang lebih dulu,
Namun singa lapar mengoyak sunyi dengan taring berdarah.
Selendangnya terjatuh, terbawa rasa takut,
Singa itu membawa pergi tanda cintanya.
Arjuna tiba, melihat selendang berlumur merah,
Hatinyapun retak, yakin kekasihnya telah tiada.
Pedang pun berbisik tentang keputusasaan,
Arjuna rebah di pangkuan bumi.
Herayani datang terlambat, menatap tubuh kekasihnya,
Air mata bercampur darah, mencium wajah terakhirnya.
Pedang itu, saksi cinta yang tak rela,
Ia hunuskan ke dadanya sendiri.
Kebun mulberry pun bersaksi dalam diam,
Bahwa cinta sejati terkadang memilih mati,
Demi abadi…

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare238Tweet149
Juni Ahyar

Juni Ahyar

Baca Juga

Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Next Post
Puisi-Puisi Juni Ahyar - 2025 07 22 09 06 10 | Antologi Puisi | Potret Online

Barcelona Football Club yang Terkenal, Minahasa Memanggilmu

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com