• Latest
Bubur Asyura

Bubur Asyura

Juli 20, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Bubur Asyura

Redaksiby Redaksi
Juli 20, 2025
Reading Time: 2 mins read
Bubur Asyura
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Ansariah, S.Pd


Guru SDN 3 Bandar Baru, Pidie Jaya

Bulan Muharam merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam. Di bulan Muharam, banyak peristiwa penting terjadi dalam sejarah Islam, sehingga menjadikannya bulan yang penuh dengan keutamaan dan kemuliaan.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Tanggal 10 Muharam adalah hari istimewa yang dirayakan oleh umat Islam, yaitu Hari Asyura. Hari Asyura merupakan hari yang selalu dirayakan dan telah menjadi tradisi unik di kampung. Di kampung saya, kami membuat bubur Asyura.

Sebelum itu, warga kampung saya mengadakan kesepakatan untuk menjadwalkan memasak bubur Asyura di pinggir jalan. Setelah menyepakati waktu, masing-masing warga kampung membawa bahan yang ada di rumah untuk berbagi dalam proses memasak. Apalagi, untuk memasak bubur Asyura dibutuhkan banyak jenis bahan: mulai dari aneka sayuran, ubi-ubian, kacang-kacangan, hingga rempah-rempah pilihan. Setiap bahan memiliki makna tersendiri—melambangkan keanekaragaman dan persatuan.

Sejak pagi di hari kesembilan Muharam, warga kampung menyiapkan bahan-bahan untuk bubur Asyura yang luar biasa. Tapi ini bukan sekadar bubur biasa. Semua warga berkumpul di balai dekat jalan tempat memasak bubur. Masing-masing membawa bahan, pisau, dan talenan—siap memotong sayuran dan kacang-kacangan. Setelah selesai memotong, semua bahan dimasukkan ke dalam kuali besar. Asap mengepul, membawa aroma rempah yang menggoda.

Yang paling penting adalah proses pengadukan. Bubur harus diaduk terus-menerus agar tidak gosong dan semua bahan tercampur sempurna. Ini semua merupakan wujud syukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah.

Anak-anak berlarian riang, tak sabar menunggu bubur matang. Suasana gotong royong begitu kental, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi tradisi di kampung. Proses pembuatan bubur Asyura memang membutuhkan kesabaran dan kerja sama. Pagi menjelang siang… bubur pun matang. Warnanya cokelat keemasan, dengan potongan sayuran dan kacang-kacangan yang beraneka ragam membentuk mozaik yang indah dan aroma yang semerbak.

Kemudian bubur ditempatkan di wadah-wadah kecil dan dibagikan ke seluruh rumah di kampung. Tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk tetangga, sanak saudara, bahkan orang-orang yang melintas di jalan.

Bubur Asyura bukan hanya sekadar makanan, melainkan simbol sedekah, kerukunan, dan rasa syukur. Siang harinya, di setiap rumah, keluarga-keluarga berkumpul menikmati bubur Asyura bersama. Kisah-kisah tentang kebaikan, persatuan, dan makna Hari Asyura mengalir begitu saja.

Bubur Asyura bukan hanya warisan kuliner, tetapi juga warisan nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Di setiap suapan bubur itu, tersimpan aroma kebersamaan dan kerukunan yang takkan lekang oleh waktu.


🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 334x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 250x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Kubur Sultan di Tengah Kota, Kubur Nalar di Dalam Kelas

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com