POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Yahudi dalam Sorotan Sejarah dan Politik Global: Realitas, Stereotip, dan Tantangan

Dayan AbdurrahmanOleh Dayan Abdurrahman
July 19, 2025
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Dayan Abdurrahman

  1. Pendahuluan: Kompleksitas Sebuah Identitas

Ketika kita mendengar kata “Yahudi”, banyak dari kita langsung teringat pada konflik di Palestina atau teori-teori konspirasi global. Tapi apakah benar sesederhana itu? Bangsa Yahudi, yang telah eksis selama ribuan tahun, adalah simbol dari kompleksitas sejarah, agama, dan politik dunia. Menghakimi seluruh kelompok berdasarkan tindakan sebagian kecil dari mereka sama bahayanya dengan menelan mentah-mentah narasi propaganda.

  1. Diaspora dan Pengasingan: Antara Ketabahan dan Trauma Kolektif

Bangsa Yahudi sudah mengalami diaspora sejak zaman Babilonia dan Romawi. Di Eropa, mereka menjadi kambing hitam atas segala krisis ekonomi dan sosial. Dari pengusiran di Spanyol tahun 1492 hingga genosida Nazi dalam Holocaust yang menewaskan 6 juta jiwa (Yad Vashem, 2022), Yahudi menyimpan trauma sejarah yang panjang. Pengalaman ini membentuk semangat mereka untuk bertahan dan tidak lagi menjadi korban, yang kemudian dituangkan dalam proyek pendirian negara Israel.

  1. Lahirnya Israel dan Perubahan Peran Global

Pendirian Israel pada 1948 didukung penuh oleh negara-negara Barat, terutama Inggris dan AS. Namun, ini menyebabkan eksodus besar-besaran bangsa Palestina dari wilayah yang telah mereka diami selama ratusan tahun. Sejak saat itu, simpati global terhadap Yahudi sebagai korban Holocaust berubah menjadi kritik atas tindakan agresif Israel. Laporan dari Amnesty International (2022) dan Human Rights Watch (2021) menyebutkan adanya praktik apartheid terhadap rakyat Palestina oleh Israel.

  1. Zionisme: Ideologi Kebangkitan atau Hegemoni?

Zionisme lahir di akhir abad ke-19 sebagai gerakan nasionalisme Yahudi untuk kembali ke “Tanah yang Dijanjikan”. Namun, dalam praktiknya, Zionisme sering dipandang sebagai proyek ekspansionis. Banyak tokoh Yahudi sendiri yang mengkritik Zionisme, seperti Noam Chomsky dan kelompok Neturei Karta. Mereka menilai bahwa penggunaan agama sebagai pembenaran kolonisasi tanah Palestina adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan agama.

  1. Persepsi di Indonesia: Mitos, Konspirasi, dan Ketidaktahuan

Di Indonesia, Yahudi sering dikaitkan dengan mitos-mitos gelap, seperti “Yahudi menguasai ekonomi dunia” atau “mereka adalah musuh Islam”. Padahal, jumlah Yahudi di Indonesia nyaris tidak signifikan, dan tidak ada bukti empiris atas teori konspirasi semacam itu. Menurut The Jakarta Post (2021), narasi anti-Semit berkembang luas di media sosial dan ceramah-ceramah informal, sering kali tanpa literasi geopolitik yang memadai.

  1. Yahudi: Bukan Bangsa Seragam

Kita perlu memahami bahwa Yahudi bukanlah entitas yang tunggal. Ada Yahudi yang sangat religius dan ada yang sekuler. Ada yang keturunan Eropa (Ashkenazi), ada yang dari Timur Tengah dan Afrika Utara (Sephardic dan Mizrahi). Bahkan ada Yahudi yang hidup di dunia Arab selama ratusan tahun secara damai, seperti di Yaman dan Maroko. Menggeneralisasi mereka sebagai satu identitas politik adalah penyederhanaan yang menyesatkan.

📚 Artikel Terkait

Kehebohan Miss Universe 2025: Drama, Sponsor, dan Suara Perempuan

KAMPUS INDONESIA JAGO KANDANG DAN KANIBAL

Kacabdindik Wilayah Aceh Timur Kukuhkan Pengurus Dharma Wanita Persatuan

Puisi- Puisi Tabrani Yunis

  1. Realitas Geopolitik dan Krisis Kemanusiaan

Konflik Israel-Palestina adalah salah satu titik api terpanjang dalam sejarah modern. Tapi ini bukan semata-mata soal agama. Ini soal hak tanah, dominasi politik, dan ketimpangan kekuatan. Israel didukung militer dan ekonomi oleh AS, sedangkan Palestina menghadapi blokade, penggusuran, dan krisis kemanusiaan. Banyak lembaga internasional telah menyuarakan keprihatinan, termasuk PBB dan ICC. Dalam konteks ini, menyoroti ketidakadilan bukan berarti anti-Yahudi, tapi membela kemanusiaan.

  1. Indonesia dan Diplomasi Moral Global

Sebagai negara mayoritas Muslim yang menjunjung nilai Pancasila, Indonesia punya posisi moral untuk menjadi suara keadilan. Kita tidak harus membenci Yahudi untuk membela Palestina. Kita bisa mengkritik Israel tanpa menumbuhkan kebencian agama. Kita juga harus mendorong narasi perdamaian, bukan hanya karena tekanan politik, tapi karena tanggung jawab moral dan sejarah kita sebagai bangsa merdeka.

  1. Penutup: Melampaui Stereotip, Menuju Keadilan

Sudah saatnya kita berhenti melihat Yahudi hanya dari lensa konflik. Mereka adalah manusia, sama seperti kita. Ada yang salah jalan, ada yang jadi korban, dan ada yang berjuang untuk perdamaian. Kritik terhadap kebijakan Israel bukanlah serangan terhadap Yahudi, dan membela Palestina bukan berarti membenci agama lain. Mari gunakan akal sehat, fakta, dan empati dalam membaca dunia. Karena pada akhirnya, perdamaian bukan milik mereka yang kuat, tapi milik mereka yang adil.


Referensi:

Yad Vashem. (2022). The Holocaust.

Amnesty International. (2022). Israel’s Apartheid Against Palestinians.

Human Rights Watch. (2021). A Threshold Crossed: Israeli Authorities and the Crimes of Apartheid and Persecution.

The Jakarta Post. (2021). Understanding Anti-Semitism in Indonesia.

Chomsky, N. (2002). Power and Terror: Post 9/11 Talks and Interviews.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Perempuan yang Menjadi Martabat Ranjang Pengantinnya

Perempuan yang Menjadi Martabat Ranjang Pengantinnya

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00