POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home seni

Seni sebagai Kesadaran Kemerdekaan

Redaksi by Redaksi
Juli 17, 2025
in seni, Seniman
0
Seni sebagai Kesadaran Kemerdekaan - 2025 07 17 21 23 27 | seni | Potret Online

:Refleksi Kritis atas ART TALK Verleden–Heden: Seni, Kemerdekaan, dan Jejak Sejarah

Oleh Aceng Syamsul Hadie

Seniman di Cirebon, Jawa Barat

Baca Juga
  • 01
    Artis
    Kanal Khiev, Finalis Kamboja’s Got Talent Mempertunjukkan Tarian Spektakulernya di IMLF II
    29 Apr 2024
  • Seni sebagai Kesadaran Kemerdekaan - IMG_0031 | seni | Potret Online
    Esai
    Apa Kabar Pelukis Indonesia
    25 Feb 2026

Dalam atmosfer yang penuh semangat dan intelektualitas, rangkaian ART TALK Verleden–Heden yang digelar di Sekolah Indonesia Den Haag, Wassenaar, bukan sekadar diskusi seni—ia adalah panggung refleksi sejarah, identitas, dan kemerdekaan Indonesia melalui lensa seni rupa. 

Dari arsip hingga intermedia, dari seniman diaspora hingga akademisi lokal, acara ini menyatukan generasi dan lintas disiplin dalam satu ruang dialog yang luar biasa.

Baca Juga
  • 01
    Padang Panjang
    “Malenggang” Bentuk Kreativitas dalam Ujian Akhir Mahasiswa Desain Mode
    27 Jun 2024
  • Seni sebagai Kesadaran Kemerdekaan - 08143af1 7b85 4bf4 b4e1 e405f692fe34 | seni | Potret Online
    Padang Panjang
    “ Bekas Luka” Garapan Solehah Hasanah Mencabik-cabik Batin Penonton Teater di Gedung Hoerijah Adam ISI Padang Panjang
    16 Jul 2024

Sejak masa kolonial, seni telah menjadi medium ekspresi dan perlawanan. Pameran dan diskusi dalam Verleden–Heden menegaskan bahwa seni bukan hanya estetika, tetapi juga alat kesadaran kolektif. 

Dalam konteks Indonesia, seni rupa telah berperan dalam membentuk narasi kebangsaan, mengarsipkan trauma sejarah, dan mengartikulasikan harapan masa depan.

Baca Juga
  • d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda
    Kenangan
    Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda
    21 Apr 2026
  • Seni sebagai Kesadaran Kemerdekaan - 9e121d66 0ad0 4850 9bd0 71a6fdf78f88 | seni | Potret Online
    Malaysia
    Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup
    11 Feb 2026

Seni rupa, dalam berbagai bentuknya, telah menjadi saksi bisu perjalanan bangsa. Dari lukisan-lukisan Raden Saleh yang menggambarkan perjuangan hingga karya-karya modern yang mengkritisi ketimpangan sosial, seni selalu menjadi cerminan dari dinamika masyarakat. Dalam konteks globalisasi, seni Indonesia menghadapi tantangan untuk tetap relevan tanpa kehilangan identitasnya.

Art Talk I – Re-Scale Indonesia (5 Juli 2025)

Sesi ini membuka cakrawala tentang diplomasi budaya Indonesia di Eropa Timur, melalui presentasi Teija Gumilar, dosen di Bydgoszcz University, Polandia. Ia memaparkan proyek Taman Mini Indonesia di Dolina Charlotty sebagai legacy monumental Indonesia di Eropa Tengah. 

Diskusi yang dipandu oleh Prof. I Wayan Adnyana (Rektor ISI Bali) menyoroti bagaimana arsitektur dan seni tradisional menjadi simbol keberadaan Indonesia di luar negeri.

Proyek ini tidak hanya menjadi simbol diplomasi budaya, tetapi juga mengundang pertanyaan kritis tentang bagaimana seni dan arsitektur dapat merepresentasikan identitas nasional di luar konteks geografisnya. Apakah seni tradisional cukup untuk menggambarkan kompleksitas Indonesia modern? Atau, apakah kita memerlukan pendekatan yang lebih inklusif dan kontemporer?

Art Talk II – Navigating Networks (12 Juli 2025)

Sesi ini menggali tantangan dan peluang sirkulasi seni kontemporer Indonesia di Eropa, khususnya Belanda. Tokoh-tokoh penting yang hadir:

Sander Salim (Gallery Lukisan, Belanda) – Menjelaskan strategi galeri dalam mengangkat seni Indonesia

Rifky Effendy (Orbital Dago, Bandung) – Menyoroti dinamika pasar seni dan kuratorial lokal

Maarten Slof (TROEF Leiden) – Menyambungkan seni Indonesia dengan audiens Eropa

Sujud Dartanto – Mengangkat isu dokumentasi dan arsip sebagai fondasi otentikasi karya

Diskusi ini memperlihatkan bahwa seni Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal provenance, dokumentasi, dan tekanan pasar, namun tetap menunjukkan resiliensi dan daya tarik global.

Dalam konteks ini, penting untuk merenungkan bagaimana seni Indonesia dapat menavigasi jaringan global tanpa kehilangan akar lokalnya. Apakah pasar seni global memberikan ruang yang adil bagi seni dari negara berkembang? Atau, apakah seni Indonesia hanya menjadi komoditas dalam sistem kapitalisme global?

Art Talk III – Intermedia Networkings

Sesi ini menjadi titik kulminasi eksplorasi media baru dan seni interdisipliner. Dimulai dengan video screening mengenang Krisna Murti (1957–2023), pionir seni video Indonesia yang telah mengubah cara kita memahami seni sebagai kritik sosial dan budaya.

Tokoh-tokoh yang memeriahkan sesi ini:

Agung Hujatnika – Mengulas warisan pemikiran Krisna Murti

Intan Rizky Mutiaz – Menjelaskan integrasi media baru dalam pendidikan seni

Isha Hening – Menampilkan perspektif desain gerak dan visual digital

Tromarama – Kolektif seni media yang menggabungkan teknologi dan narasi lokal

Thomas Berghuis – Menyambungkan praktik seni Indonesia dengan konteks kuratorial global

Penampilan Isa Perkasa dalam dua sesi performance art menjadi penutup yang menggugah, menghidupkan tubuh sebagai medium kritik dan kontemplasi.

Sesi ini menggarisbawahi pentingnya media baru dalam memperluas cakrawala seni Indonesia. Namun, ia juga mengundang refleksi: sejauh mana teknologi dapat menjadi alat pembebasan, dan kapan ia menjadi alat penindasan?

Kesimpulan: Seni sebagai Arsip Hidup

ART TALK Verleden–Heden bukan hanya perayaan seni, tetapi juga pengarsipan sejarah dan identitas Indonesia. Ia menunjukkan bahwa seni adalah ruang negosiasi antara masa lalu dan masa kini, antara lokal dan global, antara tradisi dan teknologi. Dalam konteks kemerdekaan, seni menyumbang kesadaran, membentuk narasi, dan membuka ruang dialog lintas generasi.

Namun, refleksi ini tidak berhenti di sini. Seni adalah proses yang terus berkembang, sebuah dialog yang tidak pernah selesai. Dalam dunia yang semakin terhubung, seni Indonesia memiliki peluang untuk menjadi suara yang kuat di panggung global, tetapi hanya jika ia tetap setia pada akar dan nilai-nilainya.

Sebagai penutup, mari kita renungkan: bagaimana seni dapat terus menjadi alat pembebasan di tengah dunia yang penuh dengan ketidakpastian? Bagaimana kita dapat memastikan bahwa seni tidak hanya menjadi cerminan, tetapi juga agen perubahan?[]

Previous Post

Anak Negeri Tak Kenal Negerinya – Ulasan

Next Post

MPLS Inovatif: Gagas Deklarasi Sekolah Anti Kekerasan dan Perundungan

Next Post
Seni sebagai Kesadaran Kemerdekaan - 2025 07 18 08 00 23 | seni | Potret Online

MPLS Inovatif: Gagas Deklarasi Sekolah Anti Kekerasan dan Perundungan

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah