Dengarkan Artikel
Oleh Naila Rivka MulnaZeera (Naizeera)
Hafidzah 16 Juz Kelas Pelajar kelas 2 SMP IT An-Nur Pidie Jaya
Khanduri Blang secara harfiah dimaknai sebagai Kenduri Sawah,merupakan salah satu ritual adat bagi masyarakat petani di provinsi Aceh. Khanduri Blang merupakan salah satu budaya masyarakat Aceh yang mencerminkan nilai-nilai, spiritualitas, kebersamaan dan hubungan harmonis antara manusia dengan alam.
Khanduri Blang adalah bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas limpahan rezeki dalam pertanian. Khanduri Blang dilaksanakan hampir di semua wilayah di provinsi Aceh, dengan berbagai rangkaian dan tentu saja ada kemiripan dalam praktiknya.
Gampong Meunasah Kulam kecamatan Meurah Dua, yang mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani menjaga Khanduri Blang sebagai tradisi yang terus dilaksanakan pada setiap musim tanam. Sedikit berbeda dengan daerah lain, Khanduri Blang yang dilaksanakan di gampong ini tidak hanya dilakukan satu kali setiap musim tanam, akan tetapi ada rangkaian kegiatan khanduri yang masih dilaksanakan sepanjang musim tanam berlangsung.
Di gampong ini rangkaian Khanduri Blang dimulai dengan Khanduri Nabi Adam yang dilaksanakan pada awal musim tanam dengan persiapan lahan dan bibit.ini sebagai bentuk perhormatan bahwa Nabi Adamlah manusia pertama yang bercocok tanam di muka bumi.
📚 Artikel Terkait
Setelahnya ketika padi sudah ditanam dilaksanakan khanduri Tu yang mengambil tempat kegiatan khanduri di Makam Tu yang berada di Glee Cut. Tu sendiri dipercaya sebagai orang yang pertama membuka lahan dan bertani di daerah ini.
Khanduri Tu ini biasanya menyembelih Biri-biri, yang kemudian dimasak bersama-sama oleh masyarakat, dilanjutkan dengan doa dan makan bersama. Pada saat padi sudah tumbuh lebat menghijau dilaksanakan Khanduri Teungku Dirubieh.
Teungku Di Rubieh merupakan seorang ulama perempuan yang bernama Rubiah. Beliau melaksanakan khalwat di sebuah puncak bukit digampong Reuleuet, kecamatan Ulim sampai beliau wafat dan dimakamkan dilokasi tersebut.
Khanduri Teungku Di Rubieh biasanya dilakukan penyembelihan ayam untuk dimasak sebagai hidangan yang dinikmati bersama nasi yang dibawa masing-masing oleh masyarakat yang hadir.
Selanjutnya padi saat padi mulai malai berbunga,masyarakat gampong Meunasah Kulam melaksanakan satu khanduri lagi yaitu Khanduri Ie Bu (bubur nasi). Pada Khanduri Ie Bu hidangan utama seperti nasi diganti dengan bubur nasi. Khanduri Ie Bu dilaksanakan di Cot Capa sebuah bukit yang berada ditengah area persawahan.
Sebagai bentuk ritual setiap rangkaian Khanduri Blang selalu diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh imam gampong atau orang yang dituakan, dan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Khanduri Blang dari sejak zaman dulu sampai saat ini bukan hanya sebatas khanduri atau ritual saja, akan tetapi telah menjadi tradisi dan bagian kehidupan masyarakat petani.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






