POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Subuh di Arasyi

Serumpun Puisi Savitri Jumiati

RedaksiOleh Redaksi
April 23, 2022
Hentak Syair Savitri Jumiati
🔊

Dengarkan Artikel

SUBUH DI ARASYI

Savitri Jumiati

Sudah aku lelah telah

Hentikan deru biar tersimpan

Itu setumpuk debu

Usah risau menalu

Lalu membisu debu biar teringat

Itu rasa di pintu kalbu

Biar aku rindukan telah

Wajah surau diwaktu subuh

Itu laut arasyi yang mandasi   

Bekasi 19 April 2018

Telaga Sastra Cinta “Savitri J (Saju)’

Koridor

Savitri Jumiati

Mungkin ada yang tak mengingat

Tentang lampu lampu bernyala terang di sepanjang jalan

Larut malam menguliti sunyi hujung gang perempat tiga

Seperti pedagang ikan bakar dengan lampu petromak

Yang masih gigih mengadu nasib dengan udara pekat

Tika itu hujan merambas basah

Deras pun tiada terkira

Sempat hentikan derap langkah

Aku mencari tempat singgah

Sejenak lari dari kepung air yang jatuh dari langit kelam

Dan duduk di lantai gedung tanpa pintu merta jendela

Mulai senyap tak ada berisik katak

Mata ku meraba arah

Menatap hujung jalan kota mati semalam

Sebuah balkon dengan pecah awan

📚 Artikel Terkait

Entrepreneur Sejati

ANAK TERANCAM KEKERASAN SEKSUAL: SIAPAKAH YANG SALAH?

GERBANG KEABADIAN

Menggapai Ramadhan yang Berkualitas dan Produktif

Di serambi koridor ada taman kembang layu sudah

Tanpa sepotong kisah

Tanpa sebuah cerita

Tanpa lorong lorong kereta

Aku mengingat wajah wajah koridor kota

Yang jatuh di petalang desa

Mati tubuh dengan gelap gulita

Bekasi 17 April 2022

Telaga Sastra Cinta “Savitri J (Saju)”

DI TANAH GERSANG

Savitri Jumiati

Tika semua menjadi hampa

Tika tiada mata air samudera

Tika tak lagi tertemukan hewan hewan belantara

Tika langit pun diam

Seketika itu udara angin pecah fana

Semua hutan hutan tak berpohon daun

Semua ladang kebun menjadi gurun

Hanya terik matahari membakar tubuh

Semua gubuk rata dengan abu

Retak membelah tanah malam pun bisu

Lapar merajai kota

Kedahagaan kian mewabah

Mati di tepi tepi jalan

Serakah bertumpah ruah

Padang bukit hijau tak lagi bersaka

Fatwa beku mati

Fatamorgana menikam bumi

Tak kenal hidup di ambang pagi

Laksana marsose siap tempur dengan belati

Kayu dahan batu rumput telah berlari

Hitam langit megah rupa punah telah

Diam sunyi sepi lumrah sudah

Yang datang hanya kereta kerande menjumpa

Siklus hidup mati adalah rencana

Menerabas putaran peron usia

Aku ruang membuka pintu hati

Tanpa kunci tergantung di tengah caci

Melarikan suara suara anarki

Di lembah jiwa yang hampir dingin

Memasuki antara lorong di tanah gersang pelangi

Bekasi 03 April 2022

Telaga Sastra Cinta “Savitri J (Saju) “

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Sajak-sajak Bussairi D. Nyak Diwa

Sajak-sajak Bussairi D. Nyak Diwa

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00