• Latest
Mengenal Ayatollah Ali Khemeini Sang Keturunan Nabi

Mengenal Ayatollah Ali Khemeini Sang Keturunan Nabi

Juni 20, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mengenal Ayatollah Ali Khemeini Sang Keturunan Nabi

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Juni 20, 2025
Reading Time: 3 mins read
Mengenal Ayatollah Ali Khemeini Sang Keturunan Nabi
619
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Bagi rakyat Iran, orang paling dibenci, Benyamin Netanyahu. Begitu sebaliknya, bagi rakyat Israel, orang paling dibenci, Ayatollah Ali Khemenei. Begitulah perang, wak! Hanya ada kebencian, pembunuhan, dan kekejaman. Namun, kali ini saya mau mengenalkan pemimpin tertinggi Iran yang memiliki darah keturunan langsung dari nabi. Yok, kita kenalan sambil seruput kopi tanpa gula.

Di pagi 19 April 1939, di kota Mashhad, lahir seorang bayi yang kelak tak hanya memimpin negara, tapi mengatur narasi geopolitik dengan satu alis terangkat. Namanya, Sayyid Ali Hosseini Khamenei, manusia yang bukan cuma berdarah Sayyid, tapi juga diberi bonus keturunan Imam Ali Zainal Abidin, Imam keempat Syiah, dalam satu paket DNA istimewa.

Jika sejarah Islam adalah serial panjang di Netflix, maka Khamenei adalah musim ke-14 yang plot-twist-nya sulit ditebak. Ayahnya, Sayyid Javad Khamenei, seorang ulama besar, diyakini mendidik putranya dengan kombinasi tafsir Al-Qur’an, filsafat kontemporer, dan jurus menghindari intel Shah. Pendidikan Khamenei dimulai di seminari Mashhad, lalu lanjut ke Qom dan Najaf, tempat para ulama bertarung bukan dengan senjata, tapi dengan logika yang bisa membelah batu.

Sejak muda, Khamenei sudah menunjukkan bakat revolusioner. Ia bukan anak muda yang rebahan sambil men-scroll kitab kuning. Ia justru melempar pertanyaan eksistensial ke rezim Shah, “Untuk apa kekuasaan tanpa keadilan?” Pertanyaan itu membuatnya ditangkap berkali-kali, diasingkan, dan tetap muncul kembali seperti versi Syiah dari Captain America. Jika ada kurikulum “Survivor of Oppression”, dia bisa jadi pengajarnya.

Tahun 1981, ia menjabat sebagai Presiden Iran. Tapi jangan bayangkan presiden seperti kepala OSIS. Di Iran pasca-revolusi, menjadi presiden adalah seperti jadi penyeimbang di sirkus api, di mana jika salah langkah, bisa disambar fatwa atau granat geopolitik. Meski begitu, ia menjalani dua periode dengan gaya khas, kalem, bermakna, dan tidak pernah kehabisan metafora religius saat diwawancarai.

Namun puncaknya datang di tahun 1989, saat Ayatollah Ruhollah Khomeini wafat. Dunia bertanya-tanya, siapa yang cukup kuat, cukup alim, dan cukup tahan sensor untuk menggantikannya? Jawabannya adalah Khamenei, diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, atau Supreme Leader, posisi yang secara fungsional setara dengan gabungan pemimpin agama, presiden, jenderal, dan CEO Google dalam satu tubuh berjubah.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Menolak Perang, Menimbang Keadilan: Eropa di Antara Moralitas, Ketakutan Strategis, dan Pergeseran Tatanan Dunia

Maret 29, 2026

Sebagai Supreme Leader, ia memegang kekuasaan atas militer, kehakiman, media, dan bahkan… keheningan. Tak ada keputusan strategis tanpa seizin beliau. Bahkan senjata nuklir pun pernah ia ‘haramkan’ lewat fatwa, membuat uranium di bawah tanah Iran ikut berkeringat. Dalam forum internasional, ia tidak pernah hadir langsung. Tapi cukup dengan satu khutbah Jumat, bursa saham bisa demam, dan para analis politik butuh ibuprofen.

Ia juga selamat dari percobaan pembunuhan tahun 1981, yang melumpuhkan lengan kanannya. Tapi jangan khawatir, karena setelah itu, banyak yang bilang lengan kirinya jadi lebih puitis dan ideologis.

Ali Khamenei bukan cuma pemimpin, ia adalah fenomena genealogis, spiritual, politik, dan kosmologis. Jika langit adalah kitab terbuka, maka namanya sudah tercetak dalam huruf emas sejak abad ke-7, hanya menunggu diaktifkan seperti cheat code dalam permainan sejarah.

Ketika dunia bertanya, “Siapa sebenarnya Ayatollah Ali Khamenei?”

Jawabannya simpel, ia adalah keturunan Nabi yang membawa remote, bukan hanya untuk Iran, tapi mungkin juga untuk realitas ini sendiri.

Kini, pada usia 86 tahun, Sayyid Ali Khamenei bukan cuma simbol revolusi. Ia adalah mahakarya sejarah, manuskrip hidup dari Syiah Dua Belas Imam, dan mungkin satu-satunya manusia yang jika tersenyum, bisa membuat perundingan damai tertunda 3 hari.

ADVERTISEMENT

Bukan karena takut. Tapi karena semua menunggu, apakah ini senyum restu, atau pertanda kiamat diplomatik?

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Talam Dua Muka di Padang Pasir

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com