• Latest
Amanah yang Berat

Amanah yang Berat

Juni 12, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Amanah yang Berat

Redaksiby Redaksi
Juni 12, 2025
in #Cerpen
Reading Time: 3 mins read
Amanah yang Berat
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Wiji Lestari
Kepala SMK Musa Cepu

Di sebuah negeri kecil bernama Lantira, hidup seorang pemimpin muda bernama Ardan. Ia baru saja dilantik menjadi kepala desa setelah pemimpin sebelumnya, Pak Wira, mengundurkan diri secara tiba-tiba karena sakit.

Ardan bukan berasal dari keluarga berpengaruh, bukan pula keturunan bangsawan. Ia hanyalah anak seorang petani yang sejak kecil terbiasa hidup sederhana. Namun, kejujuran dan semangatnya dalam membantu warga membuatnya dipercaya untuk memimpin. Banyak yang berharap, Ardan bisa membawa perubahan di tengah kondisi desa yang sulit.

Namun, belum genap satu minggu menjabat, Ardan menemukan kenyataan pahit. Desa Lantira menanggung utang besar akibat kebijakan pemimpin sebelumnya yang sembrono, proyek infrastruktur tanpa perencanaan matang, pemborosan anggaran, dan utang yang disembunyikan dari warga. Total utangnya mencapai ratusan juta rupiah, sementara kas desa hampir kosong.

Ardan terduduk lama di ruang kerjanya. Ia tahu, ini bukan kesalahannya. Tapi sebagai pemimpin saat ini, tanggung jawab ada di pundaknya. Ia harus mencari solusi, bukan menyalahkan masa lalu.


Ardan teringat ucapan gurunya saat di sekolah menengah, “Seorang pemimpin tidak hanya menerima kemuliaan dari jabatan, tetapi juga mewarisi beban yang belum terselesaikan. Amanah itu tak bisa ditawar.”

Baca Juga

IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Emak Mananti Lebaran

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026

Malam itu, Ardan tak tidur. Ia menyusun rencana: memangkas pengeluaran tidak penting, membuka transparansi anggaran kepada publik, dan mengadakan pertemuan warga setiap pekan. Ia ingin semua warga tahu kondisi sebenarnya—tanpa ditutup-tutupi.

Beberapa warga awalnya marah dan kecewa. “Mengapa Ardan yang harus menanggung ini semua?” keluh seorang ibu.

Namun Ardan tetap sabar menjelaskan. “Kalau kita saling menyalahkan, utang ini tidak akan lunas. Tapi kalau kita gotong royong, pelan-pelan kita bisa bangkit.”


Di tengah krisis, Ardan tetap berusaha menjadi pemimpin yang adil dan mengayomi. Ia mendengarkan keluhan pedagang pasar yang tercekik oleh pajak tinggi, membantu petani mendapatkan pupuk secara kolektif, dan memfasilitasi pelatihan kerja bagi pemuda desa.

Ardan tidak ingin rakyatnya merasa ditinggalkan. Ia hadir di tengah mereka, tak hanya dalam rapat resmi, tapi juga saat panen, saat banjir, dan bahkan ketika ada warga yang kehilangan anggota keluarganya.

Sikap itu membuat kepercayaan warga mulai tumbuh. Beberapa orang kaya di desa bahkan mulai menyumbangkan dana untuk membayar sebagian utang desa. Anak-anak muda mulai bergabung menjadi relawan pembangunan. Sedikit demi sedikit, desa Lantira berubah.


Setahun berlalu. Laporan keuangan desa menunjukkan penurunan utang yang signifikan. Masyarakat pun mulai merasakan manfaat dari kepemimpinan baru: jalan diperbaiki, bantuan sosial tepat sasaran, dan tidak ada lagi proyek siluman.

Dalam peringatan Hari Desa, seorang anak bertanya pada Ardan, “Pak Ardan, apa yang paling sulit jadi pemimpin?”

Ardan tersenyum. “Yang paling sulit adalah bersabar saat semua orang marah, dan tetap tenang saat semua orang panik. Tapi yang paling penting, kita harus tetap jujur, meskipun kejujuran itu pahit di awal.”

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

EMPAT PULAU SIAPA PUNYA: ACEH ATAU SUMATERA UTARA?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com