POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenal Amien Rais, Politisi Gaek yang Dilaporkan Pendukung Jokowi ke Polisi

RedaksiOleh Redaksi
April 29, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Dokter Tifa sudah saya kenalkan. Gus Yaqut juga sudah. Apa reaksi netizen? Jangan ditanya lagi, meledaaak. Sekarang, saya ingin kenalkan lagi tokoh tua paling kontroversial, Amien Rais. Siapkan kopinya, wak.

Amien Rais, kalau ada tokoh politik yang bisa dibilang tak kenal tua, tak kenal lelah, dan tak kenal malu, itu dia. Lahir pada 26 April 1944 di Surakarta. Saat itu Indonesia mungkin masih berpikir apakah sudah waktunya untuk inventarisasi warung kopi, Amien sudah tahu bahwa takdirnya bukan untuk jadi orang biasa. Dengan usia yang sudah mendekati angka 80, dia bukan hanya seorang politisi senior, tapi seorang “penulis skenario drama politik” yang nggak pernah berhenti bikin kejutan.

Bayangkan, di usia yang mestinya sudah pensiun dari segala hal, Amien Rais masih tampil di layar kaca dengan gaya berbicara yang bisa bikin layar TV bergetar. Kalau ada penghargaan untuk “Politikus yang Nggak Pernah Kalah dalam Urusan Kritik”, pasti beliau akan bawa pulang trofi setiap tahun. Bahkan kalau bisa, trofinya dipasang di samping kasur sebagai pengingat, “Politik itu nggak mengenal usia, yang penting ngomong terus”.

Bukan Amien Rais kalau tidak berani berteriak. Pada tahun 1998, saat Indonesia bergolak dengan kerusuhan Orde Baru yang seperti resep sambel terasi, pedas, ngena, dan bikin semua orang kepanasan, Amien Rais muncul seperti sosok pahlawan super dengan jas hujan kritis. Dia jadi salah satu tokoh utama yang menggerakkan reformasi dan memaksa Soeharto untuk turun tahta. Bisa dibayangkan, saat itu, Amien Rais adalah “sosok Batman” bagi rakyat yang kesepian, yang menggebu-gebu dengan teror pidato panjang nan berisi kebenaran yang tidak bisa ditahan.

Namun, setelah menumbangkan Soeharto, Amien tidak lantas duduk di kursi santai sambil menikmati teh manis di teras rumah. Tidak. Ia justru menyusun rencana politik baru, pendirian PAN. Ia membawa perubahan dalam kemasan politik. Sayangnya, begitu PAN sudah cukup besar, Amien dengan elegannya meninggalkan partai itu seperti kepergian cicak yang tiba-tiba memutuskan untuk pindah rumah. Ia pun mendirikan Partai Ummat pada 2021. Kenapa? Karena, seperti yang sering dia katakan, “Politik itu seperti kue lapis, harus terus diganti rasanya supaya nggak basi”.

📚 Artikel Terkait

Mengubah Mindset Generasi Z Terhadap Profesi Petani

Puisi Kopi Pagi

Bukan Sekadar Perang! Karbala Adalah Revolusi Jiwa—Pelajaran Abadi dari Cucu Nabi SAW

Tentang sepeda listrik

Jangan kira Amien puas dengan itu. Tidak. Tentu saja, tidak. Tahun 2025, di usia hampir 80, Amien Rais kembali membuat kehebohan dengan menggali isu ijazah palsu mantan Presiden Jokowi. Memang, kalau ada orang yang merasa tugas hidupnya adalah untuk “mencari kejanggalan yang tidak ditemukan oleh mata biasa”, maka Amien adalah orang yang tepat. Meski UGM sudah bilang ijazah Jokowi asli, Amien seperti detektif tua yang nggak pernah berhenti mengusut kasus yang sudah basi.

Rasa takut Amien sepertinya sudah hilang. Gara-gara mengulik ijazah, Kapriyani, yang mengatasnamakan relawan Jokowi, melaporkan Amien beserta Roy Suryo dan Rismon Sianipar ke Polres Kota Depok pada 26 April 2025. Apakah mantan Ketum Muhammadiyah ini, takut? Sepertinya ia tetap slow.

Tapi yang lebih seru adalah Amien itu kayak tembok besar yang nggak peduli dihujani batu atau dicibir orang. Dia adalah “tukang kritik yang tidak mengenal batas waktu”. Usia yang hampir senja malah semakin memperkental karakternya sebagai komentator nomor satu yang tak pernah berhenti berpendapat.

Amien, meskipun rambutnya mulai putih seperti kapas, tetap berada di garis depan pertempuran ideologi, menyuarakan kritik. Kalau orang lain berhenti berkarya di usia senja, Amien justru memilih untuk terus menggerakkan dunia dengan kata-katanya yang keras. Ia adalah tokoh yang berani berteriak di tengah keramaian, bahkan saat sebagian besar orang lebih memilih untuk duduk dan menunggu akhir zaman.

Jika suatu saat kita melihat Amien Rais duduk di sebuah kursi roda dengan mikrofon di tangan, jangan terkejut. Dia hanya sedang mencari peluang untuk membongkar sesuatu yang belum terbongkar, seperti layaknya Sherlock Holmes dengan pipi keriput.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share6SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Rumah Stasiun

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00