• Latest
Dari Kelas Biasa ke Kelas Luar Biasa

Dari Kelas Biasa ke Kelas Luar Biasa

April 26, 2025
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Dari Kelas Biasa ke Kelas Luar Biasa

Redaksiby Redaksi
April 26, 2025
Reading Time: 3 mins read
Dari Kelas Biasa ke Kelas Luar Biasa
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Muhammad Syawal Djamil*

*Praktisi Pendidikan

Bayangkan sebuah ruang kelas tempat semua anak, apa pun latar belakangnya, merasa dihargai dan mampu berkembang. Sayangnya, gambaran ini masih jauh dari kenyataan di banyak tempat di Indonesia. Ketimpangan dalam akses dan kualitas pendidikan terus menjadi tantangan besar.

Anak-anak di kota besar menikmati ruang belajar yang nyaman, akses internet cepat, dan guru yang terlatih. Sementara itu, di pelosok negeri, ada siswa yang harus berjalan jauh ke sekolah tanpa listrik, tanpa perpustakaan, dan kadang hanya punya satu guru untuk beberapa kelas sekaligus.

Tapi masalahnya tak berhenti di fasilitas. Yang lebih genting adalah bagaimana siswa belajar. Banyak sekolah masih mengandalkan hafalan dan soal latihan, seolah kemampuan berpikir cukup diukur dari kecepatan menjawab pilihan ganda. Padahal, dunia hari ini menuntut lebih dari sekadar hafalan.

Deep Learning
Pembelajaran mendalam atau deep learning adalah pendekatan yang mendorong siswa untuk memahami, bukan sekadar mengingat. Mereka diajak berpikir kritis, menghubungkan pengetahuan, mengeksplorasi ide, dan memecahkan masalah nyata. Inilah keterampilan abad 21 yang dibutuhkan siapa pun, di mana pun mereka belajar.

Negara-negara dengan sistem pendidikan unggul sudah lama menerapkan pendekatan ini. Sementara Indonesia, berdasarkan data PISA 2022, masih tertinggal dalam membaca, matematika, dan sains—indikasi bahwa sistem pembelajaran kita belum membekali siswa dengan cara berpikir yang dibutuhkan di dunia nyata.

Satu kesalahpahaman besar adalah mengira kualitas pembelajaran bergantung pada teknologi. Tentu, internet dan perangkat digital bisa membantu, tapi yang paling menentukan adalah bagaimana guru mengajar dan bagaimana siswa belajar.

John Hattie dalam penelitiannya menunjukkan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran jauh lebih berpengaruh dibanding kecanggihan alat. Artinya, kelas sederhana pun bisa melahirkan pemikir besar—asal pendekatannya tepat.

Masalahnya, banyak guru belum mendapatkan pelatihan yang memadai untuk menerapkan deep learning. Pelatihan sering kali hanya administratif. Kurikulum juga terlalu padat, membuat guru lebih fokus mengejar target ketimbang membangun pemahaman siswa.

Agar pembelajaran bermakna bisa terjadi, guru perlu ruang untuk bereksperimen, didampingi dalam pengembangan praktik mengajar, dan diberi kepercayaan untuk membangun pembelajaran yang relevan dengan kehidupan muridnya.

Pendidikan berkualitas bukan hak eksklusif anak-anak kota. Ia harus hadir di setiap pelosok, dari pesisir hingga pegunungan, dari anak-anak dengan keistimewaan hingga mereka yang berkebutuhan khusus. Ini bukan soal idealisme semata, tapi komitmen pada keadilan.

Kita butuh kebijakan yang mendukung: perbaikan infrastruktur di daerah tertinggal, peningkatan kesejahteraan guru, serta pemanfaatan teknologi secara bijak melalui blended learning atau remote learning untuk wilayah yang sulit dijangkau.

Lebih jauh, pendidikan juga harus adaptif terhadap perubahan. Kurikulum perlu memberi ruang bagi proyek nyata, pendekatan STEAM, dan program magang. Siswa harus dikenalkan pada tantangan dunia nyata, bukan hanya diajari menjawab soal.

Baca Juga

Transisi energi dan kendaraan listrik di Indonesia

Transisi Energi Kendaraan Listrik

Maret 27, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Mengelola Pendidikan Ala Keledai?

Maret 15, 2026

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 17, 2026

Mengubah Paradigma


Jika kita ingin pendidikan menjadi alat pembebasan, bukan alat pelanggeng ketimpangan, maka paradigma harus diubah. Dari hafalan ke pemahaman. Dari kejar nilai ke bangun nalar. Dari sekolah sebagai pabrik, menjadi ruang tumbuh yang memanusiakan.

Deep learning bukan sekadar metode. Ia adalah wujud harapan: bahwa setiap anak punya potensi, bahwa setiap guru bisa jadi agen perubahan, dan bahwa setiap ruang kelas, betapa pun sederhananya, bisa menjadi pusat transformasi.

ADVERTISEMENT

Pendidikan yang adil dan berkualitas tak bisa ditunda. Ia bukan hanya soal statistik, tapi masa depan jutaan anak bangsa. Jika kita serius ingin perubahan, maka pembelajaran mendalam harus menjadi arus utama dalam praktik pendidikan kita.

Karena di balik setiap anak yang berpikir, bertanya, dan bermimpi, ada masa depan bangsa yang sedang dibentuk. Nyanban

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Ketika Saya Merasa Berdosa kepada Netizen

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com