Dengarkan Artikel
Oleh Dahrina. M. S. Ag. MA
Kamad MIN 11 Banda Aceh
Rinduku di Ujung Senja
Pagar hati kini bersenandung rindu
Membelah lara nan kian membara
Kembara Jelata dalam pena
Menukilkan jejak kelam
Semakin sahdu dalam kenangan
Akankah rindu ini terus bersenandung
Tinta menari berharap kertas tak menyakitinya
Sang Pena terus bersenandung
Kertas kertas itu pun menunggu
Datang siilih berganti dengan rima bergelora
Daya terus membara
Mengalir bak sungai rimba
Teduh sejuk hingga muara
Gemercik air sejukkan suasana
Kerikil tajam menjadi buta berbara
Dua jiwa terbungkus rasa
Berharap jangan pernah sirna
HILANG
Ingin aku membenci
Ingin aku menjerit
Ingin aku meronta
Ingin aku menangis
Masih membekas cintamu
Masih terkenang indah bersamamu
📚 Artikel Terkait
Masih terbayang kisah antara aku dan kamu
Masih tersimpan indah dalam album kenangan
Hilang semua, ada batas antara kita
Hilang dalam dekapan usia
Hilang begini saja
Tapi
Rindu selalu menggoda
Rindu menghampiri sepanjang malam ku
Rindu… Kemana aku harus mengadu
Rindu itu selalu menyapa
MALAM BERBALUT RINDU
Malam-malam ku sepi
Malam-malam ku tanpa kamu
Malam-malam ku pergi tanpa pamit
Malam-malam ku berlalu
Ketika
Rindu itu hadir aku galau
Rindu itu menghampiri aku gila
Rindu itu mendekat aku sekarat
Rindu itu mengutuk aku hilang logika
Sedih bercampur menjadi satu
Aku harus kuat
Kan ku nanti dirimu
Karena setiaku teruntukmu
RINDU ITU GILA
Rasa, ada datang tiba-tiba
Terseret dalam deras masa
Logika hilang tanpa jejak
Desiran darah mengalir tak tentu arah
Terhempas pasrah
Rindu ini memang gila
Gila berbalut bahagia
Gila bersenandung lagu-lagu asmara
Gila terbuai ayunan cinta
Gila di atas tiupan angin dan aksara
Gila ingin selalu bersama
Oh… Oh
Sayapku ingin kau ada
Terbangkan sunyiku
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






