• Latest
13FF0AAC-47C9-46A2-9D2B-B13922D2FD13_11zon

Hentak Syair Savitri Jumiati

Maret 7, 2022
Hentak Syair Savitri Jumiati - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Hentak Syair Savitri Jumiati - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Kamis, April 2, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
13FF0AAC-47C9-46A2-9D2B-B13922D2FD13_11zon

Hentak Syair Savitri Jumiati

Redaksi by Redaksi
Maret 7, 2022
in POTRET Budaya, Puisi, Sastra
Reading Time: 12 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Sejarah Dalam Negeri Filsafat

  

Savitri Jumiati

Bola bola globalisasi

Komoditi cekik mati

Berlari sembunyi

Cekal rasa harga diri

Dunia banyak api

Ini bukan panggung atraksi

Bukan sulap para badut pemimpi

Tuding sana sini

Hasilnya pepesan teri

Lontar kayu dari balik jeruji

Apa ini toga toga sang pembuli

Hei tuan yang berlagak petinggi

Aku tiada pernah pergi

Sebab kami bukan penyekap negeri

Yang kerjanya hanya pandai mencuri

Apa itu bahasa ibu Pertiwi

Terolah lupa zaman pribumi

Aku diam dalam dongeng televisi

Mampir di jidat jidat yang kurang nutrisi

Sudahlah aku tak suka basa basi

Intuisi teknologi makin canggih

Sejarah bukan ajang properti

Dapat diperjual beli

Jika ingin jadilah pengigau yang nasiolisti

Bukan mampir di ketiak istri

Sejarah bukan obsesi

Dalam tangan negeri filsafat hakiki

Mati di lubang lubang asasi

Puan ini puisi

Bukan bahan cerca maki

Toh aku paling mensyukuri

Tidak bermimpi setinggi pelangi

Tidak ambisius mencari harta gono gini

Walhasil eksposdisi di ruang farkusi

Hasil industri melengking tinggi

Setidaknya mencekik hati

Ya aku lebih di luar sini

Bersuka ria dengan tawa tawa anak bulan sabit

Meski terpandang sebelah mata negeri

Aku bukan pemimpi mendatangi gubuk gubuk pendengki

Negeriku sudah mati

Bahasaku telah tercemeti

Entah kembali

Atau diam diantara terpas angin

Sayangnya aku hanya kalimat tak singgah dijalan jalan para petuji

Sebab aku tak akan pernah lari

Dari kertas kertas rindu ini

Bekasi Sabtu 5 Maret 2022

Telaga Sastra Cinta “Savitri J (Saju)

 

Aku Hanya Kalimat Tak Bertuan Guru

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026

Siapa aku

Hanya malam yang mengetahui ku

Yang berlarian dengan lantah teriak

puisi rindu

Aku bernyanyi dengan irama hujan

Merta hatiku tiada lah pedih

Tak mesti untuk mengenali

Toh aku hanya tertinggal di balik layar

Suara anak anak dusun mencari tawa riang

Aku mendekati rumpun rumpun hijau

ADVERTISEMENT

Tanpa batas dan tanpa paksa

Ini bukan dunia parodi

Dapat duduk ditepi jalan

Dengan sebungkus nasi berisi tempe saja

Telah membuat perutku kenyang

Saling berbincang suatu keinginan

Pada lelaki keriput atau kepada perempuan renta dengan gerombak sampah

Aku bukan siapa siapa

Yang punya segudang embel embel makna

Yang punya banyak warna warna nuansa indah

Asri bagai taman ladang dikincir angin

Ini aku dengan sebungkah kalimat

Siapa aku

Hanya nyanyian hujan yang mengetahuiku

Tak mesti mengenali aku diantara waktu

Barangkali aku cukup menjadi bayang

Merta pergi pun aku hanya sekebat kalimat tak bertuan guru

Lesap dengan sajak puisi rindu

Bekasi 04 Maret 2022

Telaga Sastra Cinta “Savitri J (Saju)”

 

Seperempat Waktu

Kukenali sekali lagi di atas sengitnya sengketa tragedi

Ada seuntar pendakian hati di lembah bukit sunyi

Tatkala lelepah bebatang rumbai menjadi dedaun carik kalimat palawa

Rontak angin beliak bising meribut tahta merta upeti

Marwah tiada tubuh tanpa kerande hilang tak berhuni

Ini musim mengering di keriput pipih telah tergari

Ku larikan sejuntrak gebu di jantung mati.

Usai resah remuk tertikam tuji

Menghela nafas yang sakarat

Laksana aku seekor anjing yang bernajis.

Di gebah buta akal culas serakah bumi.

Lewati pekat di hujung mata sepi

Mencari relung terkidung di seperempat waktu

Bilamana aku merengkuh rindu di arah riladhmu

Kepada dera subuh yang menyilah sealir dedarah aku pasrah

Bekasi 04 Maret 2022

Telaga Sastra Cinta “Savitri J (Saju)”

 

Malam Pekat

Bukan babak pada suatu celah majas

Seperti jatuhnya air yang menetes

Entah ketanah atau di ranting dedaun

Aku tak membawa kemanisan kata

Sedang jemari tangan hanya mengepal tangis

Kertas kertas yang meratap tangis

Di jejak langkah kaki menuju lorong gelap tak berhuni

Entah apa sebab menjadi musabab

Aku masih tegak berdiri merentang prilaku

Mungkin malam pekat adalah ruangku

Mencari pasi sebuah puisi

Mengaduknya menjadi sajak liar

Merta angin memburu tubuh bayang sajak rindu

Tak mesti itu harus berbuah racun menubi

Malam pekat sekian lama aku rengkuh

Dari sebulir gabah menjadi sebulir nasi

Jauh di perdalaman senyum ramah terbias

Tak seperti kota kota penuh industri pabrik limbah

Sebumbung lantah suara pekik bersorai caci

Ini dunia atau antariksa planet mars

Selalu saja akal melipat nepotisme

Selalu saja jiwa penuh api

Selalu saja hati tertumbuhi kecambah

Langkahku belumlah usai

Masih bersama malam pekat

Dan puisiku hanya sajak rindu

Dalam setangkup subuh

Bekasi 03 Maret 2022

Telaga Sastra Cinta “Savitri J (Saju)”

 

Tentang Penyair:

Nama Lengkap: Savitri Jumiati

Nama Pena: Telaga Sastra Cinta

Tempat Tanggal Lahir: Jakarta 17 September 1976

Alamat: Jl.Bintara Jaya 4, RT 001/RW 008 No: 87

Kelurahan: Bintara Jaya

Kecamatan: Bekasi Barat

Kabupaten: Bekasi

  • Jabar 17136

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 359x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 295x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 226x dibaca (7 hari)
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa
28 Mar 2026 • 187x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Hentak Syair Savitri Jumiati - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post
Hentak Syair Savitri Jumiati - C3A12C5B FE0B 49D3 BD2D FA86415E2975 | POTRET Budaya | Potret Online

DI SEBUAH RUMAH ADAT ACEH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com