HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Tebe, Gerakan dan Nyinyir?

Redaksi by Redaksi
April 10, 2025
in Artikel, Bali
Reading Time: 2 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel


Catatan Paradoks; Wayan Suyadnya

Di tanah yang katanya dihuni oleh orang baik hati dan jujur, di pulau yang dipuja dunia karena arif menjaga alam, ada surat edaran yang mengajak: mari bersih, mari peduli, mari kita urus sampah kita sendiri, justru menjadi paradoks yang menggelitik: ajakan bersih kok malah dicibir?

Baca Juga

Hari Raya di Tengah Krisis Timur Tengah: Luka Aceh dan Kemiskinan yang Terabaikan

Maret 18, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Belajar Menabung dari Surah Yusuf: Iktibar di Tengah Ketidakpastian Global

Maret 18, 2026
Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh

Pak Bisa Minta Tolong Mendorong Helikopter?

Maret 18, 2026

Gubernur Bali, Wayan Koster, mungkin tak sedang menulis puisi saat menandatangani surat edaran itu, tapi isinya sejatinya adalah puisi untuk bumi: ajakan sederhana yang menyimpan visi besar.

Namun dunia hari ini tampaknya sudah terlalu bising oleh suara sinis. Media sosial langsung riuh—“tak mungkin” “memberatkan”, “proyek yang mematikan usaha kecil.” Kita memang cepat lelah dengan kebaikan, apalagi bila datang dari yang berkuasa.

Padahal, mari lihat baik-baik: apa salahnya diajak bersih?

Apakah terlalu suci hingga terasa asing? Atau barangkali kita memang lebih akrab dengan sampah plastik, bau got daripada aroma tanah basah dari tebe yang subur?

Tapi gerakan itu tak patah. Sekda Bali, Dewa Made Indra, tak membiarkan surat itu jadi angin lalu. Ia mengubah huruf-huruf dalam edaran itu menjadi wujud nyata: setiap kantor, setiap instansi, diperintahkan harus punya tebe modern. Lubang kecil yang bukan hanya menelan sampah, tapi memberi napas bagi tanah.

Dan bayangkan, jika tiap kantor ada dua tebe, lalu setiap SMA/SMK ikut menanamkannya, dan Sekda kabupaten/kota turut menindaklanjuti, maka Bali akan dipenuhi oleh titik-titik hidup. Pada halaman TK, SD, SMP, kantor swasta, rumah-rumah…, semua membangun tebe. Bumi tak lagi kering oleh air hujan yang hanyut sia-sia. Tanah akan kembali basah, kembali subur, kembali bernyawa. Yang menarik: semua ini dari surat yang dinyinyiri. Lucu, bukan?

Nyinyir tak sanggup menghalangi akar yang tumbuh. Sinisme tak mampu menutupi tanah yang akan hijau kembali. Ajakan menjelma menjadi gerakan, dan gerakan menjelma menjadi kebiasaan.

Lalu, mengapa ajakan baik harus selalu dicurigai? Mungkin karena kita terlalu sering dikhianati janji, hingga lupa cara percaya.

Tapi tebe tak butuh janji. Ia cukup hadir. Diam-diam bekerja. Menyaring yang organik, menyerap air hujan, menumbuhkan kompos, menghidupi tanah. Ia tak menuntut pujian, hanya butuh kesetiaan.

Maka biarlah mereka yang ingin terus nyinyir tetap berkutat di dunia maya. Sebab di dunia nyata, tanah-tanah akan berubah. Lubang-lubang tebe bermunculan, dan dari sanalah lahir harapan.

Karena kadang, yang kita butuhkan bukan orasi, bukan debat, apalagi caci-maki. Tapi satu lubang kecil di tanah—yang menyerap air, menelan sampah, dan diam-diam menyuburkan bumi.

Sugihan Jawa, 10 April 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 360x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 308x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 225x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 188x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Artikel

Hari Raya di Tengah Krisis Timur Tengah: Luka Aceh dan Kemiskinan yang Terabaikan

Maret 18, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman
Artikel

Belajar Menabung dari Surah Yusuf: Iktibar di Tengah Ketidakpastian Global

Maret 18, 2026
Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala
Dinas Koperasi

Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala

Maret 18, 2026
Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh
Aceh

Pak Bisa Minta Tolong Mendorong Helikopter?

Maret 18, 2026
Next Post

Mengoptimalkan AI dalam Membuat Ilustrasi Buku Cerita Anak

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com