Dengarkan Artikel
Oleh: Anies Septivirawan
Tepat pada pukul 09.00, H plus lebaran atau sehari setelah sholat Idul Fitri, 2 Syawal 1446 Hijriyah, pas hari Selasa tanggal 1 April 2025, kami sekeluarga yakni saya , istri, anak dan adik ipar berangkat dengan mobil Suzuki Carry tahun 1987 menuju sejumlah destinasi wisata alam yang ada di Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur.
Tulisan ini saya anggap catatan perjalanan singkat karena tempat wisata yang kami tuju hanyalah sebagian tempat wisata, dengan tujuan utama adalah kolam renang “Selo Aji” yang terletak di kaki gunung Raung yang masih berada di wilayah administrasi Kecamatan Sempu, Banyuwangi.
Jika dihitung jarak kolam renang tersebut dari kantor Kecamatan kurang lebih sekitar 5 kilo meter an.
Kendaraan jadul kami melaju dengan tenang dan lancar meskipun situasi lalu lintas di sekitar dipenuhi dengan sebagian pemudik dan sebagian lagi ada orang – orang berseliweran dengan kendaraan roda dua dan empat melakukan anjangsana silaturahmi ke sanak saudara dan handai taulan. Suasana lebaran masih hangat dan kental.
Dari kejauhan, tampak sebagian tubuh gunung Raung yang diselimuti awan bercampur kabut. Meskipun demikian, hawa tidak terasa terlalu dingin. Sinar matahari menghangatkan kulit kami.
Dan ketika mobil yang kami tumpangi hampir sampai ke tempat tujuan yakni kolam renang “Selo Aji”, ternyata dari jarak 50 meteran tidak ada tampak para wisatawan yang akan berkurang ke sana. Dan pintu gerbangnya pun tutup, artinya pemilik destinasi wisata itu tidak beroperasi karena libur lebaran.
Kami pun berbalik arah, namun berencana tidak akan keluar dari wilayah kaki gunung Raung. Mobil tua yang kami kendarai terus melaju menuju sebuah hutan pinus. Destinasi wisata alam yang dikelola oleh pihak perhutani Banyuwangi..
Pihak perhutani Banyuwangi memberi nama destinasi wisata alam ini dengan nama. “Pinus Rebound”. Menurut saudara iparku, destinasi wisata alam yang cukup menyajikan udara sejuk ini, dulu jika ada wisatawan yang masuk selalu diberlakukan tiket masuk seharga Rp 10 ribu, dan kini sudah tidak berlaku alias semua orang yang masuk bebas tiket, entah mengapa.
Di lokasi destinasi wisata alam hutan ini, tampak berderet ribuan pohon pinus. Dan di sela-sela atau di kanan kiri hutan pinus ada jalan bagi kendaraan para wisatawan. Sementara, itu, untuk menambah daya tarik pesona sang wisatawan, pihak pengelola yakni perhutani meletakkan sejumlah payung berukuran sedang berwarna merah yang dijejer secara horizontal di antara pohon pinus.
Karena masih dalam suasana lebaran, para wisatawan hanya bisa dihitung dengan jari, atau tepatnya bila dikalkulasi, wisatawan yang datang hanya kami sekeluarga dan satu keluarga lainnya yakni mengendarai mobil Pajero.
Mereka sekeluarga tampaknya sedang menggelar tikar di atas rerumputan dan melengkapinya dengan bekal makanan dari rumah. Ada juga dua kursi lipat kecil yang diperuntukkan empat anak kecil. Tampaknya bahagia sekali keluarga itu sedang menikmati makan bersama yang dilatarbelakangi oleh lereng kaki gunung Raung. Mereka dan kami berada di dataran tinggi dikepung ribuan pohon pinus, yang di bawahnya ada sungai dengan aliran air dari gunung Raung.
Hanya itu saja yang kami nikmati di lokasi destinasi wisata alam berupa deretan pohon pinus yang diselimuti hawa sejuk serta gemericik air sungai dari Gunung Raung.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






