POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Setahun Sekali

Dahlan IskanOleh Dahlan Iskan
March 24, 2025

Pulau Moyo

🔊

Dengarkan Artikel


Oleh: Dahlan Iskan

Senin 24-03-2025

(Kapal Fery Port Link III milik PT ASDP Indonesia Ferry hilang kendali dan menabrak dermaga eksekutif di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, pada Senin 17 Maret 2025 pagi pukul 10.00 WIB-Istimewa)

Celaka tapi untung. Kapal ferry itu menabrak dermaga. Kapalnya besar. Dermaganya baru. Lokasinya: Merak. Waktu kejadiannya: 13 hari sebelum puncak arus mudik Lebaran 2025.

Untungnya: bisa diperbaiki cepat. Perkiraan semula perbaikan itu perlu waktu lebih dua minggu. Bayangkan rawannya: dermaga terpenting di jalur terpadat mengalami kerusakan.

Untung, bisa dikebut. Tiga hari perbaikan bisa selesai. Dikerjakan siang malam. Secara darurat akan bisa dipakai di puncak arus mudik ke Lampung dan Palembang.

Memang stresnya hanya setahun sekali. Tapi kadar stresnya di tingkat yang menjengkelkan.

Ini adalah Lebaran pertama bagi menteri dan wakil menteri perhubungan yang baru. Saat serah terima jabatan kapan itu rasanya sudah sekalian diserahkan segala persoalan keruwetan di arus mudik Lebaran.

Kalau pun belum, masih ada waktu. Jangan sampai menteri baru harus tidur di dermaga selama seminggu.

Tahun ini ada penambahan dermaga mudik di Selat Sunda. Sekaligus lima dermaga. Lima di sini, lima di sana. Milik swasta: PT Bandar Bakau Jaya (BBJ).

Lokasi dermaga baru itu memang agak jauh dari Merak. Lebih ke utara. Tepatnya di ujung barat laut Banten. Dermaganya tidak menghadap ke Selat Sunda, tapi ke Laut Jawa. Dengan demikian, saat lepas dari dermaga kapal harus memutari dulu tanjung kecil di sudut utara Banten itu.

Itulah sebabnya jarak tempuhnya lebih lama. Lima jam. Bahkan bisa enam jam. Beda jauh dengan lewat dermaga yang baru ditabrak itu: hanya 1,5 jam.

📚 Artikel Terkait

Pendidikan Karakter dalam Bermedsos: Menyemai Etika, Menuai Cahaya

HABA Si PATok

Aku Berhenti Bekerja

DI BULAN SABIT KURINDU DI

Selama ini dermaga BBJ juga sudah dipakai. Utamanya untuk truk besar. Bahkan ODOL wajib lewat BBJ. Anda sudah tahu apa itu ODOL: over dimension over load. Yakni truk yang muatannya seperti pinggang orang yang over obesitas.

Dermaga BBJ memang tidak seperti dermaga Merak. BBJ lebih seperti dermaga untuk kapal LCT. Tentu Anda akan tetap pilih lewat Merak.

Tapi dalam keadaan arus mudik terlalu padat ada kemungkinan mobil Anda dipaksa diarahkan ke BBJ. Suka atau tidak suka.

BBJ sendiri punya kapal ferry yang cocok untuk ODOL. Punya empat kapal. Baru tahun ini BBJ akan dibuat lebih ramai. Di Lebaran ini sebagian kapal ferry milik perusahaan lain akan diarahkan ke BBJ.

Rezeki memang di tangan Tuhan, tapi sebagian juga dari tangan pembuat peraturan.

Saya sendiri akan naik ferry jurusan jauh: Surabaya-Lembar (Lombok). Ingin coba ferry yang punya kamar tidur berkelas.

Sebenarnya ferry itu juga akan ke Labuhan Bajo dan Ende, tapi waktu tidak cukup. Pilih turun di Lombok. Berlebaran bersama anak-cucu di Lombok. Kalau sempat menyeberang ferry lagi ke Sumbawa. Lalu naik perahu ke Pulau Moyo.

Sudah lama saya ingin ke Pulau Moyo. Yakni sejak tahu bahwa ‘Lady Di’ pernah satu minggu menikmati pulau di utara Sumbawa Besar itu.

Anda sudah tahu siapa Lady Di. Pun penyanyi rock dunia Mick Jagger. Juga seminggu di situ. Saya malu pada mereka.

Menjelang Lebaran begini pelayanan umum memang kritis. Pejabat di bagian itu bisa panik. Juga ingin main aman. Maka keluarlah larangan untuk truk selama 15 hari di sekitar Lebaran. Maksudnya: truk jangan ikut memadati jalan raya.

Tentu pengusaha truk jengkel. Apalagi yang cicilan truknya belum lunas. Tidak hanya itu. Arus barang juga akan terganggu. Ekonom akan menjerit: aturan itu akan menaikkan angka inflasi. Seharusnya tidak perlu begitu lama. Kemajuan ekonomi juga jangan diganggu terlalu banyak.

Yang paling rumit memang di penyeberangan. Khususnya Merak dan Selat Bali. Selalu ada anggapan kekurangan kapal di mana-mana. Padahal jumlah kapal berlebih-lebih. Untuk Merak misalnya, tersedia lebih 60 kapal. Dermaganyalah yang kurang.

Masalahnya: siapa yang harus membangun dermaga. Di sini dermaga seperti ”anak haram” transportasi. Pemerintah cenderung menyerahkan itu menjadi urusan ASDP. Tentu ASDP tidak bisa menghindar kalau itu penugasan dari negara. ASDP adalah BUMN.

Namun ASDP akan berhitung secara bisnis: merugikan perusahaan atau tidak. Maka jumlah dermaga selalu kalah cepat dengan penambahan kapal dan naiknya jumlah penumpang.

Agar Merak dan Selat Bali tidak bikin stres semua pihak tidak ada pilihan lain: pemerintah harus bangun banyak dermaga.

Sebenarnya rugi ke Pulau Moyo hanya satu hari. Puasa pula. Tapi waktu memang seperti THR: harus dibagi. (Dahlan Iskan)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Memaknai Kekhususan Hari Jum’at

Meraih Kebeningan Hati

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00