Puisi

Ke Ujung Alam Semesta

Maret 2025
Oleh: Reza Fahlevi

Oleh Reza Fahlevi

Mengejar harapan
Bersama lantunan doa
Aku terempas ke dasar jurang
Hampir putus asa
Karna salah dalam menanamkan persepsi hati

Membisikkan sajak-sajak
Sebagai tanda ketidakberdayaan
Terbang bisikannya melewati awan
Berharap dapat menembus luar angkasa
Agar sampai kepada Tuhan
Karna aku seorang diri yang butuh pelengkap

Cerita-cerita yang terukir
Sebagian besar tenggelam di dasar samudera
Sebagian lainnya tertinggal dalam bentuk kenangan
Dan kenangan itu… Ada yang berkisah tentang kepiluan
Membuat air mata menitik sunyi
Karna aku berharap ketidakpastian

Langit malam mengumbar senyuman
Kerlap kerlip bintang menghiasi kesendirian
Kucoba merangkai doa untuk kesekian kalinya
Aku hanya tak ingin menyerah
Meskipun masih berada di ambang keputus asaan

Walaupun ada cahaya yang mati di balik batin
Akan kukejar meski harus melewati alam semesta
Karna aku tak ingin mati tanpa cerita bahagia
Aku… Tak ingin mati sia-sia

Sejauh tahun yang terus berjalan tanpa henti
Kusadari sedikit makna kehidupan
Manusia memiliki sejumlah beban
Yang terkadang membuatnya menyerah dan mati
Sebagian tetap bertahan demi akhir yang indah
Sebagian pasrah karna tak kunjung menemukan jalan keluar

Tapi
Kehidupanku bukanlah milikku seorang
Kehidupanku adalah milik-Nya
Setiap embusan napas
Kucoba melantunkan kata-kata yang penuh dengan Keagungan
Karna… Aku tak ingin lagi meninggalkan Tuhan
Karna aku tak sanggup hidup di dalam jeruji kegelapan

Kini
Waktu seakan-akan membawaku merasakan jati diri yang sempat hilang
Aku menyadari bahwa diriku pernah berada di titik teratas
Sebelum terempas jauh ke dasar terbawah
Aku tau bahwa kesempatan untuk kembali selalu ada
Aku tau Tuhan masih menyebut namaku untuk kembali
kembali kepada Pelukan-Nya

Akan kusambut harapan dari ujung semesta
Yang turun dari langit petang nan syahdu
Aku adalah pendosa yang telah tersesat
Aku adalah pendosa yang memohon ampunan
Dengan segenap kerendahan hati ini

Doa yang sempat terputus
Akan kusambungkan lagi
Cinta yang pernah kukhianati
Akan kusucikan lagi
Di bawah langit yang agung ini
Mohon terimalah semua penyesalanku
Sebab… Aku bukan siapa-siapa
Dan aku tak punya apa-apa
Aku hanya manusia berjiwa ego
Yang selalu menyalahkan keadaan
Tanpa menyadari bahwa itu semua kesalahanku sendiri

Tentang Penulis
Lahir di Banda Aceh pada Tanggal 9 september 1996, Reza Fahlevi sudah mulai menyukai dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku SMP. Tulisannya berupa cerita-cerita pendek terdapat di berbagai platform seperti KBM, Fizzo, Blogspot dan sekarang aktif menulis di Medium. Beberapa tulisan Reza dalam bentuk puisi pernah diterbitkan oleh Warta USK. Ia juga pernah memenangkan lomba menulis novel yang diadakan oleh penerbit USK Press serta juga menjadi salah satu penulis dalam dua buku antologi yang berjudul Jembatan Kenangan (Jilid II) dan Kebun Bunga Itu Telah Kering. Selain menulis, Reza turut serta menjadi salah satu tenaga pendidik di sekolah MIN 20 Aceh Besar.

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir