• Latest

Cinta yang Keliru

Oktober 19, 2016
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Cinta yang Keliru

Redaksi by Redaksi
Oktober 19, 2016
in Sastra
Reading Time: 4 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Dina Triani GA

Marlina baru sehari berada di Singapura untuk mengisi masa liburan waktu pertama kali bertemu Reza. Pagi itu, orang – orang hilir mudik di sepanjang Esplanade Park mengenakan pakaian – pakaian longgar yang nyaman. Reza baru saja turun dari taksi. Ia hendak menyelesaikan artikel yang harus diserahkan ke meja redaksi minggu depan. Berjalan menuju taman dimana tampak seorang gadis tengah duduk di bangku dengan separuh wajah tertutup oleh buku yang sedang dibacanya.

Reza memilih bangku menghadap Marlina. Meskipun sedang membaca, Marlina memperhatikan waktu Reza duduk tidak jauh darinya. Ia mengenakan kemeja army dan bersepatu boot. Reza lalu mengeluarkan laptop dan mulai mengetik dengan penuh konsentrasi. Di balik buku, yang ditaruh persis di depan wajahnya, Marlina menebak – nebak usia Reza. Sepertinya tiga puluh tahunan dan pastilah sudah menikah. Setelah itu, Marlina kembali membaca bukunya.

Mata mereka bertemu ketika sekumpulan burung dara tiba – tiba berterbangan saat dua orang bocah berlarian. Reza melempar senyum, namun si gadis tidak membalas. Reza bisa melihat buku yang dibaca gadis itu karangan Lily Franky yang berjudul Tokyo Tower. Reza juga bisa melihat gadis itu memiliki rambut ikal dan kaki panjang terbungkus jeans. Gadis itu tidak cantik, tapi begitu Reza mengamatinya, ia mendapati dirinya tak ingin mengalihkan pandangannya ke mana pun.

Ketika Marlina melirik, ia melihat Reza sedang memperhatikannya. Pria itu masih memegang laptop di pangkuannya, tapi kepalanya menoleh, dengan terang – terangan dan tanpa malu memperhatikan Marlina. Marlina kembali membaca bukunya. Tapi ia tidak bisa meneruskan bacaanya. Ia melirik lagi ke arah Reza dan memberi seulas senyuman.

Reza lalu mendekati si gadis dan memperkenalkan diri. Marlina berkata ia sedang menunggu seorang teman. Ia kuliah di Bandung pada fakultas ekonomi. Reza tidak memberitahu apa pun, kecuali nama dan cerita sepintas mengenai dimana ia menginap dan mengapa ia berada di Singapura. Kemudian Reza minta nomor handphone gadis itu dan Marlina mengucapkan kata perpisahan begitu seorang kawan menghampiri.

Sehari kemudian, Reza menghubungi sang gadis. Mengajaknya bertemu di Bukit Timah Road. Meskipun terkejut, Marlina mengiyakan ajakan itu.

“ Kau sering melakukan ini? “ tanya Marlina ketika mereka duduk – duduk di Living Cafe & Deli.

“ Tidak, “ jawab Reza. “ Aku tak pernah minum berduaan dengan gadis yang baru kukenal selama ini. “

Marlina meneguk kecil jus ABC yang berisi campuran dari buah apel, wortel dan bit. Reza mengamati dari seberang meja. Ia berpikir: Segelas minuman tak kan cukup bagiku.

Reza berkata, “ Aku hanya seminggu di Singapura. “

“ Sama, “ sahut Marlina. Logat Sunda dalam nada bicaranya sangat kental. “ Kau sudah menikah? “

“ Ya. Aku juga sudah memiliki seorang anak, “ Reza menyeruput Soy Chocolate panasnya, “ Tapi kau kelihatannya tidak punya pacar. “

“ Memang. “

Reza menatapnya dan berkata dengan sungguh – sungguh, “ Syukur lah kalau begitu. Aku senang mendengarnya. “

Reza bersikeras mengantar Marlina sampai ke Park Sovereign, hotel tempat ia menginap. Marlina tak kuasa menolak. Laki – laki itu terlalu menarik untuk diabaikan.

Sehari setelah pertemuan itu, mereka sering membuat janji di lain tempat. Hangout di Holland Village, jalan – jalan di Orchard Road, jajan di Woodland Center. Marlina mulai jatuh cinta kepada Reza, dan Reza berusaha keras untuk mengelak perasaan yang sama terhadapnya. Namun perasaan itu begitu kuat hingga pada hari terakhir, Reza mengajak gadis itu ke Singapore Botanic Gardens.

Mereka berjalan menyusuri jalan setapak melewati danau Simfoni dimana sebuah patung Frederic Chopin terpajang. Udara terasa hangat dan cerah. Reza membimbing Marlina menjauhi kerumunan orang serta anak kecil yang berlarian di Palm Valley dan berjalan menuju pohon tembesi yang rindang. Mereka duduk dalam keheningan. Menyadari inilah waktunya mengucapkan kata – kata perpisahan.

“ Aku benci perpisahan, “ keluh Marlina.

“ Aku juga, “ sahut Reza.

Marlina berkata, matanya menatap rumput, “ Dari awal aku tahu hubungan kita ini akan berakhir. Dan dari awal aku tahu hubungan kita akan menyakitkan, tapi aku tidak pernah tahu akan mencitaimu seperti ini. “

“ Bagaimana kau bisa mengetahuinya? “ kata Reza. “ Kau tidak pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya. Begitu pula aku. “

Marlina mendesah, “ Jadi, beginilah akhir kisahnya. “

Baca Juga

WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026
Filosofi Cinta ala Sapardi Yang Tak Pernah Usai

Filosofi Cinta ala Sapardi Yang Tak Pernah Usai

Maret 25, 2026
Tadarus Buku Epistemologi Moksa Para Naga di Tengah Dunia yang Kian Retak

Tadarus Buku Epistemologi Moksa Para Naga di Tengah Dunia yang Kian Retak

Maret 3, 2026

“ Kurasa begitu, Marlina. “

“ Bagaimana dengan cinta kita… ? “

“ Takkan pernah sirna, “ ujar Reza berusaha tergar.

Marlina berlutut dan mulai menarik pucuk – pucuk rumput yang baru tumbuh. Ia berkata, “ Aku telah keliru mencintaimu. “

ADVERTISEMENT

Reza menoleh kearah Marlina, “ Aku pun keliru, Marlina. “

Sore harinya mereka menuju puncak gedung Ion Sky. Menyaksikan hamparan kota selagi angin kencang dari utara menerpa gedung. Mereka sadar waktu mereka di Singapura hanya tinggal hitungan jam.

Ketika mengucapkan selamat tinggal, Reza berjalan cepat – cepat menuju pintu taksi tanpa melihat ke belakang. Tapi Marlina memanggil nama Reza dan ia menoleh dan Reza mendengar Marlina berkata, “ Reza, jangan pernah melupakan aku ya? “

Reza mengangguk. Kemudian Marlina diam terpaku dan sangat berat bagi Reza untuk meninggalkannya ketika ia berkata untuk berjanji bila ia telah pulang ke Banda Aceh, bermimpilah untuknya…

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Remaja Muslim vs Pacaran

HABA Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com