• Latest

Ibu yang Cerdas di Era Global

Desember 9, 2016
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Ibu yang Cerdas di Era Global - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Lensa | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Ibu yang Cerdas di Era Global

Tabrani Yunis by Tabrani Yunis
Desember 9, 2016
in Lensa
Reading Time: 4 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Tabrani Yunis 

Direktur CCDE Banda Aceh

Ibu yang cerdas. Ungkapan ini sudah sering kita dengar dalam setiap ceramah agama, pelatihan dan dalam banyak tulisan di media massa. Berbagai macam ungkapan itu bisa dibaca dan didengar di media massa maupun media orasi di podium dan sebagainya. Ungkapan tentang, ibu cerdas, anak pun cerdas.. Ibu cerdas keluarga ikut cerdas. akan melahirkan generasi yang cerdas, bahkan menjadi materi iklan-iklan produk yang cukup laku untuk dijual. Dalam konteks Negara, perempuan adalah tiang Negara. Perempuan juga sebagai tiang agama. Apakah makna dari semua ungkapan itu?

Baca Juga

Ibu yang Cerdas di Era Global - 2025 05 14 19 27 16 | Lensa | Potret Online

Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas

Mei 14, 2025
Ibu yang Cerdas di Era Global - 2025 04 27 12 31 35 | Lensa | Potret Online

Menanti Pelaksanaan SPMB yang Berintegritas

April 27, 2025
Ibu yang Cerdas di Era Global - c41d3921 e11b 4e7a 875c 39d1a90b3b44 | Lensa | Potret Online

Kuliah Tanpa Beban

April 12, 2025

Semua ungkapan itu mengisyaratkan betapa pentingnya kaum ibu (perempuan) itu cerdas. Merujuk kepada tujuan pembangunan nasional, dan tujuan pendidikan nasional, kecerdasan ibu dan perempuan berkorelasi positif yang ingin mencerdaskan bangsa. Kunci untuk mencerdaskan bangsa ada di tangan ibu (perempuan). Oleh sebab itu maka sangat rasional kalau perempuan harus cerdas (smart). Ibu yang cerdas akan bisa memberikan pendidikan yang cerdas kepada anak-anak. Jadi, eksistensi perempuan atau ibu yang cerdas dalam keluarga berperan penting untuk menyiapkan masa depan anak-anak kita yang cerdas pula. Alasannya sangat realistis. Secara psychologis, tidak dapat terbantahkan bahwa ibu adalah sosok teladan anak yang paling dekat. Ibu adalah tempat anak-anak bertanya. Ibu adalah guru pertama dan utama bagi anak. Ketika teori pendidikan menyebutkan bahwa keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama bagi anak, maka ketika kita masuk dalam lembaga keluarga, ibulah yang menjadi guru pertama dan utama bagi anak. Apapun yang ingin dipelajari oleh anak, maka nara sumber dan fasilitator pertama dan utama adalah ibu itu sendiri. Suara ibu adalah suara yang sangat didengar oleh anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan phisik dan psykologis. Walau sebenarnya dalam keluarga ada sang Bapak atau ayah, namun hubungan anak yang paling dekat adalah ibu.

Sebuah pengalaman yang tidak bisa kita lupakan terkait dengan pertanyaan anak kepada ibu. Sebuah pertanyaan sensitive yang sering tidak diberikan jawaban oleh ibu, karena factor kurangnya kecerdasan ibu. Ingatkah pembaca ketika kecil, kita sering bertanya kepada ibu. Bu’ dari mana datangnya adik ?”. sang ibu sering menjawab dengan jawaban “ jatuh dari pesawat”, atau juga jatuh dari langit” Kita pun terdiam setelah mendapatkan jawaban itu dan tidak lagi bertanya. Anehnya ketika sang anak semakin bertanya dan bertanya, karena keterbatasan pengetahuan ibu, maka ibu mencari alternatif agar anak tidak lagi bertanya. Biasanya dilakukan dengan menyuruh anak bermain dan ibu memberikan sedikit uang jajan.Ujungnya, anak tidak mendapatkan jawaban yang ingin diperolehnya, tetapi sebuah kesalahan yang dilakukan ibu untuk menutupi kelemahan ibu sendiri. Semua ini, kini sudah ketinggalan zaman dan tak perlu kita lakukan.

Kini Era Global, bu

Kini era globaliasi. Sebuah era dimana tatanan kehidupan manusia yang semakin dekat tanpa batas atau sekat Negara (borderless) untuk menyampaikan informasi, produk dan gaya hidup. Globalisasi yang dirancang oleh Negara-negara maju lewat produk teknologi yang canggih, telah membuat jarak antar negera, bangsa, produk dan lain-lain semakin dekat. Semua berbau sangat kapitalis, internasionalisasi, liberalisasi dan sebagainya yang sangat kompetitif. Tentu saja, interaktif sosial, budaya dan agama semakin cepat terjadi. Oleh sebab itu di era globalisasi sekarang ini, perubahan gaya hidup, moralitas dan mentalitas suatu bangsa berubah secara cepat, tergantung pada pengaruh kekuatan suatu budaya, produk yang dipromosi dan diusung oleh sebuah Negara maju. Di era global seperti sekarang setiap Negara maju maupun yang sedang berkembang bersaing ketat menjual produk budaya, agama, politik, social dan segalanya. Akibatnya gaya hidup kebanyakan bangsa pun mengikuti arus global.

Nah, ketika gaya hidup semakin global, maka terjadi perubahan nilai, norma, moralitas , mentalitas dan kearifan lokal yang kita miliki. Ketika dunia semakin global, maka moralitas dan mentalitas kita juga menjadi semakin global tantangannya. Kita cendrung meninggalkan nilai moral yang kita miliki dan mengadopsi segala hal yang baru dengan tanpa menggunakan filter untuk memilih. Ini semua menjadi tantangan dalam membangun manusia Indonesia sebagaiamana yang kita cita-citakan ketika Negara ini diproklamirkan.

Bagi ibu-ibu dan para perempuan, globalisasi membaca konsekwensi tersendiri. Derasnya arus globalisasi yang kini telah masuk, menusuk ruang makan, ruang tidur dan bahkan ruang hati kita, harus bisa disikapi oleh perempuan secara cerdas. Risiko yang dihadapioleh kaum yang mengalami tindak diskriminasi selama berabad-abad, yang memposisikan perempuan pada posisi yang lemah dan melemahkan, membuat daya saing perempuan rendah. Sehingga posisi perempuan di ruang publik juga akan semakin sempit. Padahal, ketika era global yang didorong oleh kemajuan ilmu dan teknologi canggih ini, kesiapan perempuan menghadapi perubahan gaya hidup bangsa semakin dibutuhkan, bukan hanya karena factor kedekatan perempuan dengan anak sebagai genarasi baru, tetapi menyiapkan perempuan mampu bersaing agar tidak terlindas dan tertindas oleh arus budaya global.

Dalam perjalanan sejarah globalisasi, membuktikan banyak perempuan yang menjadi korban dari globalisasi. Perempuan banyak yang menjadi budak globalisasi, karena produk-produk global ikut mempengaruhi gaya hidup perempuan yang semakin konsumtif di tengah kelemahan sector ekonomi perempuan. Globalisasi banyak menyeret perempuan dan generasi muda dalam budaya global yang menindas. Kita memang jarang menyadarinya.

Oleh sebab itu, agar perempuan tidak kalah bersaing mendapatkan posisi yang layak dalam tata kehidupan modern, perempuan harus mau berbenah, belajar meningkatkan pengetahuan, ketrampilan serta sikap kreatif, inovatif dan kompetitif. Perempuan tidak boleh lagi malas membaca, malas belajar. Perempuan harus belajar, mengejar ketertinggalan dan juga untuk menjadi kuat agar perempuan menjadi ini kuat dan mandiri serta berkembang. Maka, teruslah belajar dan produktif dengan apa yang dipelajari. Sehingga mampu mengatasi perubahan global yang terus mengintai. Selamat Hari Ibu.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 352x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 352x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 317x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Baca Juga

IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
Next Post

Revitalisasi Manajemen Politik Kebencanaan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com