POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Tidak Ada Ide

Don ZakiyamaniOleh Don Zakiyamani
February 14, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Don Zakiyamani

Saat meeting dengan para junior dan senior, ada satu pertanyaan menarik soal dunia menulis. “Tidak ada ide”. Sama seperti ketika mahasiswa kesulitan mencari judul skripsi. Dan tidak ada ide atau ide masih setengah atau seperempat adalah hal yang sering ditemui penulis.

Pakar sering memberi saran agar ide ditemukan, lalukan beberapa hal. Misalnya, membaca, menonton film, mendengarkan musik, jalan-jalan, dan aktifitas lainnya. Lalu jika semua hal tersebut sudah dilakukan namun ide tidak ditemukan, apa yang harus dilakukan?.

Bagaimana jika tulis saja sulitnya menemukan ide. Bukankah itu juga ide yang menarik. Jika dalam perspektif dunia pendidikan, persoalan ide bermula ketika kita jarang diajak ke ranah berpikir. Kita diharuskan seragam dalam segala hal.

Saat kuliah, Dekan dan pembantu dekan kerap protes ketika saya menggunakan sandal dalam acara-acara formal. Bagi mereka itu tidak sopan. Bagi saya, selama tidak melanggar syariat, semua halal.

Karena halal, tidak harus mengikuti hasrat mereka. “Ke rumah Tuhan saja pakai sandal, masa sih ke ruangan koruptor kampus harus rapi”, ujar jiwa muda itu.

Sikap itu tetap saya lanjutkan. Sikap itu melahirkan banyak ide. Sikap merdeka tanpa melanggar hak orang lain. Menemukan ide mudah selama kita memiliki jiwa merdeka. Termasuk tidak dijajah pikiran sendiri. Tidak dijajah keinginan sendiri apalagi orang lain.

Jika gibah itu mudah, harusnya menulis itu lebih mudah. Tidak ada bantahan. Bukankah melalui tulisan kita dapat menggibah peristiwa, orang lain, termasuk menggibah diri sendiri. Jadi, tidak ada ide adalah ide juga.

📚 Artikel Terkait

Membangun Kesadaran Biopori Buatan dan Biopori Alami

Banjir

Alumni SMAN 1 Lhokseumawe Bagi Takjil untuk Masyarakat

The Unsung Heroes: Honouring the Role of Teachers in Society

Ya benar, kita ingin tulisan berkualitas. Ibarat makanan, selain enak harus bergizi. Itulah yang dilakukan ibunda kita. Dengan bahan seadanya, masakan lezat tersaji dan lahap kita santap. Demikian juga dengan menulis.

Tak perlu khawatir tulisan kita tak lezat. Seperti masakan, setidaknya nikmati sendiri. Soal orang lain mengatakan tulisan kita buruk, tidak runut, tidak elok, dan kritikan lainnya, senyumin saja. Toh mereka yang kritik telah membaca.

Saat Anda tidak bercelana dalam, apakah ada yang kritik Anda?, jelas tidak. Saat Anda ngomong di kamar mandi, apakah ada yang bantah. Nah, tulisan kita juga ibarat baju luar, bila tidak cocok menurut orang pastilah dikritik. Apa perlu malu? tidak.

Menulis juga ibarat membuat kopi. Ada puluhan pengunjung, si pembuat kopi menyajikan kopi terbaik, tetap saja bagi beberapa orang kopi tidak pas. Bila semua pengunjung sepakat mengatakan pas, kita telah naik level menjadi pakar.

Penulis yang tulisannya seperti narkoba, gadis cantik, pria sholeh, uang, kopi, bahkan ibarat kitab suci, jelas melalui proses panjang. Sering diremehkan, bahkan oleh dirinya sendiri.

Namun, ketika ia telah merdeka, ia mulai bangkit perlahan. Jika tulisan ini menggurui, itu karena saya tidak ada ide. Namun, daripada otak diperkosa keengganan menulis, satu tulisan singkat ini cukup menghibur.

Kapan-kapan kita tanya Socrates mengapa memilih racun daripada menjilat penguasa. Kita tanya pula Rene, kenapa ia eksis hanya saat mikir. Di lain waktu kita tanya Nietzsche mengapa ia menuduh para pendeta sebagai pembunuh Tuhan. Atau kita bisa tanyakan pada Prabowo, mengapa masih di bawah ketiak Jokowi. Semua pertanyaan itu menarik dibahas.

Tapi tidak sekarang. Kapan? saat ide menghampiri. Saat ini, ide tidak memakai GPS. Entah di mana lokasi terakhirnya. Bisa jadi ia tidak kemana-mana, kita saja yang berburuk sangka pada ide.

Bila tidak menemukan ide, bagaimana kalau kita ciptakan ide. Apakah mungkin? bagi Plato ide memang sudah ada. Bagi saya, ide bisa diciptakan. Apakah ide bisa diciptakan tanpa ide? atau jangan-jangan ide menciptakan ide adalah ide. Bagaimana menurut Anda?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Don Zakiyamani

Don Zakiyamani

Penikmat kopi tanpa gula

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Kami Orang Papua Mencintai Republik Ini, Hanya Saja Republik Ini yang Tidak Mencintai Kami

Kami Orang Papua Mencintai Republik Ini, Hanya Saja Republik Ini yang Tidak Mencintai Kami

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00