POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Fomo, Yolo, Fopo: Tiga Penyakit Mental Pembunuh Gen Z

RedaksiOleh Redaksi
February 1, 2025
Fomo, Yolo, Fopo: Tiga Penyakit Mental Pembunuh Gen Z
🔊

Dengarkan Artikel

 

*Oleh Mila Muzakkar*

Skizofrenia, stress pasca trauma (PTSD), mood swing, gangguan makan, dan depresi. Itu beberapa jenis gangguang kesehatan mental yang sejak dulu dikenal banyak orang.

Tapi sekarang uda berkembang, guys. seiring makin kencengnya era digital, macam-macam gangguan kesehatan mental juga bermunculan. Yah, sebut saja ganggun kesehatan mental kekinian, karena baru terjadi beberapa tahun terakhir, ketika internet dan media sosial makin banyak dipakai.

Tebak, siapa yang paling sering ngalamin jenis gangguan mental kayak gini? Yup, bener banget. Dialah gen-Z.

Banyak data yang bilang, Gen Z adalah generasi yang paling banyak mengalami gangguan kesehatan mental, sekitar 2,8% (Survei Kesehatan Indonesia, 2023). Saah satu bentuknya, menurut survei Amerikan psychological Association, 46% Gen Z stres di tempat kerja.

Kenapa Gen-Z? Karena mereka yang paling banyak maen internet dan medsos, sementara di dunia online inilah virus-virus mematikan berkeliaran.

Jadi, apa aja tuh gangguan kesehatan mental yang kekinian? Yuk kita bahas satu-satu.

Satu , FOMO (fear of missing out). Orang kayak gini tuh selalu dihantui kecemasan dan ketakutan. Takut kalau ketinggalan berita yang paling update, cemas kalau enggak langsung buka HP pas bunyi, takut nggak bisa ngikutin gaya hidup yang keren menurut narasi yang dibangun di medsos. Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, HP nya bakal di tangan terus, cek trus, scroll trus.

📚 Artikel Terkait

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck – Bincang Sore POTRET

Cahaya Zamrud yang Mulai Pudar: Merekonstruksi Makna Zamrud Khatulistiwa

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Untaian Sajak Alkhair Aljohore@

Lah, emang napa? Masalah? Ya kali, nggak masalah. Banyagin aja dalam 24 jam sehari, hidup hanya dipake hampir sepenuhnya melototin HP, kepoin hidup orang lain, mikirin gimana bisa jadi kayak orang-orang yang kebetulan terkenal, sampai nyakitin diri sendiri kalau enggak mampu kayak orang yang diidolakan.

Trus, kapan produktifnya? Kapan bikin karya yang bisa kamu banggakan dan dikenang orang lain? kapan ngobrol sama diri sendiri , sama keluarga, dan sama Tuhan?

Dua, YOLO (you only live once). “Hidup hanya sekali bro, kesempatan enggak datang dua kali, nikmatilah hidupmu!” kata mereka yang hidup dengan prinsip YOLO.

Karena hanya sekali, jadi jangan sampai ada kesenangan yang kelewat, bersenang-senanglah selama ada kesempatan, coba semua hal yang menantang, lakukan yang nggak banyak orang lakukan.

Hmm…, satu sisi bagus sih prinsip kayak gini karena bikin berani mencoba hal-hal baru. Tapi, mikir kayak gini juga bisa kebablasan, Sist! Bisa nekat ngelakuin hal-hal yang nggak bener atau merugikan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Ada surveinya tuh, katanya, 75% anak muda ngalamin kesulitan finansial karena pengeluaran impulsif, karena Yolo (National Endowment for Financial Education).

Karena mikir hidup sekali, jadinya pas dapat gaji atau bonus, langsung tuh dipake liburan keluar kota tiap bulan, nonton konser berjuta-juta, beli handphone puluhan juta, nyewa privat jet sambil live di Instagram. Ada lagi yang karena udah mikir kesempatan hanya sekali, pas pacaran “maennya” kejauhan, atau korupsi sebanyak-banyaknya mumpung lagi menjabat di tempat “basah”.

Habis itu, tanpa diduga dan nggak diperhitungkan, tiba-tiba jatuh sakit, hamil tanpa perencanaan, di PHK, kena OTT KPK, ada bencana alam, sementara tabungan udah nggak ada, tetiba teman-teman pun menjauh.

Tinggallah penyesalan, yang datang belakangan. Ya iyalah, penyesalan emang selalu diakhir, karena kalo di depan itu namanya pendahuluan.

Tiga, FOPO (Fear of Other People’s Opinions). Kalau yang ini, terlalu mikirin pendapat dan penilaian orang lain. Misalnya orang lain bilang: “Udah umur 26 kok belum nikah?”
“katanya muslim, tapi kok nggak berjilbab?”, “Warna baju lo nggak match sama warna kulit lo”,
“suami kok jaga anak di rumah? Nggak gentle banget!”
atau “sekarang udah nggak zaman pacaran sambil pegangan tangan, langsung chek in dong!”

Pendapat-pendapat orang itu terlalu dihayati sampai kebawa mimpi. Setelah bangun, dipikirin lagi, dan akhirnya bikin cemas sampai stres.
Setelah itu, karena orang kayak gini pengen selalu merasa diterima oleh horang-horang, jadinya diikutin tuh pendapat orang lain itu, meski pun mungkin bertentangan dengan kata hatinya. Yang penting di depan orang lain, di medsos, terlihat baik, bagus, dan keren.

Hadeuhhh…, hidup macam ini kayak gitu? Yakin hidup kayak gitu yang kamu mau? Think again deh…!

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Syekh Abdurrauf al-Singkili; Pemuka Ulama Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00