POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Orang Kecil selalu Dikorbankan

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
January 28, 2025
Orang Kecil selalu Dikorbankan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Di sebuah sudut kafe hipster di Jalan Ayani, Wak Dalek dan Wan Dolah, dua sahabat sejati yang rambutnya mulai menyerupai kapas tua, tengah duduk sambil menyeruput kopi overpriced. Dua gelas cappuccino berharga sepiring sate kambing di warkop langganan mereka, tapi siapa peduli? Ini demi gengsi pagi itu, karena mereka menunggu live streaming pertandingan voli Korea antara tim Megawati, Red Sparks melawan AI Pepper.

“Eh, Wak,” buka Wan Dolah setelah menyeruput kopinya yang rasanya seperti air dicampur arang, “kau paham soal pagar laut tu? Dah macam sinetron komedi aku tengok.”

“Pagar laut? Hah, aku kira itu film Marvel baru,” jawab Wak Dalek sambil terkekeh. “Tapi, serius, Wan. Aku baca berita, pagar laut tu macam lebih penting dari segala urusan negara lain. PNS sibuk bikin TikTok, sementara itu sertifikat tanah di atas laut dibagi-bagi macam kupon undian.”

Wan Dolah menepuk meja kecil di depannya, hampir menumpahkan cappuccino-nya yang tinggal setengah. “Itu dia, Wak! Laut ni dah berubah fungsi. Bukannya tempat pajoh ikan, tapi jadi tempat jual-beli tanah. Dah macam main monopoli! Kau bayangkan, orang beli tanah di tengah laut. Rumahnya nanti pakai pelampung?”

“Lucu, kan? Menteri KKP bilang ilegal, tapi baru 50 sertifikat yang dibatalkan. Padahal katanya ada ratusan. Mungkin yang lain tunggu giliran atau tunggu siapa yang paling besar amplopnya,” Wak Dalek menambahkan, dengan nada sarkastik yang begitu kentara.

Wan Dolah mengangguk-angguk seperti penonton sinetron yang baru sadar tokoh utamanya ketahuan selingkuh. “Itu namanya drama cuci tangan, Wak. Orang kecil dah mulai dikorbankan. Lurah? Pegawai BPN? Nelayan? Dah masuk daftar kambing hitam. Eh, preman kampung pun diseret, padahal mereka cuma tukang jaga lahan palsu tu. Yang besar-besar, ngelesnya macam supir bajaj, Wak. Belok kiri, kanan, mutar balik, tak ada ujungnya.”

📚 Artikel Terkait

Tak Sempat Menulis – Ulasan Artikel

Rika Fatimah : Tantangan Agar Tetap Sustainable, Bagi Model G2RT DIY

Dewa Intelijen Tersesat di Lorong Gaza

Darah Perjuangan

“Tak ada habisnya,” gumam Wak Dalek, matanya menatap layar ponsel yang sudah tak sabar lihat aksi Mega. “Tapi ini memang lucu, Wan. Di negara kita ni, kalau ada yang aneh, orang malah cari hiburan baru. Tengok lah nanti, pagar laut hilang perlahan bila ada berita selebriti cerai, poligami macam artis yang pindah ke Mesir itu. Yang penting, rakyat lupa. Kau tahu tak, ini semua macam episode ulang drama sinetron zaman dulu, plotnya sama, tapi aktornya ganti.”

Wan Dolah tergelak, suaranya menggelegar sampai barista kafe melirik heran. “Kau ni, Wak. Betul juga kau bilang. Kita ni dah macam penonton setia sinetron negeri sendiri. Tak ada ending, tak ada penjahat yang betul-betul kena hukum. Semua sekadar hiburan gratiis.

Related Postingan

Demi Anak Cucu

Demi Anak Cucu

January 21, 2026
64
Ketika Relasi Mengalahkan Prestasi

Budaya Ngopi Dalam Perspektif Anak Muda

January 16, 2026
105

“Eh, tapi tunggu, Wan,” Wak Dalek menunjuk layar televisi kafe yang mulai menampilkan intro pertandingan voli. “Megawati main ni. Red Sparks lawan AI Pepper. Kalau AI menang, tak ada lagi pemain manusia. Semua diganti robot. Aku rasa, lebih baik begitu. Robot tak pandai cuci tangan.”

Wan Dolah terbahak sampai air matanya keluar. “Kau ni memang, Wak. Kalau robot pun main voli, mungkin nanti robot juga jadi pejabat. Siapa tahu lebih jujur dari yang sekarang!”

Keduanya tertawa terbahak-bahak sambil menikmati pertandingan. Di luar sana, pagar laut dan drama politik terus berlangsung. Tapi bagi Wak Dalek dan Wan Dolah, hidup terlalu singkat untuk tak menertawakannya.

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share5SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Cut Nyak Dien: Nyala Perjuangan yang Abadi

Cut Nyak Dien: Nyala Perjuangan yang Abadi

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00