POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Aku Lelah, Aku Kuat

Alya AzzahraOleh Alya Azzahra
January 23, 2025
Aku Lelah, Aku Kuat
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh: Alya Azzahra

POTRET – Di sebuah pesantren di pinggiran kota, Zahra memulai perjalanan yang ia kira akan penuh dengan cahaya. Di awal masa pesantren, semangatnya begitu besar. Ia ingin menjadi hafizah, seseorang yang mampu menghafal Al-Qur’an sepenuhnya. Cita-cita mulia itu selalu terucap dalam doa-doa ibunya setiap malam. Selain itu, Zahra juga bercita-cita menjadi seorang dokter.

Namun, lima bulan telah berlalu, dan Zahra mulai merasa lelah. Rutinitas di pesantren yang padat membuatnya tertekan. Mulai dari bangun tahajud, salat Subuh berjamaah, menghafal Al-Qur’an, belajar, hingga mengikuti berbagai kegiatan pesantren sampai malam hari. Zahra merasa hidupnya seperti roda yang terus berputar tanpa henti.

“Zahra, hafalanmu bagaimana?” tanya Aufa, teman sekamarnya, suatu pagi.

Zahra hanya tersenyum tipis. “Masih tertinggal. Aku kesulitan mengingat surat yang panjang.”

Aufa menepuk bahunya. “Tenang saja, kita semua punya ritme masing-masing. Semangat, pasti bisa.”

Meski Aufa mencoba menghibur, Zahra tetap merasa kecil hati. Di depan teman-temannya, ia selalu berusaha terlihat kuat. Namun, di balik itu, ada air mata yang sering tumpah di sajadah setiap malam.

Sore itu, Zahra mendapat kabar dari Ustazah Zakirah, ustazah yang sering menyimak setoran hafalannya. “Zahra, ada surat untukmu,” ujar Ustazah Zakirah sambil tersenyum.

Zahra mengambil surat itu. Dengan hati-hati, ia membuka amplop dan membaca tulisan tangan ibunya:

“Nak, Ibu tahu perjuanganmu tidak mudah. Ibu tahu kamu pasti lelah. Tapi ingatlah, setiap ayat yang kamu hafal, setiap usaha yang kamu lakukan, akan menjadi cahaya yang menerangi jalan hidupmu dan mewujudkan cita-citamu untuk menjadi seorang dokter yang hafizah. Jangan menyerah, Nak. Lelahmu akan menjadi kekuatan jika kamu ikhlas dalam menuntut ilmu.”

📚 Artikel Terkait

Kasino Pertama di Uni Emirat Arab: Antara Diversifikasi Ekonomi dan Dilema Identitas Islam

Tsunami, Sebuah Memori

Candaan Membawa Petaka

Khanduri Blang Ritual Yang Menjadi Tradisi

Mata Zahra berkaca-kaca. Ia memeluk surat itu erat-erat, lalu membisikkan doa, “Ya Allah, mudahkanlah langkahku hari ini.”

Setiap pagi, Zahra duduk di bawah pohon mangga di halaman pesantren, memegang mushaf kecilnya. Meski sulit, ia mengulang ayat demi ayat dengan penuh kesungguhan. Ketika hafalannya terasa tersendat, ia mengambil jeda sejenak, menarik napas panjang, lalu melanjutkan lagi.

Tidak hanya itu, Zahra mulai berdiskusi dengan Ustazah Zakirah. “Ustazah, bagaimana caranya agar hafalanku tidak mudah hilang?” tanya Zahra suatu hari.

“Zahra, hafalan itu bukan sekadar mengingat dengan kepala, tetapi juga dengan hati. Bacalah ayat-ayat itu seolah-olah kamu sedang berbicara dengan Allah. Jika kamu merasa lelah, berhenti sebentar dan berdoa. Ingatlah, Allah melihat usahamu,” jawab Ustazah Zakirah.

Kata-kata itu menjadi pegangan Zahra. Kini, setiap kali ia merasa lelah, ia berhenti sejenak, berdoa, lalu melanjutkan hafalannya kembali.

Namun, suatu hari, Zahra menghadapi ujian besar. Pesantren mengumumkan akan ada Mukhoyyam Al-Qur’an, sebuah acara ujian hafalan di depan semua santri. Setiap santri diwajibkan membaca hafalan mereka di depan para pengajar. Zahra merasa gugup. Ia merasa hafalannya masih jauh dari sempurna.

“Bagaimana jika aku lupa di tengah-tengah?” pikirnya dengan cemas.

Malam sebelum ujian, Zahra menangis di atas sajadah. “Ya Allah, aku merasa lelah. Aku takut gagal. Tapi aku ingin mencoba. Tolong kuatkan aku, ya Allah,” doanya penuh harap.

Esok harinya, ketika gilirannya tiba, Zahra maju ke depan. Tangan dan kakinya gemetar. Ia mulai membaca ayat demi ayat, surat demi surat, dengan suara pelan. Namun, di tengah-tengah hafalannya, ia terhenti. Pikirannya mendadak kosong. Ruangan menjadi sunyi.

Zahra menutup matanya, menarik napas panjang, lalu berdoa dalam hati, “Ya Allah, bantulah aku.” Perlahan-lahan, ia melanjutkan hafalannya. Ayat demi ayat dan surat demi surat mengalir hingga akhirnya ia menyelesaikan semuanya.

Tepuk tangan memenuhi ruangan. “Subhanallah, Zahra. Hafalanmu bagus sekali,” kata Ustazah Zakirah dengan senyum bangga.

Malam itu, Zahra merenung di kamar. Ia menulis di buku hariannya, “Hari ini aku belajar bahwa lelah bukanlah tanda kelemahan. Lelah adalah bagian dari perjuangan. Aku lelah, tapi aku kuat, karena aku tahu Allah selalu bersamaku. Setiap langkah kecilku menuju Al-Qur’an adalah langkah menuju rida Allah.”

Sejak hari itu, Zahra menjadi lebih yakin pada dirinya. Setiap kali ia merasa lelah, ia mengingat pesan ibunya, pesan Ustazah Zakirah, dan doa-doanya sendiri. Ia tahu bahwa jalan menuju mimpi tidaklah mudah, tetapi setiap kesulitan adalah bagian dari perjalanan yang akan mendewasakannya.

Kini, Zahra tidak lagi melihat lelah sebagai hambatan. Ia melihatnya sebagai teman yang menguatkannya, sebagai pengingat bahwa perjuangannya adalah ibadah.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 108x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 92x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 81x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Alya Azzahra

Alya Azzahra

Alya Azzahra adalah gadis remaja yang saat ini duduk bangku kelas 2 SMPIT Ibnu Mas'ud Sigli. Gadis yang berusia 13 tahun ini Memiliki cita-cita menjadi Dokter Hafidhah. Menulis di buku harian menjadi kegemarannya.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Sang Putri

Sang Putri

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00