Dengarkan Artikel
Feri Irawan, SSi MPd
Kepala SMK Negeri 1 Jeunieb
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah, sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lainnya yang sederajat. Tujuan pendidikan di SMK adalah membentuk setiap lulusan agar siap memasuki dunia kerja, dipekerjakan, atau sebagai wiraswasta.
Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, siswa SMK perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan tetap unggul dalam persaingan. Kompetisi keterampilan atau lomba-lomba lainnya membantu siswa memahami bagaimana rasanya berada di situasi yang kompetitif dan menyiapkan mereka untuk menghadapi persaingan serupa di dunia kerja maupun di lingkungan masyakat.
Dengan pengalaman ini, siswa nantinya akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.
Untuk itu kehadiran berbagai ajang talenta siswa SMK untuk memperkaya pengalaman, mendukung siswa dalam mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan yang akan sangat berguna dalam dunia kerja.
Lomba Kompetensi Siswa (LKS)
Salah satu ajang talenta paling bergensi di SMK adalah Lomba Kompetensi Siswa (LKS). LKS sebuah ajang talenta di bidang riset dan inovasi. Ajang ini diselenggarakan secara bertingkat mulai dari daerah hingga nasional. Mekanisme bertingkat tersebut merupakan salah satu cara untuk memberikan kesempatan yang sama dan adil bagi peserta didik di seluruh Indonesia untuk berprestasi dan menjadi bibit-bibit talenta potensial.
Penyelenggaraan LKS mencakup cabang lomba bidang Kelompok Konstruksi, Teknologi Bangunan dan Agribisnis, Kelompok Seni Kreatif & Fashion, Kelompok Teknologi Informasi & Komunikasi, Kelompok Teknologi Manufaktur dan Rekayasa, Kelompok Pariwisata, Layanan Sosial dan Individual dan Kelompok Transportasi yang melibatkan peserta didik terbaik di bidangnya pada tiap provinsi.
Pemenang LKS tingkat Nasional akan mewakili Indonesia ke ASEAN Skills (Kompetisi Keahlian tingkat ASEAN), World Skills Asia (Kompetisi keahlian tingkat Asia), dan World Skills International Competition (Kompetisi Keahlian tingkat Dunia).
Siswa yang mengikuti LKS adalah perwakilan terbaik dari SMK yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan provinsi dan karenanya adalah siswa-siswa terbaik dari provinsinya masing-masing.
Pada Oktober 2024 lalu, LKS menjadi ajang LKS nasional ke-32 yang diselengarakan di Provinsi Lampung.
Festiva Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N)
Lomba berikutnya, ada FLS2N sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan jiwa seni peserta didik dan menumbuhkan rasa
cinta terhadap seni sehingga akan memberikan inspirasi mereka untuk melestarikan kesenian Indonesia dan perlindungan terhadap kekayaan budaya bangsa.
📚 Artikel Terkait
FLS2N SMK menggali potensi peserta didik
di bidang seni budaya dan memberi dorongan sehingga timbul motivasi yang kuat untuk beraktualisasi diri dan berkompetisi secara sehat dalam mencapai puncak prestasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik SMK.
Selain itu diharapkan agar peserta didik dapat mengembangkan ide-ide dan kreativitasnya di bidang seni serta karya-karya nyata yang diminati oleh peserta didik.
Beberapa bidang lomba di FLS2N SMK, yakni menyanyi solo, instrumen solo gitar, film pendek, monolog, tari kreasi, kreativitas musik tradisi, cipta lagu, dan kriya.
Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)
Selanjutnya ada O2SN. Olahraga juga dapat memiliki arti yang strategis bagi nation and character building atau pembangunan watak bangsa. Dalam perspektif ini, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada penyiapan tenaga kerja, tetapi harus pula mampu membangun seluruh potensi kecerdasan manusia agar berkembang secara optimal dan bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat dan pembangunan nasional termasuk pembangunan karakter dan jati diri bangsa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, di SMK juga dilaksanakan O2SN setiap tahunnya.
O2SN-SMK merupakan momentum yang tepat dan sangat berharga bagi anak-anak
untuk dapat berprestasi dan berkompetisi secara sehat. Di samping itu, kegiatan tersebut juga dapat memberikan pengalaman belajar yang baik, yaitu belajar bekerja sama, mematuhi aturan, mengakui kelemahan diri sendiri dan belajar menghargai kekuatan Kawan, serta mengilhami nilai-nilai fair play (jujur, bersahabat, hormat, dan bertanggung
jawab) sesuai makna positif olahraga yang ada pada setiap perlombaan/pertandingan
cabang olahraga pada O2SN ini.
O2SN bertujuan mengembangkan talenta peserta didik dalam bidang olahraga,
membina dan mempersiapkan olahragawan berprestasi pada tingkat nasional maupun
internasional sejak usia sekolah.
Selain itu, Mengembangkan jiwa sportivitas, kompetitif, rasa percaya diri, dan rasa tanggung jawab. Mengembangkan budaya hidup sehat dan gemar olahraga. Menumbuhkembangkan nasionalisme dan cinta tanah air. Menjalin solidaritas dan persahabatan antar peserta didik sekolah di seluruh Indonesia.
Bidang yang dilombakan yakni Atletik, Renang, Bulu tangkis, Pencak silat, dan Karate
Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI)
Yang terakhir, FIKSI. Disrupsi global yang terjadi belakangan ini telah berpengaruh secara signifikan pada cara manusia menjalankan kesehariannya. Pengalaman menghadapi pandemi telah mengubah
perilaku manusia dalam kesehariannya, terutama dalam bersosialisasi dan berinteraksi; dalam menentukan prioritas dan pilihan-pilihannya; juga dalam aktivitas produksi dan konsumsi kebutuhan sehari-hari, yang lekat dengan mata pencaharian di berbagai bidang. Bersamaan dengan itu, disrupsi digital pun semakin nyata dirasakan dan dipraktikkan dalam berbagai aspek
kehidupan, mulai dari kesehatan dan pendidikan, hingga komunikasi dan transportasi. Kondisi pasca pandemi menjadi sebuah “kenormalan baru”, sehingga dalam upaya pemulihan dan pertumbuhan ekonomi pun diperlukan transformasi cara berpikir, serta sikap solutif dan inovatif yang sesuai dengan konteks perikehidupan masa kini dan masa mendatang.
Dalam momentum inilah program FIKSI menjadi relevan, sebagai salah satu praktik terbaik persiapan generasi muda menuju masa depan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Program FIKSI berupaya mengembangkan dan meningkatkan minat
wirausaha sejak dini.
Tujuan Program FIKSI adalah untuk menumbuhkan jiwa dan semangat
kewirausahaan peserta didik menengah, agar mampu bersaing secara global dengan
mengoptimalkan potensi kearifan lokal sebagai kontribusi terhadap pengembangan ekonomi lokal dan nasional.
Melalui FIKSI sebagai wadah kreativitas dan inovasi, peserta akan lebih memiliki
kesempatan untuk mengembangkan gagasan secara jitu dan berdampak nyata. Selama berproses dalam rangkaian program FIKSI, peserta mengasah kemampuan soft skill dasar yang harus dikuasai oleh lulusan SMK, yaitu: kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, berinteraksi; memiliki karakter yang tangguh, mandiri, bertanggung jawab, kreatif, serta kemampuan bekerja sama secara efektif dengan pihak lain, dan berjiwa wirausaha.
Selain itu, melalui FIKSI para peserta pun diarahkan pada pemahaman terhadap pilar-pilar Keberlanjutan (Sustainability), yaitu people, planet, prosperity, peace & partnership, yang juga diturunkan ke dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) 2030.
Dengan demikian, generasi yang sedang mendominasi demografi Indonesia
ini pun diharapkan memiliki kesadaran dalam mengangkat potensi sumber daya lokal dalam menciptakan aktivitas dan inovasi wirausaha, yang mencakup pertimbangan terhadap aspek- aspek sosial, budaya, lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan lainnya.
Terdapat arahan yang sejalan dengan misi Program FIKSI. Butir ke-47 dari Deklarasi Pemimpin G20 2022 menyebutkan pentingnya peran ekonomi kreatif yang melibatkan ekonomi berbasis pengetahuan, kreativitas, dan hak kekayaan intelektual, yang berkontribusi pada peningkatan
ketangguhan komunitas (pariwisata) dan UMKM melalui pembangunan SDM, transformasi digital, inovasi, serta preservasi berkelanjutan terhadap pusaka alam dan budaya.
Pernyataan Presiden Indonesia Widodo dalam pertemuan APEC 2022 memperkuat peran krusial “industri kreatif” sebagai salah satu kekuatan yang harus terus ditingkatkan untuk dapat menjadi pemenang di masa depan. Hasil WCCE 2022, Bali Creative Economy Roadmap, juga membuka
peluang besar bagi generasi muda untuk berperan dalam berwirausaha dan menciptakan pekerjaan masa depan (the future of work), terutama yang dilandasi kreativitas, kekayaan intelektual, dan teknologi.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






