People Pleaser: Saat Terlalu Baik Justru Menyakiti Diri Sendiri

Kebiasaan selalu menyenangkan orang lain sering dianggap sebagai kebaikan, padahal tanpa disadari dapat merusak kesehatan mental dan membuat seseorang kehilangan jati dirinya.
Ilustrasi seseorang merasa tertekan karena berusaha memenuhi harapan banyak orang sekaligus
Tekanan untuk selalu menyenangkan orang lain bisa berdampak pada kelelahan mental dan kehilangan jati diri.
Oleh Nafisa Humaira Hasani

Kalian pernah nggak sih dengar istilah people pleaser? atau malah kalian sendiri yang merasa menjadi seseorang dengan sebutan tersebut?

People pleaser merupakan sebuah istilah yang digunakan kepada orang-orang yang suka menyenangkan orang lain walaupun dirinya sendiri terkadang dirugikan. Orang-orang dengan perilaku seperti ini cenderung lupa bahwa kebutuhan pribadinya lebih penting daripada kebutuhan orang lain.

Ciri-ciri yang terlihat pada people pleaser sendiri seperti; sulit menolak permintaan orang lain, tidak ingin terlibat masalah dengan orang sehingga ia menyetujui pendapat orang tersebut, mengesampingkan kepentingan pribadi, sering membohongi perasaan sendiri, merasa bertanggung jawab atas apa yang bukan tanggung jawabnya sendiri, sering terlihat ingin sempurna dan baik di mata orang lain, dan sering meminta maaf kepada hal yang bukan salahnya.

Terlalu sering menyenangkan orang lain bisa membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri.

Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya; lingkungan keluarga, teman sebaya, dan sebagainya.

Sebagian orang mengatakan bahwa people pleaser terbentuk dari masa kecil yang dimana ia harus selalu sempurna, seperti harus selalu mengikuti arahan yang diberikan oleh orang tuanya baik itu tepat dan tidak tepat baginya agar orang tuanya senang. Kemudian, pribadi seperti itu akan terus terbawa hingga ia dewasa.

ADVERTISEMENT

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ini ada yang bisa dikontrol dan ada juga yang di luar kendali. Seperti contoh sebelumnya, orang tua dapat membentuk perilaku people pleasing pada anaknya karena metode parenting yang kurang tepat.

Sebagai seorang anak, yang bisa dilakukan hanya belajar dari pengalaman. Sebaiknya mulai menyadari adanya kekeliruan pada pola pengasuhan yang terjadi pada diri mereka dan tidak mengulanginya kepada keturunan mereka selanjutnya.

Perilaku people pleasing ini bukan disebut sebagai kelainan mental oleh para ahli, tapi hanya sebagai julukan biasa. Meskipun begitu, ada baiknya untuk menghilangkan perilaku tersebut, karena banyak dampak negatif yang dapat memengaruhi kondisi mental.

Pengaruh dari perilaku people pleasing ini berdampak besar pada kondisi mental seseorang. Di saat seseorang menekan kepentingan pribadi dengan mendahulukan kepentingan orang lain akan menjadikan dirinya merasa rendah diri.

Mereka yang sering menjadi people pleaser ini juga rentan terhadap stres atau depresi karena adanya kecemasan ketika takut dinilai oleh orang lain. Orang-orang seperti inilah yang banyak dimanfaatkan oleh orang lain untuk hal-hal yang merugikannya.

Kebaikan tanpa batas justru sering menjadi celah bagi orang lain untuk memanfaatkan kita.

Self-Respect sebagai Kunci

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perilaku people pleasing pada seseorang, salah satunya yang paling penting adalah dengan memiliki self-respect.

Self-respect artinya adalah menghargai diri sendiri. Dengan menghargai diri sendiri, tentunya seseorang akan mengenal dirinya terlebih dahulu. Di saat seseorang mengenal dirinya sendiri, ia akan mengetahui apa yang ia butuhkan dan apa yang ia rasakan.

Orang yang memiliki self-respect akan memilah dan memilih apa yang berguna untuk dirinya, ia tidak akan membiarkan orang lain memanfaatkan dirinya demi kepentingan orang tersebut, karena ia tahu bahwa diri sendiri adalah prioritas yang utama.

Dengan memiliki harga diri, seseorang juga memiliki batasan yang jelas. Ia sangat menjunjung kedisiplinan diri. Ia akan merasa terganggu jika ada batasan yang diganggu.

Cara yang bisa dilakukan untuk memiliki self-respect di antaranya; belajar memahami diri sendiri, membuat batasan yang jelas, memilih orang-orang yang layak ada di sekitar kita.

Berani Berkata Tidak

Ketika menyadari bahwa diri kamu menjadi people pleaser, mulailah untuk mengambil sikap untuk mengatasinya. Jika perilaku seperti ini disepelekan maka dampaknya akan semakin buruk bagi diri sendiri.

Berani berkata “tidak” itu penting, karena tidak semua hal itu bermanfaat bagi kita, bisa jadi orang hanya memanfaatkan kebaikan kita demi kepentingannya sendiri. Bahkan, ada saat dimana kita sangat membutuhkan orang lain tapi tidak ada yang bisa membantu kita.

Tidak ada salahnya jika kita menolak permintaan orang lain disaat permintaan itu tidak jelas dan berpotensi merugikan diri kita sendiri. Ketika ada permintaan yang kita belum tahu itu penting atau tidak, kita bisa meminta waktu untuk mempertimbangkannya.

Bukan tugas kita untuk terus menerus merasa bertanggung jawab atas perasaan orang lain apalagi yang bukan tugas kita. Terkadang yang kita berikan tidak dianggap berharga, bahkan ada yang tidak segan menyakiti perasaan kita.

“Rasa hormat terhadap diri sendiri adalah disiplin sehari-hari untuk mencintai diri sendiri apa adanya.”
— Dr. Judith Zackson, Ph.D.

Oleh karena itu, bangunlah self-respect di dalam diri kita. Dengan adanya self-respect, kita bisa menghilangkan perilaku people pleasing. Walaupun sulit, dampaknya akan sangat besar bagi mental dan diri kita.

Di saat kita menghargai diri sendiri, hidup akan terasa lebih tenang karena batin kita tidak perlu merasa untuk menyenangkan orang lain. Kemudian, orang lain akan lebih menghargai kita karena kita punya batasan yang jelas.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.