HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

BENGKEL OPINI RAKyat

Redaksi by Redaksi
Maret 27, 2026
in # Ironi, #khutbah Jumat, #Kontemplasi
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Heri Iskandar
Cara Mudah Merawat Logika
–‐————‐————————————
Jum’at, 27/3/2026 (Edisi 1683)

"Apa kesimpulan kau tentang materi khutbah Jum'at tadi Bib? Ada hal yang khusus tidak?"
"Itu sebuah sindiran bahwa kita hanya takut kepada yang belum pasti tapi melupakan sesuatu yang pasti."
"Yang belum pasti itu apa?"
"Akhir dari perjalanan kita di dunia ini."
"Yang beliau maksudkan tentang kematian bukan?"
"Ya, betul!"
"Yang bisa kau simpulkan seperti apa?"
"Ada dua hal!"
"Boleh juga kalau kau mau menguraikan kembali."
"Pertama kita tidak pernah menjadikan kematian orang lain sebagai pelajaran."
"Pelajaran bagaimana yang dimaksudkan itu?"
"Bercontohlah pada kematian yang menimpa orang-orang hebat."
"Maksudnya bagaimana itu Bib?"
"Di saat-saat terakhir apa yang bisa ia banggakan? Hanya ditangisi secara singkat saja oleh orang-orang yang dicintainya. Tapi setelah dimasukan ke liang lahat bisa apa dia? Semua yang ditinggalkan di dunia akan melupakan dia begitu saja."
"Terus..?"
"Pelajarannya adalah, ketika masih di dunia ingatlah semua akan kita tinggalkan? Yang kita cari hingga menghalalkan segala cara tidak bisa menerangi gelapnya kubur atau melapangkan sempitnya liang lahat."
"Terus?"
"Apa yang kita bawa ke alam baqa nanti? Bisakah yang kita banggakan di dunia membantu kita di sana?"
"Satunya lagi apa..?"
"Sadarkah kita bahwa pencapaian yang kita banggakan di dunia semuanya bersifat semu?Tidak ada yang akan membuat kita terhormat di alam kubur selain amal ibadah. Dua pelajaran itulah yang menurut khatib tadi sering kita lupakan karena kita sibuk mengejar dunia."
"Hubungannya dengan perang Iran dengan negara laknatullah Israel apa? Kalau aku tidak salah dengar ada beliau kaitkan ke sana tadi."
"O itu sebagai salah satu contohnya saja!"
"Contoh bagaimana?"
"Semua kita takut akan terjadi perang dunia ketiga gara-gara perang Teluk. Tapi kita tidak pernah takut berbuat dosa yang membuat Allah murka."
"Di luar itu apa lagi?"
"Kita takut akan terjadi Perang Dunia Ketiga tapi tidak pernah takut menghadapi alam kubur."
"Kalau itu ada sempat kudengar."
"Kita juga sibuk membicarakan kehancuran Iran maupun Israel akibat saling serang. Tapi kita tidak pernah menyimak kehancuran moral yang terjadi di dalam keluarga kita."
"Itu juga ada aku dengar!"
"Yang terakhir adalah masing-masing kita sibuk memberi dukungan kepada negara yang berperang. Tapi kita malah melupakan cinta dan kepedulian terhadap negara sendiri."
"Kaitannya dengan tema kematian yang beliau kupas apa Bib?"
"Menurut ustad tadi ada dua kematian yang akan dihadapi oleh setiap jiwa."
"Itu yang tidak sempat aku simak. Jabarannya bagaimana itu?"
"Pertama kematian yang sifatnya pasti dan satunya lagi kematian hati nurani."
"Bagaimana itu..?"

“Orang hanya memikirkan tentang diri dan kepentingannya sendiri sana. Masalah inilah yang sedang melanda bangsa kita menurut khatib tadi. Akibatnya makin banyak anak bangsa yang rela menjadi pengkhianat asal kepentingan pribadinya tercapai..!”

🙏Heri Iskandar

Baca Juga

b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026
ChatGPT Image 27 Mar 2026, 08.43.09

Pelayanan Akses Kesehatan di Nabire Provinsi Papua Tengah Masih Minim

Maret 27, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 253x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 225x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 207x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 173x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 143x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322
# Ironi

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026
#Geopolitik

Rekonsiliasi Sunni–Syiah: Kunci Persatuan Umat Islam Menghadapi Ketimpangan Global

Maret 27, 2026
632458c6-42bf-4adc-b9a7-5a84eb6eea5c
Artikel

Physical Artificial Intelligence Geothermal dan Potensi Indonesia Menjadi Pemain Dunia

Maret 27, 2026
Lebaran di Kampung yang Sunyi
Artikel

Kegaduhan dan Seni Mengalihkan Pandangan.

Maret 27, 2026
Next Post
b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Please login to join discussion
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Tulisan

© 2026 potretonline.com