HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Empat Bulan Setelah Air Bah itu Pergi

Rassyad Daffa Hanna by Rassyad Daffa Hanna
Maret 26, 2026
in Artikel, #Bencana Hidrometeorologi, Bingkai Sekolah, opini Siswa
Reading Time: 3 mins read
0
Kehidupan pasca-bencana di desa_11zon
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Rassyad Daffa Hanna


Siswa kelas XII Mas Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) Banda Aceh, Ex ketua Humas OSMADA, yang berdomisili di Pantonlabu,Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Baca Juga

Hari Raya Idul Fitri; Kemenangan Untuk Siapa?

Iran Menyala; Islam Yes, Sains Yes

Maret 26, 2026

Belajar dari Depok: Tentang Kepercayaan, Kekuasaan, dan Nilai Agama

Maret 25, 2026
Perang Hacker dalam Perang Iran vs Israel-AS

Perang Hacker dalam Perang Iran vs Israel-AS

Maret 25, 2026

Pascabanjir bandang yang melanda sebagian wilayah Sumatra pada tahun 2025, ada jejak yang tidak mudah hilang begitu saja. Bukan hanya bekas lumpur yang mengering di dinding rumah, tetapi juga rasa kehilangan yang menetap di hati banyak orang.

Dari sekian banyak tempat yang terdampak, perhatian saya tertuju pada masyarakat Aceh Utara, tepatnya di Kecamatan Jambo Aye, Gampong Biara Timur dan Alue Papeun. Di sana, saya melihat langsung bagaimana hidup bisa berubah tanpa aba-aba.

ADVERTISEMENT

Air datang bukan sekadar sebagai bencana, tetapi sebagai penguji. Ia merusak rumah, memadamkan listrik, dan memutus kepastian hidup yang sebelumnya terasa biasa. Malam menjadi lebih panjang dari biasanya, gelap bukan hanya karena lampu yang padam, tetapi juga karena masa depan yang belum jelas arahnya. Makanan menjadi sesuatu yang tidak selalu tersedia, dan bertahan hidup berubah menjadi usaha yang harus diperjuangkan setiap hari.

Saya menyaksikan itu semua dengan mata saya sendiri. Ada lelah yang tidak diucapkan, ada sedih yang disembunyikan, dan ada kehilangan yang tidak selalu bisa dijelaskan dengan kata-kata. Beberapa dari mereka harus merelakan orang yang dicintai pergi tanpa sempat berpamitan. Namun di tengah semua itu, saya melihat sesuatu yang tidak ikut hanyut yaitu keyakinan.

Dalam keterbatasan, mereka tetap mengingat Sang Pencipta. Doa-doa tetap terangkat, meskipun suara kadang bergetar. Ada ketenangan yang sulit dijelaskan, seolah mereka memahami bahwa di balik ujian, selalu ada makna yang sedang disiapkan. Dari situ saya belajar, bahwa tidak semua kekuatan terlihat, dan tidak semua harapan harus diucapkan.

Empat bulan setelah bencana, keadaan perlahan berubah. Tidak langsung pulih, tetapi cukup untuk memberi ruang bagi harapan tumbuh kembali. Listrik mulai menyala, bantuan mulai lebih terarah, dan kehidupan mulai menemukan ritmenya lagi. Rumah yang rusak belum sepenuhnya kembali seperti semula, tetapi semangat untuk memperbaikinya sudah lebih dulu hadir.

Yang paling membekas bagi saya adalah cara mereka menyambut bulan Ramadan. Dalam keadaan yang masih terbatas, mereka tetap menjalankannya dengan ketulusan. Sahur yang sederhana terasa cukup, berbuka yang apa adanya terasa berarti. Tidak ada yang berlebihan, tetapi justru di situlah letak kehangatannya. Kebersamaan terasa lebih jujur, dan syukur terasa lebih dekat.

Ketika Idul Fitri datang, suasananya berbeda. Bukan tentang apa yang dimiliki, tetapi tentang apa yang berhasil dilewati. Ada senyum yang mungkin sederhana, tetapi menyimpan cerita panjang tentang bertahan. Ada haru yang tidak perlu diperlihatkan, karena cukup dirasakan.

Dari apa yang saya lihat dan saya rasakan, saya memahami bahwa bencana memang bisa mengubah banyak hal, tetapi tidak selalu mampu mengubah arah hati seseorang. Harapan tetap ada, selama manusia memilih untuk tidak menyerah. Dan dari mereka, saya belajar bahwa bertahan bukan hanya soal kuat, tetapi juga tentang tetap percaya, meskipun keadaan tidak selalu berpihak.

Jln. Medan Banda Aceh, 24 Maret 2026, 10.44 – 14.31

Rassyad Daffa Hanna, Siswa kelas XII Mas Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) Banda Aceh, Ex ketua Humas OSMADA, yang berdomisili di Pantonlabu,Kecamatan Tanah Jambo Aye.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 196x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 179x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 158x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 153x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 118x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #Masalah SosialLiterasi
SummarizeShare236
Rassyad Daffa Hanna

Rassyad Daffa Hanna

Siswa kelas XII Mas Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) Banda Aceh, Ex ketua Humas OSMADA, yang berdomisili di Pantonlabu,Kecamatan Tanah Jambo Aye

Baca Juga

#Cerpen

Pergi dan Kembali

Maret 14, 2026
Bedah buku

Bedah Buku – Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition

Maret 3, 2026
Artikel

Bedah Buku – Kitab Kebijaksanaan Orang-Orang Gila (Uqalā’ al-Majānīn)

Maret 2, 2026
Kampus

Dialetika Kampus

Februari 27, 2026
Next Post
8ebfa6ab-7ef6-4c91-be8a-443b7a9d1588

Ramadan, Rindu dan Gema Takbir di Negeri Seribu Menara

Please login to join discussion
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Tulisan

© 2026 potretonline.com