• Latest

Dialetika Kampus

Februari 27, 2026

16 Mahasiswa Otak Mesum, Nama Baik UI Tercemar

April 14, 2026
6f8634d9-e3b0-4e1b-9d2d-1d4bc1d8a261

Dari Bunyi Menuju Makna: Arsitektur Bahasa dalam Logika Nahwu

April 14, 2026
90e31710-77d8-4737-96a8-75d78fe59c67

Kritikus, Antikritik dan Kritik

April 14, 2026
Ilustrasi dampak media sosial terhadap prasangka dan hate speech di masyarakat

Pengaruh Media Sosial terhadap Munculnya Prasangka di Era Digital

April 14, 2026
0b2db6ac-08b6-4789-b368-c7c84039b754

Tuhan-Tuhan Kecil di Meja Bulat

April 14, 2026
e8ea71e6-33f0-472e-8465-849eb085fb0a

Catatan Kebudayaan Din Saja

April 14, 2026
24620c68-3a39-4e5f-a120-86ff859eb00d

Pemimpin di Tengah Badai, Mengapa Peran Kepala Sekolah Begitu Vital?

April 14, 2026
IMG_0763

Banyumas Membuka Jalan

April 14, 2026
Selasa, April 14, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Dialetika Kampus

Novita Sari Yahya by Novita Sari Yahya
Februari 27, 2026
in Kampus
Reading Time: 5 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh : Novita Sari Yahya

Dialog drama dialetika kampus terdapat dalam buku self love: rumah perlindungan diri

Drama Kampus 3 Babak tentang Gerakan Mahasiswa, Represi, dan Kebebasan Akademik
Karya: Novita Sari Yahya

🔥 Artikel Terkait
Ke Ujung Alam Semesta - 1000382040 | Puisi | Potret Online 1
Ke Ujung Alam Semesta
Maret 3, 2025
Rahasia Di Balik Pulau Terpencil - 2025 08 08 08 21 23 | Cerita | Potret Online 2
Rahasia Di Balik Pulau Terpencil
Agustus 8, 2025
Bedah Buku – Kitab Kebijaksanaan Orang-Orang Gila (Uqalā’ al-Majānīn) - 1001312936_11zon | Artikel | Potret Online 3
Bedah Buku – Kitab Kebijaksanaan Orang-Orang Gila (Uqalā’ al-Majānīn)
Maret 2, 2026
Pemimpin yang Lupa Menjadi Manusia - 1000574930_11zon | Artikel | Potret Online 4
Pemimpin yang Lupa Menjadi Manusia
Mei 11, 2025

DAFTAR TOKOH

Raka — Mahasiswa ilmu politik, idealis

Mira — Aktivis pers kampus, reflektif

Bagas — Mahasiswa hukum, logis

🔥 Artikel Terkait
Ke Ujung Alam Semesta - 1000382040 | Puisi | Potret Online 1
Ke Ujung Alam Semesta
Maret 3, 2025
Rahasia Di Balik Pulau Terpencil - 2025 08 08 08 21 23 | Cerita | Potret Online 2
Rahasia Di Balik Pulau Terpencil
Agustus 8, 2025
Bedah Buku – Kitab Kebijaksanaan Orang-Orang Gila (Uqalā’ al-Majānīn) - 1001312936_11zon | Artikel | Potret Online 3
Bedah Buku – Kitab Kebijaksanaan Orang-Orang Gila (Uqalā’ al-Majānīn)
Maret 2, 2026
Pemimpin yang Lupa Menjadi Manusia - 1000574930_11zon | Artikel | Potret Online 4
Pemimpin yang Lupa Menjadi Manusia
Mei 11, 2025

Sinta — Mahasiswi baru, pengamat

Dosen Arif — Dosen sosiologi politik

Pejabat Kampus — Representasi institusi

Narator

BABAK I — BENIH PERTANYAAN

Adegan 1 — Taman Kampus, Pagi

(Suasana santai. Mahasiswa duduk melingkar.)

Narator:
Setiap gerakan selalu dimulai dari pertanyaan kecil. Dari rasa tidak puas yang belum menemukan bahasa.

Raka:
“Kalian pernah merasa kampus ini tenang sekali? Terlalu tenang.”

Bagas:
“Tenang bukan berarti sehat. Kadang itu tanda semua orang memilih diam.”

Sinta:
“Memangnya mahasiswa harus selalu gelisah?”

Mira:
“Bukan gelisah. Tapi peka. Kalau ruang pikir mati, kampus kehilangan maknanya.”

Adegan 2 — Diskusi Terbuka

Raka:
“Aku ingat kritik Rocky Gerung soal intelektual yang kehilangan keberanian. Itu seperti peringatan.”

Bagas:
“Karena kalau yang berpikir berhenti bicara, ruang publik diisi mereka yang hanya mengandalkan kekuatan.”

Mira:
“Fenomena yang juga dibahas Ian Wilson tentang kuasa informal di jalanan.”

(Mahasiswa lain mulai memperhatikan.)

Adegan 3 — Kesepakatan

Raka:
“Bagaimana kalau kita bikin forum diskusi terbuka tentang kebebasan akademik?”

Mira:
“Aku bisa bantu dari pers kampus.”

Bagas:
“Aku urus aspek hukum dan perizinan.”

Narator:
Dan begitulah, sebuah ide kecil mulai bergerak.

(Lampu redup.)

BABAK II — GELOMBANG DAN TEKANAN

Adegan 1 — Aula Kampus

(Poster diskusi terpasang. Mahasiswa berkumpul.)

Dosen Arif:
“Kebebasan akademik bukan sekadar hak berbicara. Ia adalah fondasi ilmu pengetahuan.”

Sinta:
“Pak, kenapa kebebasan itu sering terasa rapuh?”

Dosen Arif:
“Karena ia selalu berada di antara pengetahuan dan kekuasaan.”

Adegan 2 — Diskusi Memanas

Raka:
“Sejarah menunjukkan, mahasiswa sering jadi pengingat negara.”

Bagas:
“Dan tokoh seperti Hariman Siregar membuktikan risiko dari keberanian itu.”

Mira:
“Pertanyaannya, apakah kita siap menghadapi risiko yang sama?”

(Suasana tegang.)

Adegan 3 — Intervensi

(Pejabat Kampus masuk.)

Pejabat Kampus:
“Kegiatan diskusi ini harus menjaga stabilitas kampus. Jangan sampai memicu kegaduhan.”

Raka:
“Diskusi bukan kegaduhan. Justru cara mencegah konflik.”

Pejabat Kampus:
“Kebebasan tetap ada batasnya.”

(Pejabat keluar. Suasana hening.)

Adegan 4 — Monolog Raka

(Lampu fokus.)

Raka:
“Apakah keberanian selalu dianggap ancaman? Atau justru kita yang terlalu takut kehilangan kenyamanan?”

(Lampu kembali normal.)

BABAK III — KESADARAN DAN HARAPAN

Adegan 1 — Malam di Kampus

(Suasana lebih tenang.)

Mira:
“Aku baru sadar, perjuangan bukan hanya soal aksi. Tapi menjaga ruang dialog tetap hidup.”

Bagas:
“Hukum bisa mengatur, tapi nalar publik yang menentukan arah.”

Sinta:
“Berarti mahasiswa bukan hanya pengkritik, tapi penjaga akal sehat?”

Dosen Arif:
“Tepat sekali.”

Adegan 2 — Resolusi

Raka:
“Kita lanjutkan forum ini secara rutin. Bukan untuk melawan, tapi untuk merawat ruang berpikir.”

Mira:
“Karena demokrasi tidak hanya lahir di parlemen, tapi juga di ruang diskusi.”

Bagas:
“Dan sejarah membuktikan, ide selalu lebih kuat dari rasa takut.”

Adegan 3 — Penutup

(Semua tokoh berdiri di depan panggung.)

Narator:
Gerakan mahasiswa bukan sekadar aksi di jalan. Ia adalah percakapan panjang tentang keberanian berpikir. Selama kampus masih menjadi ruang dialog, harapan tidak akan pernah sunyi.

(Lampu perlahan padam.)

CATATAN PEMENTASAN

Durasi: ±60–75 menit

Tema musik: instrumental minimalis / suara ambience kampus

Setting: kursi, meja diskusi, poster, papan tulis

Gaya akting: realis, dialog natural

Profil Novita Sari Yahya
Penulis dan Peneliti
Buku yang Diterbitkan:

  1. Romansa Cinta Antologi 23 Cerpen
  2. Padusi: Alam Takambang Jadi Guru
  3. Novita & Kebangsaan
  4. Ibu Bangsa, Wajah Bangsa
  5. Perempuan Indonesia, Zamrud Khatulistiwa
  6. Self Love: Rumah Perlindungan Diri
  7. Makna di Setiap Rasa: Antologi Puisi
  8. Siluet Cinta, Pelangi Rindu
    Pemesanan Buku: 089520018812
Tags: #analisisArtikelLiterasi
Share234SendTweet146Share
Novita Sari Yahya

Novita Sari Yahya

Novita sari yahya penulis dan peneliti yang bergabung di Filantropi kesehatan PKMK FKKMK UGM dan Filantropi Indone

Next Post
Dialetika Kampus - 829b57d8 0a91 4338 b850 2dd175f40d66 | Kampus | Potret Online

Budaya CANTIK

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com