HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mengajarkan Anak Berpuasa

Asmaul Husna by Asmaul Husna
Maret 1, 2026
in Anak, Artikel, Edukasi, puasa
Reading Time: 6 mins read
0
Sandaran yang Patah
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Asmaul Husna

Inong Literasi

Baca Juga

Membongkar Missile City 505, Kota Misil Bawah Tanah Iran

Membongkar Missile City 505, Kota Misil Bawah Tanah Iran

Maret 23, 2026
Hari Raya Idul Fitri; Kemenangan Untuk Siapa?

Hari Raya Idul Fitri; Kemenangan Untuk Siapa?

Maret 23, 2026

Ketika Anak Luput dari Kebijakan

Maret 23, 2026

Salah satu metode dalam pembelajaran yang populer dan sering digunakan adalah memberikan reward atau hadiahsetelah tujuan pembelajaran tertentu tercapai. Memberikanreward yang benar diyakini mampu memberikan dampakyang signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar, melatihdisiplin, kepercayaan diri, serta membentuk perilaku baik.  

Tentunya pemberian reward ini harus disesuaikan dengantingkat usia anak agar tepat sasaran. Tidak terkecuali dalammengajarkan anak berpuasa, juga bisa menerapkan metodeini. Kita sebagai orangtua tentu bisa memilih caramemberikan reward agar lebih meninggalkan kesanmendalam dan membekas di jiwa anak, bahkan akan denganbangga diceritakan dan diterapkan kelak bagi anak cucu. Bukankah kita juga akan kecipratan pahalanya? Dan yang paling penting mereka akan menikmati proses belajarberpuasa yang menyenangkan. 

Seperti pengalaman yang dirasakan oleh seorang teman. Saat ia kecil, ia dan adik-adiknya akan sangat bersemangat dan bahagia ketika bulan Ramadhan tiba. Ayah mereka akanmemberikan uang Rp 1.000 (nilainya tentu saat besar kala itu) setiap kali mereka mampu berpuasa sampai magrib. Dan kumpulan rupiah itu akan diberikan saat Idul Fitri tiba. Yang paling banyak berpuasa tentu akan mendapatkan lebih banyakrupiah. Sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan. 

Sedikit berbagi pengalaman saat kami mengajarkan puasapada anak-anak ketika mereka berusia 5-8 tahun, yang awalnya terinspirasi dari postingan seorang teman (semogabisa menjadi tabungan pahala baginya). Kami menyiapkanhadiah kecil sebanyak tiga puluh hadiah sejumlah hari dalamsebulan puasa untuk setiap anak. Dikarenakan kami mempunyai dua anak pada waktu itu yang akan kami ajarkanuntuk berpuasa, maka kami harus menyiapkan enam puluhhadiah. Ketika si anak mampu berpuasa sampai waktunyaberbuka maka mereka boleh mengambil satu hadiah. 

Cara pengambilannya pun kami buat unik dan tidak biasa. Kami menyiapkan gulungan kertas kecil-kecil yang sudahkami beri nomor 1-30 sesuai dengan jumlah hadiah untuksetiap anak. dan setiap hadiahpun, juga kami tuliskan nomor. Nantinya mereka akan mengambil hadiah sesuai dengannomor yang tertera di gulungan kertas kecil yang merekadapatkan. Saat berbuka tiba mereka lebih menikmati agenda membuka hadiah dari pada berbuka puasa. Pasti seru, kebahagiaan terlihat jelas dari wajah-wajah kecil mereka. Kita sebagai orangtua juga ikut merasakan kebahagiaan itu.

Isi hadiah kecil tersebut sebenarnya adalah kebutuhan sehari-hari mereka seperti perlengkapan sekolah, dalaman, mainan, atau snack yang disukai.

Pada dasarnya hal ini juga mengandung misi terselubungorangtua. Sebab sebenarnya mereka sedang menyicilkebutuhan masuk sekolah anak. Biasanya tidak lama setelahRamadhan usai, pergantian tahun ajaran baru sudah menanti, dan tentunya banyak perlengkapan sekolah yang harus dibeli. 

Untuk hadiah berupa dalaman itu sebenarnya juga bagian daripersiapan Idul Fitri. Sudah menjadi tradisi bahwa setiaplebaran tiba, pakaian harus serba baru. Terlepas dari pro dan kontra terhadap tradisi tersebut, nyatanya tradisi itu tetapberlaku setiap lebaran tiba.

ADVERTISEMENT

Untuk hadiah berupa mainan, biasanya kami membeli mainanyang berkapasitas sedikit lebih besar seperti lego atau bongkarpasang. Kemudian kami bagi menjadi beberapa bungkushadiah, jadi lebih hemat dan membuat anak-anak lebihbersemangat berpuasa demi untuk mendapatkan bagianmainan berikutnya. Dan khusus hadiah yang berisi snack, ituhanya sebagai pelengkap. Biasanya kami menyiapkan hanyadua atau tiga bungkus saja untuk setiap anak. 

Kumpulan bungkusan hadiah tersebut kami diletakkan di tempat yang tinggi tapi terlihat oleh anak-anak. Setiap kali terbersit untuk membatalkan puasa sebelum tiba waktunya,mereka akan melihat hadiah yang akan mereka dapatnantinya. Bahkan anak kami yang masih TK B kala itu tetapbeberapa hari bersikukuh untuk berpuasa sampai magrib. Padahal saat itu kami masih mengajarkan ia berpuasa hanyasampai siang (tentunya tetap boleh mengambil hadiah). Tapi katanya tidak seru kalau buka hadiahnya sendirian, tidakbersamaan dengan abang.

Mengingat jumlah hadiah yang disiapkan lumayan banyak, tentu biaya juga terkuras lebih banyak dibandingkan jikahanya dengan memberikan satu hadiah seletah puasaRamadhan berakhir. Maka kami mensiasati dengan menyicilRp 50.000 sampai Rp 70.000 perbulan sejak selesai Idul Fitri untuk persiapan Ramadhan berikutnya. Bukankah untuksebuah keteraturan dibutuhkan perencanaan yang baik dan matang? 

Untuk menghindari ketergantungan pada hadiah setiapmelakukan sesuatu, maka kami menerapkannya bertahap. Tahap pertama adalah hadiah harian dan ini kami terapkansaat mereka berusia lima sampai delapan tahun, dilanjutkantahap kedua adalah hadiah 10 harian yaitu 10 hari berpuasamaka akan mendapatkan satu hadiah (ukurannya sedikit lebihbesar dari hadiah harian sebelumnya) misalnya jika hadiahharian berisi dua buku tulis perhadiahnya maka fase ini berisilima atau enam buku tulis per hadiahnya. Tahap ini kami berlakukan saat mereka berumur 10-11 tahun. Sementara saatmereka berumur 12 tahun mereka hanya mendapatkan satuhadiah selesai menjalankan serangkaian ibadah puasa, dan mereka boleh menyebutkan gambaran hadiah yang merekainginkan.

Saat ini si sulung kami sudah berusia 11 tahun dan kami sedang menerapkan tahap ke dua kepadanya. Dan semogakami masih bisa menerapkan tahap ke tiga pada Ramadhan berikutnya. Mari kita terus berproses menjadi orangtua shalihdan terus berinovasi menjadi orangtua yang kreatif bagi anak-anak kita sebagai ikhtiar untuk mewujudkan generasi emasyang bertakwa di masa mendatang.  

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 181x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 179x dibaca (7 hari)
Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh
Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh
17 Mar 2026 • 146x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 130x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 114x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Asmaul Husna

Asmaul Husna

Asmaul Husna merupakan alumni Tarbiyah Bahasa Arab IAIN Ar-Raniry angkatan 2003. Sejak menamatkan sarjananya pada tahun 2008 ia mengajar di SDIT Nurul Ishlah Banda Aceh sebagai guru kelas sampai sekarang. Pengalaman menulisnya diawali saat ia dipercayakan untuk menulis naskah drama yang akan dipentaskan pada perhelatan akhir tahun para siswa di sekolah tempat ia mengajar. Sketsa Jiwa di Kanvas Waktu adalah antologi cerpen pertamanya yang sudah diterbitkan.

Baca Juga

Aceh

Aceh Mengaji Masihkah Menjadi Tradisi?

Maret 23, 2026
Membongkar Missile City 505, Kota Misil Bawah Tanah Iran
Artikel

Membongkar Missile City 505, Kota Misil Bawah Tanah Iran

Maret 23, 2026
Emak Mananti Lebaran
#Cerpen

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026
Lebaran di Kampung yang Sunyi
Esai

Lebaran di Kampung yang Sunyi

Maret 23, 2026
Next Post

Tadarus - QS. Ali ‘Imran ayat 110

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan
  • Login

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com