• Latest
Evening street scene with people socializing

Aceh Mengaji Masihkah Menjadi Tradisi?

Maret 23, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Aceh Mengaji Masihkah Menjadi Tradisi? - 1001361361_11zon | Aceh | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
de2293cc-7c03-4d26-8a68-a4db3f4d65b4

Sinergi Fiskal Syariah: Navigasi Zakat Perdagangan di Era Mata Uang Modern

April 21, 2026
4fb2b103-7d0d-484c-ba9b-02ec8de8ff7a

Perempuan Hebat, Perjuangan Tak Terlihat: Refleksi Hari Kartini dalam Cahaya Islam

April 21, 2026
819dc996-4ffe-43e0-a861-db43521da05d

Dr. Damanhur Yusuf Abbas: The Living Reference tentang Syariat Islam di Kota Lhokseumawe

April 21, 2026
74fe2ae1-328a-4b59-b339-daae1b4ea490

50 Santri Tumbang Keracunan MBG di Demak

April 20, 2026
Aceh Mengaji Masihkah Menjadi Tradisi? - 754B442E 63B1 4486 A85F 1FC79850CE02 | Aceh | Potret Online

Memilih Pendidikan, Memilih Masa Depan

April 20, 2026
Selasa, April 21, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Aceh Mengaji Masihkah Menjadi Tradisi?

Redaksi by Redaksi
Maret 23, 2026
in Aceh, Pendidikan karakter
Reading Time: 2 mins read
0
Evening street scene with people socializing

Ilustrasi Kehidupan Aceh di senja hari oleh AI

585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Nurwida

“ Alif, Ba, Tsa “, terdengar bacaan Iqrak di salah satu rumah masyarakat Aceh. Dulu di rumah warga Aceh akan terdengar bacaan Al-Qur’an. Waktu setelah magrib di desa maupun kota. Tidak ada kegiatan lain selain menyempatkan diri baca Al-Qur’an bagi orang dewasa. Anak-anak diajari “ mengaji” oleh orang tuanya. 

Seakan dengan tidak membaca Al-Qur’an terasa ada yang hilang.  Pendidikan Islam dimulai dari rumah. Orang tua mengambil peran utama, menjadi pijakan bagi generasinya untuk mengenal Islam dari rumah. Tempat pengajian hanya memolesnya saja. Karena pondasinya sudah ada. 

Baca Juga
  • Memetik dan Berbagi Pengalaman Wisata Literasi Nasional 2024 Kepada Siswa dan Guru
  • Menanti Status Bencana Nasional Untuk Aceh, SUMUT dan SUMBAR

Orang Aceh tidak bisa membaca Al-Qur’an menjadi pertanyaan dan tabu dalam lingkungan sosialnya.  Namun sekarang ada yang berbeda. Budaya itu telah pudar dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh. 

Peran itu telah diambil oleh balai pengajian dan maupun lembaga pendidikan lainnya. Dengan berbagai kelompok umur. Yang seharusnya peran tersebut diambil oleh orang tua sebagai madrasah pertama. 

Baca Juga
  • Membaca Pemikiran Hasan Tiro di Stan Aceh Story Expo
  • Ia Penyandang Disabilitas

Di samping itu saat sekarang, tempat pengajian juga tidak terlalu diminati. Dapat kita lihat, tempat pengajian terkadang sepi dari penuntut ilmu agama. 

Hingga berbangga hati tanpa disadari bahwa budaya kita telah tergerus tsunami bernama media sosial. Memang potret budaya Islam masih terlihat. Tapi itu hanya terlihat ketika hari-hari besar Islam. 

Baca Juga
  • HABA Si PATok
  • PENJUAL SIRIH, DAYA TARIK YANG TERABAIKAN

Perayaannya begitu luar biasa. Kemudian, pernahkan kita memaknai atau generasi memaknai budaya tersebut. Jangan-jangan itu hanya sebagai seremonial saja dan adu gengsi. 

Perhatikanlah keadaan Aceh sekarang. Tak bisa dipungkiri, budaya setelah magrib, biasanya disambut riuh orang-orang membaca Al-Qur’an. Sekarang sunyi, bergantikan suara telivisi dan suara HP. Anak-anak kita sekarang lebih memilih memandang Hpnya berlama-lama dan nongkrong. 

Anak-anak Aceh sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan nongkrong di kedai kopi dan sejenisnya. Bermain game dan bermedia sosial.  

Melihat fenomena ini, yakinkah kita akan bertahan dari air bah ini. Ketika generasi kita mulai tak berminat lagi untuk belajar identitasnya. Membuang kulturnya, ataukah kita harus siap-siap Aceh berganti wajah ke arah daerah tanpa mengenal warisannya. 

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Aceh Mengaji Masihkah Menjadi Tradisi? - Perkembangan bakat dalam tiga tahap_11zon | Aceh | Potret Online

Berhenti Bertanya “Apakah Aku Berbakat?”

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com