Dengarkan Artikel
Oleh : Novita Sari Yahya
Dialog drama dialetika kampus terdapat dalam buku self love: rumah perlindungan diri
Drama Kampus 3 Babak tentang Gerakan Mahasiswa, Represi, dan Kebebasan Akademik
Karya: Novita Sari Yahya
DAFTAR TOKOH
Raka — Mahasiswa ilmu politik, idealis
Mira — Aktivis pers kampus, reflektif
Bagas — Mahasiswa hukum, logis
Sinta — Mahasiswi baru, pengamat
Dosen Arif — Dosen sosiologi politik
Pejabat Kampus — Representasi institusi
Narator
BABAK I — BENIH PERTANYAAN
Adegan 1 — Taman Kampus, Pagi
(Suasana santai. Mahasiswa duduk melingkar.)
Narator:
Setiap gerakan selalu dimulai dari pertanyaan kecil. Dari rasa tidak puas yang belum menemukan bahasa.
Raka:
“Kalian pernah merasa kampus ini tenang sekali? Terlalu tenang.”
Bagas:
“Tenang bukan berarti sehat. Kadang itu tanda semua orang memilih diam.”
Sinta:
“Memangnya mahasiswa harus selalu gelisah?”
Mira:
“Bukan gelisah. Tapi peka. Kalau ruang pikir mati, kampus kehilangan maknanya.”
Adegan 2 — Diskusi Terbuka
Raka:
“Aku ingat kritik Rocky Gerung soal intelektual yang kehilangan keberanian. Itu seperti peringatan.”
Bagas:
“Karena kalau yang berpikir berhenti bicara, ruang publik diisi mereka yang hanya mengandalkan kekuatan.”
Mira:
“Fenomena yang juga dibahas Ian Wilson tentang kuasa informal di jalanan.”
(Mahasiswa lain mulai memperhatikan.)
Adegan 3 — Kesepakatan
Raka:
“Bagaimana kalau kita bikin forum diskusi terbuka tentang kebebasan akademik?”
Mira:
“Aku bisa bantu dari pers kampus.”
Bagas:
“Aku urus aspek hukum dan perizinan.”
Narator:
Dan begitulah, sebuah ide kecil mulai bergerak.
(Lampu redup.)
📚 Artikel Terkait
BABAK II — GELOMBANG DAN TEKANAN
Adegan 1 — Aula Kampus
(Poster diskusi terpasang. Mahasiswa berkumpul.)
Dosen Arif:
“Kebebasan akademik bukan sekadar hak berbicara. Ia adalah fondasi ilmu pengetahuan.”
Sinta:
“Pak, kenapa kebebasan itu sering terasa rapuh?”
Dosen Arif:
“Karena ia selalu berada di antara pengetahuan dan kekuasaan.”
Adegan 2 — Diskusi Memanas
Raka:
“Sejarah menunjukkan, mahasiswa sering jadi pengingat negara.”
Bagas:
“Dan tokoh seperti Hariman Siregar membuktikan risiko dari keberanian itu.”
Mira:
“Pertanyaannya, apakah kita siap menghadapi risiko yang sama?”
(Suasana tegang.)
Adegan 3 — Intervensi
(Pejabat Kampus masuk.)
Pejabat Kampus:
“Kegiatan diskusi ini harus menjaga stabilitas kampus. Jangan sampai memicu kegaduhan.”
Raka:
“Diskusi bukan kegaduhan. Justru cara mencegah konflik.”
Pejabat Kampus:
“Kebebasan tetap ada batasnya.”
(Pejabat keluar. Suasana hening.)
Adegan 4 — Monolog Raka
(Lampu fokus.)
Raka:
“Apakah keberanian selalu dianggap ancaman? Atau justru kita yang terlalu takut kehilangan kenyamanan?”
(Lampu kembali normal.)
BABAK III — KESADARAN DAN HARAPAN
Adegan 1 — Malam di Kampus
(Suasana lebih tenang.)
Mira:
“Aku baru sadar, perjuangan bukan hanya soal aksi. Tapi menjaga ruang dialog tetap hidup.”
Bagas:
“Hukum bisa mengatur, tapi nalar publik yang menentukan arah.”
Sinta:
“Berarti mahasiswa bukan hanya pengkritik, tapi penjaga akal sehat?”
Dosen Arif:
“Tepat sekali.”
Adegan 2 — Resolusi
Raka:
“Kita lanjutkan forum ini secara rutin. Bukan untuk melawan, tapi untuk merawat ruang berpikir.”
Mira:
“Karena demokrasi tidak hanya lahir di parlemen, tapi juga di ruang diskusi.”
Bagas:
“Dan sejarah membuktikan, ide selalu lebih kuat dari rasa takut.”
Adegan 3 — Penutup
(Semua tokoh berdiri di depan panggung.)
Narator:
Gerakan mahasiswa bukan sekadar aksi di jalan. Ia adalah percakapan panjang tentang keberanian berpikir. Selama kampus masih menjadi ruang dialog, harapan tidak akan pernah sunyi.
(Lampu perlahan padam.)
CATATAN PEMENTASAN
Durasi: ±60–75 menit
Tema musik: instrumental minimalis / suara ambience kampus
Setting: kursi, meja diskusi, poster, papan tulis
Gaya akting: realis, dialog natural
Profil Novita Sari Yahya
Penulis dan Peneliti
Buku yang Diterbitkan:
- Romansa Cinta Antologi 23 Cerpen
- Padusi: Alam Takambang Jadi Guru
- Novita & Kebangsaan
- Ibu Bangsa, Wajah Bangsa
- Perempuan Indonesia, Zamrud Khatulistiwa
- Self Love: Rumah Perlindungan Diri
- Makna di Setiap Rasa: Antologi Puisi
- Siluet Cinta, Pelangi Rindu
Pemesanan Buku: 089520018812

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





