• Latest
Serangkai Puisi Delia Rawanita

Serangkai Puisi Delia Rawanita

Februari 16, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Serangkai Puisi Delia Rawanita

Redaksiby Redaksi
Februari 16, 2026
Reading Time: 3 mins read
Serangkai Puisi Delia Rawanita
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

MENGENANG IBU
Delia Rawanita

Perlahan kususuri rumah ini
Begitu lama tak berpenghuni
Tampak debu menebar pengap tanpa cahaya

Ku teruskan langkah ini
Menuju ke kamar biru
Tempat kami bercanda bersama ibu, dulu

Pandangan mengitari ruang
Pikiranku dipenuhi kenangan
Wajah ibu tersangkut dimana mana
Rindu semakin sendu mengharu biru

Ibu
Kini engkau telah tiada
Tanpa sempat kita berjumpa
Yang tinggal hanya pusara
Rasa sesal memenuhi dada

Ibu
Ampuni aku anakmu
Kuhabiskan waktu demi karirku
Melupakan denyut rindumu
Membiarkan dirimu sendiri

Ibu
Kini semua tinggal kenangan
Sesal ,selalu datang kemudian
Tapi apalah dayaku kini
Semua berakhir seperti ini

Ibu
Seandainya bisa kuputar waktu
Kan kuisi seluruh ruang rindumu
Ke peluk dan kubelai kasih
Seperti ibu mengasihiku dulu

Ibu
Bersimpuh aku dalam rasa duka
Belum terbalas semua jasa
Kasih sayangmu senantiasa
Hanya mampu ku balas dalam doa doa

” allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira..”

Banda Aceh, 1.12. 2024

TEROMPAH IBU
Delia Rawanita

Bu
Maafkan bila baru hari ini aku menyampaikannya Padahal aku berjanji untuk menyimpan dalam hati saja.
Tapi aku sungguh tidak kuasa, bu.
Setiap melihat terompah aku selalu merasa bersalah

Bu, puluhan tahun yang lalu, terompah ibu yang hilang itu karena perbuatanku
Ketika suatu malam kami mengelindap di kebun ayah dan mencabut ubi
Lalu kayu bakarnya dengan terompah ibu.

Bu..
Terompah kedua bukan aku penyebabnya.
Mereka mengambilnya di beranda rumah tanpa sepengetahuanku
Lalu dengan suka cita digunakan untuk
bermain patok lele.

Maafkan aku ya, bu.
Beberapa temanku yang sudah sukses, sekarang mengirimku terompah baru dari belahan negara yang di kunjungi.
Mereka mengenang peristiwa itu dengan rindu.
Seperti aku merindukan
Ibu.

Banda Aceh, 21 Des 2023

PULANGLAH NAK, IBU RINDU
Delia Rawanita

Semakin kering air mata
Ketika rindu buatmu cuma angan belaka
Dari Bulan ke Tahun menunggu di depan beranda
Anak cucuku kalian ada dimana

Sejak ibu di tinggal sendiri
Rumah terasa begitu sepi
Suami telah menghadap ilahi , anak cucu pindah keluar negeri
Ibu tetap bertahan disini
Karena cinta kepada NKRI

Namun hari hari menjadi begitu sunyi
Tubuh mulai tua sakitpun datang silih berganti
Kabar berita yang di harap tak ada lagi
Anak anakku dengarkah kalian jeritan hati ini

ADVERTISEMENT

Bukan harta benda yang ibu harapkan
Permata kasih sayang ibu inginkan
Bentuk perhatian dari jauh
Pengobat luka jiwa yang rapuh

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026

Dengarlah ratapan kalbu ibu, nak.
Rindu ini terus bergelayut setiap waktu
Pulanglah nak, peluklah ibumu
Sebentar saja pelepas lara
Sebelum ajal lepas dari raga

Bna, 2 Des 2024

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com