Dengarkan Artikel
Oleh Ryan P. Putra
Pagi itu, suasana Hotel Mercure Madiun terasa berbeda. Langkah-langkah cepat para pelaku usaha memenuhi lobi, obrolan hangat terdengar di setiap sudut ruangan, dan layar registrasi menampilkan angka peserta yang terus bertambah. Menjelang Ramadan 2026, semangat untuk bersiap menghadapi lonjakan transaksi sudah terasa sejak Rabu pagi, 10 Februari.
Sekitar 300 peserta hadir, mulai dari pelaku UMKM, pemilik brand lokal, hingga seller e-commerce dari berbagai wilayah. Mereka datang bukan sekadar untuk duduk dan mendengar, tetapi untuk mencari bekal menghadapi momen terbesar dalam kalender bisnis tahunan: Ramadan.
Melalui kolaborasi bersama TikTok, J&T Express menggelar Seller Series Seminar bertajuk “Genjot Omzet Pakai GMV Max dan Live Shopping”. Seminar ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang bertumbuh—menggabungkan strategi pemasaran digital dan kesiapan operasional logistik dalam satu rangkaian acara.
Acara dibuka oleh General Manager J&T Express Jawa Timur, yang akrab disapa Pak Denny. Dengan nada optimistis, ia mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya soal meningkatnya jumlah pesanan, tetapi juga tentang kesiapan sistem dan strategi.
“Ramadan selalu menjadi periode dengan pergerakan transaksi yang sangat tinggi. Kami ingin para seller lebih siap, tidak hanya dari sisi promosi, tetapi juga dari sisi pengiriman agar kepuasan pelanggan tetap terjaga,” ujarnya di hadapan peserta.
Sejak sesi pertama dimulai, ruangan terasa hidup. Para peserta menyimak dengan serius, mencatat poin-poin penting, lalu bergantian mengangkat tangan ketika sesi diskusi dibuka. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir: bagaimana meningkatkan visibilitas produk, cara memaksimalkan fitur iklan, hingga strategi menjaga performa toko saat permintaan melonjak tajam.
Di tengah sesi berbagi pengalaman, Doohan, Founder Elfisha Skincare, membawa peserta menyelami kisah perjalanannya membangun brand lokal. Ia bercerita tentang konsistensi dalam membangun identitas merek dan pentingnya memahami siapa sebenarnya target pasar yang ingin dituju. Baginya, pertumbuhan bisnis tidak terjadi secara instan, melainkan melalui strategi yang terarah dan ketekunan yang berkelanjutan.
📚 Artikel Terkait
Ia juga mengingatkan bahwa dunia digital bergerak cepat. Perubahan tren dan algoritma platform menuntut pelaku usaha untuk selalu belajar dan beradaptasi. “Kalau tidak cepat beradaptasi, kita bisa tertinggal. Dunia digital itu dinamis, jadi seller harus terus belajar,”
Seminar semakin menarik ketika Rhesa Andromeda dan Frendy Chandra dari TikTok Partnership & GMV Max Ads memaparkan strategi pemanfaatan fitur GMV Max dan live shopping. Mereka menjelaskan bagaimana GMV Max membantu seller mengoptimalkan performa iklan berbasis data, sehingga anggaran promosi dapat digunakan secara lebih efisien dan tepat sasaran.
Sementara itu, live shopping diperkenalkan sebagai cara membangun kedekatan dengan calon pembeli. Melalui siaran langsung, seller dapat berinteraksi secara real-time, menjawab pertanyaan, menunjukkan produk secara detail, dan membangun kepercayaan yang pada akhirnya mempercepat konversi penjualan.
Strategi digital marketing menjelang Ramadan semakin diperdalam oleh Andri Firmansyah, Founder Digimaru. Ia menekankan pentingnya perencanaan kampanye jauh hari sebelum bulan puasa tiba. Konten video pendek yang kreatif, integrasi berbagai kanal penjualan, serta kombinasi antara iklan berbayar dan optimasi marketplace disebutnya sebagai formula efektif untuk meningkatkan performa toko online.
Namun, diskusi hari itu tidak berhenti pada strategi promosi. J&T Express juga menyoroti pentingnya dukungan logistik yang cepat dan andal. Di tengah lonjakan pesanan Ramadan, pengiriman tepat waktu menjadi faktor krusial dalam menjaga reputasi toko dan mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Kolaborasi antara platform digital dan layanan logistik dipandang sebagai fondasi ekosistem bisnis yang kuat. Ketika promosi berjalan optimal dan pengiriman tetap terjaga, seller dapat memaksimalkan momentum Ramadan tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Menutup rangkaian acara, PIC kegiatan, Moh Ajie Wahyu Setiawan, menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari komitmen J&T Express untuk terus mendampingi para seller agar semakin kompetitif di era digital. Ia berharap Seller Series Seminar menjadi bekal praktis yang dapat langsung diterapkan oleh para pelaku usaha, khususnya menjelang Ramadan.
Ke depan, J&T Express bersama Sahabat J&T Community berencana melanjutkan rangkaian seminar ini ke berbagai kota. Harapannya, semakin banyak UMKM Indonesia yang mampu tumbuh lebih adaptif, inovatif, dan siap memanfaatkan peluang pasar digital secara optimal.
Di tengah derasnya arus transaksi Ramadan yang akan datang, satu pesan kuat tertinggal dari ruang seminar pagi itu: kesuksesan bukan semata tentang ramainya pesanan, melainkan tentang kesiapan strategi, ketepatan eksekusi, dan sinergi yang solid antara digital marketing dan logistik. Ramadan pun bukan sekadar musim belanja melainkan momentum untuk benar-benar naik kelas.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






