POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Inmemoriam Agus Widjojo

RedaksiOleh Redaksi
February 9, 2026
🔊

Dengarkan Artikel

In Memorian Agus Widjojo

Oleh  Prof. Didik J Rachbini

Saya mengenal Jenderal Agus Widjojo sejak awal 1990-an ketika diajak DIpo Alam untuk merancang dan melaksanakan seminar Angkatan Darat kedua di Bandung. Saya baru menyelesaikan kuliah doktor dan pemikiran tentang ekonomi politik.  Masih hangat di kepala, pertemuan yang berhari-hari dengannya memberi kesan bahwa Agus Widjojo merupakan jenderal intelektual yang fasih pemikiran politik dan militer dalam konteks perubahan jaman. Setelah itu saya sering bertemu hanya dalam seminar dan juga berkomunikasi lewat media sosial karena mempunyai group WA yang sama.

Bagi kalangan intelektual sipil seperti saya dan banyak kawan yang lain nyaman bertukar pikiran dengan Agus Widjojo.  Selain santun dan ramah, pemikirannya sangat bernas dan menjunjung pemikiran profesionalisme TNI dan sekaligus suppremasi sipil.  Karena memang begitulah sejatinya masyarakat modern.  Agus Widjojo sering disebut “tentara intelektual atau perwira intelektual” karena posisinya yang khusus dan unik.  Ia sebagai elit militer dan perwira tinggi TNI, tetapi sekaligus pemikir strategis yang konsisten mendorong demokratisasi. 

Pemikirannya tentang profesionalisme militer dan supremasi sipil tidak lain untuk tujuan yang dipikirkannya, demokrasi modern di mana masyarakat Madani seimbang dalam trias politika, eksekutif, legislatif dan yudikatif. Pemikirannya di bidang politik dan militer sangat berpengaruh terutama pada masa transisi Reformasi

Jadi, Agus Widjojo adalah salah satu arsitek intelektual yang menutup era Dwifungsi ABRI.  Agus Widjojo berpandangan bahwa militer yang profesional, kuat dan paham peranan sejatinya sebagai benteng tanah air,  justru lahir dari demokrasi, bukan dari kekuasaan politik pragmatis di lapangan. 

Keterlibatan militer dalam dalam kehidupan sosial  politik praktis justru melemahkan profesionalisme TNI. Bagi Agus kekuasaan politik harus sepenuhnya berada di tangan sipil yang dipilih secara demokratis.  Institusi militer mesti tunduk pada konstitusi dan hukum, bukan “penjaga kekuasaan”, melainkan alat negara untuk pertahanan.

📚 Artikel Terkait

Cara Mudah Membangun Dunia. Jyhan Rashida, Dunia Fiksi: Seni dan Rahasia Membangun Dunia dalam Karya Fantasi

Puisi Esai dan Panggilan Cinta

BULAN TANPA PURNAMA

Bedah Buku Kembara Penyair Ikhtisas Meriah

Di kalangan perwira senior banyak yang pemikiran dan wawasannya sangat luas dalam bidang sosial politik dan tepat disebut sosok perwira intelektual. Selain Agus Widjojo, kita kenal almarhum Jenderal Sajidiman Suryohadiprodjo, SBY, ZA Maulani dan Jenderal Prabowo sendiri. Kita kenal pemikiran SBY dan think tank yang didirikannya, yakni Brighten Institute dan sekarang The Yudhoyono Institute. 

Sementara Praabowo dan kawan-kawan (Din Syamsuddin, Fadli Zon, dkk) pernah mendirikan lembaga Think Tankl CPDS (Center for Policy and Development Studies).  Namun di kalangan jenderal dan perwira sekarang kita sulit mengenali tentara intelektual seperti Agus widjojo dan kawan-kawan

Nah, Agus Widjojo sendiri termasuk golongan tentara intelektual, yang pemikirannya tumpah di lembaga strategi Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional). Di lembaga ini fungsi intelektual dan strategisnya terus berjalan menyebar ke kalangan elit pemimpin pemerintahan.  

Lemhanas yang dipimpinnya adalah dapur pemikiran negara (state strategic thinking), yang membentuk  cara pandang elit memahami dinamika sistem modern, civil societym, geoekonomi dan geopolitik. Pendek kata intelektualisme Agus Widjojo lengkap dan komprehensif, yang belum tentu ada penggantinya.

Jakarta, 9 Januari 2026

Didik J Rachbini

Rektor Universitas Paramadina 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 182x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 173x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 135x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 113x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 109x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
192
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Bisakah Aceh ‘Merdeka’ Secara Struktural di Bawah NKRI?

Ia Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00