HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Dunia Islam Di Tengah Disrupsi Kapitalisme Global

Redaksi by Redaksi
Februari 6, 2026
in Analisis, Artikel, Globallisasi, Kapitalisme, POTRET Utama
Reading Time: 3 mins read
0
Dunia Islam Di Tengah Disrupsi Kapitalisme Global
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh ReO Fiksiwan

“Etika ekonomi Islam, dengan larangan riba dan penekanan pada keadilan sosial, bukan merupakan
ketiadaan rasionalitas, melainkan rasionalitas yang berbeda, yaitu rasionalitas yang menentang komodifikasi hubungan antarmanusia yang oleh Weber dianggap sebagai ciri khas kapitalisme.” — Bryan S. Turner(81), Weber and Islam(1998).

Baca Juga

Rekonsiliasi Sunni–Syiah: Kunci Persatuan Umat Islam Menghadapi Ketimpangan Global

Maret 27, 2026
632458c6-42bf-4adc-b9a7-5a84eb6eea5c

Physical Artificial Intelligence Geothermal dan Potensi Indonesia Menjadi Pemain Dunia

Maret 27, 2026
Lebaran di Kampung yang Sunyi

Kegaduhan dan Seni Mengalihkan Pandangan.

Maret 27, 2026
ADVERTISEMENT

Apakah kapitalisme secara ideologi dan filosofis anti Tuhan? Pertanyaan ini menuntut kita menelusuri sedikit akar sejarah dan kritik filosofis kontemporer terhadap kapitalisme.

Bermula dari sosiolog Max Weber(1864–1920) dalam Die protestantische Ethik und der Geist des Kapitalismus(Jerman 1904; Inggris 1930; Pustaka Pelajar 2002) menunjukkan bahwa kapitalisme modern justru lahir dari etos religius Protestan: kerja keras, disiplin, dan rasionalitas dipandang sebagai panggilan spiritual.

Namun, dalam perkembangannya, kapitalisme melepaskan diri dari landasan teologis dan menjelma menjadi sistem sekuler yang beroperasi dengan logika efisiensi, profit, dan regulasi pasar.

Iron cage yang digambarkan Weber adalah simbol keterjebakan manusia dalam rasionalitas instrumental, di mana nilai transenden tersingkir.

Dari titik ini, kapitalisme tampak seolah anti Tuhan, bukan karena ia lahir untuk menentang agama, melainkan karena ia menyingkirkan dimensi ilahi demi logika pasar.

Dalam konteks dunia Islam, perdebatan mengenai hubungan antara agama dan kapitalisme menemukan bentuknya melalui karya Maxime Rodinson(1915-2004).

Islam and Capitalism, yang pertama kali terbit dalam bahasa Prancis pada 1966, kemudian ke bahasa Inggris(1978) dan penerbit Iqra Bandung(1982), menolak pandangan bahwa Islam secara inheren anti‑kapitalisme.

Rodinson menegaskan: “Tidak ada satu pun dalam Islam yang bertentangan dengan perkembangan kapitalisme.

Doktrin Islam pada dasarnya tidak menghalangi hubungan ekonomi kapitalis.”

Pernyataan ini menjadi bantahan terhadap tesis Weber yang beranggapan bahwa Islam tidak memiliki rasionalisme yang mendukung kapitalisme.

Menurut Rodinson, faktor sejarah, politik, dan sosial jauh lebih menentukan daripada doktrin agama dalam menjelaskan keterlambatan perkembangan kapitalisme di dunia Muslim.

Islam, melalui teks-teks Qur’an dan Sunnah, memang menekankan keadilan sosial, distribusi yang adil, dan larangan eksploitasi.

Namun, ajaran tersebut tidak menutup ruang bagi praktik perdagangan, akumulasi modal, maupun aktivitas ekonomi yang dapat berkembang menjadi kapitalisme.

Sejarah Islam awal bahkan menunjukkan dinamika perdagangan yang kuat, di mana para sahabat Nabi Muhammad banyak terlibat dalam aktivitas komersial.

Dengan demikian, Islam tidak pernah menjadi penghalang bagi kapitalisme, melainkan menawarkan etika yang menyeimbangkan antara pencarian keuntungan dan tanggung jawab sosial.

Disrupsi kapitalisme global hari ini menempatkan dunia Islam dalam posisi yang kompleks.

Di satu sisi, umat Islam menghadapi penetrasi logika pasar yang semakin mendominasi, mengikis nilai-nilai transenden, dan menjerat manusia dalam “kandang besi” rasionalitas instrumental sebagaimana digambarkan Weber.

Di sisi lain, Islam memiliki potensi untuk menawarkan koreksi etis terhadap kapitalisme, dengan menekankan prinsip keadilan, solidaritas, dan keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Kritik Rodinson membuka jalan bagi pemahaman bahwa keterlambatan kapitalisme di dunia Muslim bukanlah akibat ajaran Islam, melainkan karena kolonialisme, struktur feodal, dan kondisi geopolitik yang membatasi perkembangan ekonomi.

Kesimpulannya, dunia Islam di tengah disrupsi kapitalisme tidak harus terjebak dalam dikotomi antara agama dan pasar.

Islam bukanlah penghalang kapitalisme, tetapi dapat menjadi sumber etika yang menuntun kapitalisme agar tidak kehilangan dimensi kemanusiaan dan transendensi.

Tantangan terbesar adalah bagaimana umat Islam mampu mengintegrasikan nilai-nilai ilahi dengan dinamika ekonomi modern, sehingga kapitalisme tidak sekadar menjadi sistem sekuler yang menyingkirkan Tuhan, melainkan dapat diarahkan untuk mendukung kehidupan yang adil, bermartabat, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.

cover speech:

Noam Chomsky(97), “State Capitalism and the Military” merupakan sebuah speech yang ia sampaikan pada berbagai kesempatan sejak awal 1990-an, di mana ia menekankan bahwa semua negara industri modern beroperasi dalam bentuk “state capitalism” dengan militer sebagai instrumen utama.

credit foto cover buku dari Maxime Rodinson, Islam and Capitalism, dan gambar-gambar yang mengulas topik kapitalisme di laman Youtube.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 246x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 230x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 131x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

IMG_0518
Sejarah

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa

Maret 27, 2026
b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322
# Ironi

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026
# Ironi

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026
#Geopolitik

Rekonsiliasi Sunni–Syiah: Kunci Persatuan Umat Islam Menghadapi Ketimpangan Global

Maret 27, 2026
Next Post
Kisah Cinta Di Bumi Aceh

Kisah Cinta Di Bumi Aceh

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Tulisan

© 2026 potretonline.com