• Latest
Serumpun Puisi Yanuar Abdillah Setiadi

Serumpun Puisi Yanuar Abdillah Setiadi

Februari 3, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Serumpun Puisi Yanuar Abdillah Setiadi

Redaksiby Redaksi
Februari 3, 2026
Reading Time: 4 mins read
Serumpun Puisi Yanuar Abdillah Setiadi
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Halte

Kita terus mencari perhentian semu

padahal hakikat diri kita ialah temu

Manusia selalu menjelma sebuah pisau

yang memiliki dua ujung sekaligus

satu ingin bertemu

dan satunya ingin terus berkelana tanpa jemu.

Orang-orang silih berganti

begitu pula waktu yang datang pergi 

pencapaian, pendidikan, pekerjaan

bergegas memburu waktu kita

di pemberhentian sementara.

Celakalah kita yang menganggap halte

adalah pemberhentian abadi.

Betapa banyak orang yang tidak kunjung sadar

hakikat pulang yang sejati.

Purwokerto, 2026

Mengapa Kita Takut Menua?

ADVERTISEMENT

Sedang umur hanyalah 

angka-angka semu yang

dibuat oleh pikiran manusia.

Sedang dalam hati penyair,

mata sajak, rambut puisi,

wajah prosa akan selalu segar 

dan muda.

Purwokerto, 2026

Dunia Boneka

Orang-orang di negeri boneka

tidak bisa berbuat sekehendak hatinya.

Apa yang mereka lakukan

hanyalah bayangan yang diciptakan 

oleh penguasanya.

Meski demikian, boneka-boneka

itu kian lama kian sadar 

hati mereka berbinar

pada sesuatu yang benar.

Purwokerto, 2026

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026

Jarak yang Dilipat Sajak

Puan, sepertinya aku pernah

melihatmu di pinggir sebuah

sajak seorang diri sedang 

menunggu penantian yang 

tak kunjung datang juga.

Sambil menunggu, aku memberimu

sebuah sajak yang barangkali

bisa menumpas rasa bosanmu

sajak yang tersimpan 

di dalam buku pujangga JokPin

yang berbunyi

“Aduh sayang, jarak itu sebenarnya

tak pernah ada.”

Purwokerto, 2026

Aku dan Kamu di Unjung Senja

Semburat warna senja

terbit dari lesung pipimu.

Gelombang air laut  mulai

pasang di decak dadaku.

Nyiur  kelapa menghembuskan 

angin lega yang melambai-lambai.

Kita pun pulang ke peraduan  yang sama

di ufuk barat sana.

Kekal dalam dekap malam 

yang  Maha Tenang.

Purwokerto, 2026

Yanuar Abdillah Setiadi

Lahir di Purbalingga, Januari 2001. Mukim di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Alumnus Pendidikan Bahasa Arab di kampus yang sama. Dua buku mutakhirnya berjudul Mengaji Pada Alif (2023) dan Melihat Lebih Dekat (2024).  Nominator Terminal Award Mojok.co Yogyakarta tahun 2023. Buku terbarunya Wajah Purwokerto: Antara Cinta, Suka dan Duka di Kota Satria (Penerbit Kolofon Yogyakarta,2025) Instagram: @yanuarabdillahsetiadi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Gundukan Tanah Merah

Gundukan Tanah Merah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com