Dengarkan Artikel
Oleh ReO Fiksiwan
“Program pemberian makanan di sekolah bisa mahal dan, jika dirancang dengan buruk, dapat mengalihkan sumber daya dari intervensi pendidikan atau gizi lain yang lebih efektif.” — School Feeding Programs: A Review of the Evidence, World Bank(2009).
Kota Tomohon yang dikenal sejuk dan menjadi ajang festival internasional bunga mendadak ricuh pada Senin siang, 26 Januari 2026.
Bukan karena gunung berapinya, Lokon, memuntahkan lahar, melainkan karena puluhan siswa dari tiga sekolah menengah harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan sekolah.
Sekitar pukul 15.00 WITA, para orang tua murid berbondong-bondong membawa anak-anak mereka ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Gunung Maria.
Gejala yang dialami para siswa seragam: mual, muntah, dan sakit perut.
Para siswa korban berasal dari SMA Karitas Tomohon, SMK Negeri 1 Woloan, dan SMA Santa Familia Tomohon.
Menurut keterangan para orang tua, anak-anak mulai mengeluh sakit sesaat setelah tiba di rumah.
„Jam tiga pulang sekolah anak kami mulai terasa sakit, jam empat langsung kami larikan ke rumah sakit,” ujar salah satu orang tua.
Rumah Sakit Gunung Maria menjadi titik utama penanganan, namun RS Bethesda Tomohon juga menerima pasien dengan gejala serupa.
Keduanya, rumah sakit itu, kewalahan dengan tibanya sejumlah korban program MBG hingga jelang sore.
Hingga malam hari, di kedua rumah sakit itu, jumlah arus pasien terus berdatangan, sebagian besar dibawa dengan kendaraan pribadi oleh para orang tua yang panik.
Sampai kabar ini tiba, khusus via beberapa platform media, belum ada keterangan resmi dari Polres Tomohon, Pemerintah Kota Tomohon, maupun Badan Gizi Nasional setempat mengenai penyebab pasti dugaan keracunan MBG tersebut.
📚 Artikel Terkait
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius tentang pengelolaan program makan bergizi gratis di sekolah.
Di banyak negara, program serupa telah menjadi bagian penting dari kebijakan pendidikan dan kesehatan.
Cina dan Jepang, misalnya, memiliki sistem makan siang sekolah yang terintegrasi dengan standar gizi nasional, pengawasan ketat, serta keterlibatan komunitas lokal.
Program tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak, tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat sejak dini.
Laporan The State of School Feeding Worldwide 2022 dari World Food Programme(WFP) menegaskan bahwa program makan gratis di sekolah merupakan salah satu intervensi sosial terbesar di dunia, menjangkau ratusan juta anak.
Program ini terbukti meningkatkan kehadiran siswa, memperbaiki capaian belajar, dan mendukung kesehatan anak.
Sementara itu, FAO dalam School Feeding: A Powerful Tool for Poverty Reduction and Development menekankan bahwa makan bergizi gratis berperan penting dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan pembangunan manusia, dan memperkuat ketahanan pangan.
Namun, tragedi di Tomohon menunjukkan bahwa implementasi program semacam ini tidak bisa dilepaskan dari aspek pengawasan kualitas, distribusi, dan keamanan pangan.
Tanpa standar yang ketat, terutama para penyelenggara program MBG di lapangan, tujuan mulia untuk meningkatkan gizi anak-anak bisa berubah menjadi ancaman kesehatan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa ekosistem kebijakan makan bergizi gratis harus dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas.
Tomohon, yang biasanya dikenal dengan festival bunga internasional dan kesejukan alamnya, kini tercatat dengan peristiwa tragis yang menimpa puluhan siswanya.
Insiden ini bukan hanya soal keracunan makanan, tetapi juga soal bagaimana kebijakan publik dijalankan.
Program makan bergizi gratis seharusnya menjadi jembatan menuju masa depan anak-anak yang lebih sehat dan cerdas, bukan menjadi sumber malapetaka.
Evaluasi menyeluruh, pembenahan sistem, dan komitmen kuat dari pemerintah serta sekolah menjadi keharusan agar tragedi serupa tidak terulang.
coversongs:
„Happy Eating Food” karya Joan H. Langford & Joseph DiMasi dirilis sekitar tahun 2010 sebagai komposisi musik edukatif.
Dimaknai sebagai ajakan sederhana untuk menikmati makanan dengan gembira, sekaligus menekankan pentingnya pola makan sehat dan kesadaran gizi.
credit foto suasana di IGD Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon dengan sejumlah pasien korban MBG dari postingan media dan diubah dengan tambahan teks oleh AI.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






