POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

MBG Tomohon Makan Korban

RedaksiOleh Redaksi
January 27, 2026
MBG Tomohon Makan Korban
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh ReO Fiksiwan

“Program pemberian makanan di sekolah bisa mahal dan, jika dirancang dengan buruk, dapat mengalihkan sumber daya dari intervensi pendidikan atau gizi lain yang lebih efektif.” — School Feeding Programs: A Review of the Evidence, World Bank(2009).

Kota Tomohon yang dikenal sejuk dan menjadi ajang festival internasional bunga mendadak ricuh pada Senin siang, 26 Januari 2026.

Bukan karena gunung berapinya, Lokon, memuntahkan lahar, melainkan karena puluhan siswa dari tiga sekolah menengah harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan sekolah.

Sekitar pukul 15.00 WITA, para orang tua murid berbondong-bondong membawa anak-anak mereka ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Gunung Maria.

Gejala yang dialami para siswa seragam: mual, muntah, dan sakit perut.

Para siswa korban berasal dari SMA Karitas Tomohon, SMK Negeri 1 Woloan, dan SMA Santa Familia Tomohon.

Menurut keterangan para orang tua, anak-anak mulai mengeluh sakit sesaat setelah tiba di rumah.

„Jam tiga pulang sekolah anak kami mulai terasa sakit, jam empat langsung kami larikan ke rumah sakit,” ujar salah satu orang tua.

Rumah Sakit Gunung Maria menjadi titik utama penanganan, namun RS Bethesda Tomohon juga menerima pasien dengan gejala serupa.

Keduanya, rumah sakit itu, kewalahan dengan tibanya sejumlah korban program MBG hingga jelang sore.

Hingga malam hari, di kedua rumah sakit itu, jumlah arus pasien terus berdatangan, sebagian besar dibawa dengan kendaraan pribadi oleh para orang tua yang panik.

Sampai kabar ini tiba, khusus via beberapa platform media, belum ada keterangan resmi dari Polres Tomohon, Pemerintah Kota Tomohon, maupun Badan Gizi Nasional setempat mengenai penyebab pasti dugaan keracunan MBG tersebut.

📚 Artikel Terkait

Menguak Makna Hari Kartini di Era Milenial

Cerpen, Aksi Penangkapan Bjorka, Hacker Pembobol 4,9 Juta Data Nasabah

OLIGARKI DAN KESETARAAN BAGI PEREMPUAN

Membaca Ayat-ayat -Mu, Aku Jatuh cinta

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius tentang pengelolaan program makan bergizi gratis di sekolah.

Di banyak negara, program serupa telah menjadi bagian penting dari kebijakan pendidikan dan kesehatan.

Cina dan Jepang, misalnya, memiliki sistem makan siang sekolah yang terintegrasi dengan standar gizi nasional, pengawasan ketat, serta keterlibatan komunitas lokal.

Program tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak, tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat sejak dini.

Laporan The State of School Feeding Worldwide 2022 dari World Food Programme(WFP) menegaskan bahwa program makan gratis di sekolah merupakan salah satu intervensi sosial terbesar di dunia, menjangkau ratusan juta anak.

Program ini terbukti meningkatkan kehadiran siswa, memperbaiki capaian belajar, dan mendukung kesehatan anak.

Sementara itu, FAO dalam School Feeding: A Powerful Tool for Poverty Reduction and Development menekankan bahwa makan bergizi gratis berperan penting dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan pembangunan manusia, dan memperkuat ketahanan pangan.

Namun, tragedi di Tomohon menunjukkan bahwa implementasi program semacam ini tidak bisa dilepaskan dari aspek pengawasan kualitas, distribusi, dan keamanan pangan.

Tanpa standar yang ketat, terutama para penyelenggara program MBG di lapangan, tujuan mulia untuk meningkatkan gizi anak-anak bisa berubah menjadi ancaman kesehatan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa ekosistem kebijakan makan bergizi gratis harus dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas.

Tomohon, yang biasanya dikenal dengan festival bunga internasional dan kesejukan alamnya, kini tercatat dengan peristiwa tragis yang menimpa puluhan siswanya.

Insiden ini bukan hanya soal keracunan makanan, tetapi juga soal bagaimana kebijakan publik dijalankan.

Program makan bergizi gratis seharusnya menjadi jembatan menuju masa depan anak-anak yang lebih sehat dan cerdas, bukan menjadi sumber malapetaka.

Evaluasi menyeluruh, pembenahan sistem, dan komitmen kuat dari pemerintah serta sekolah menjadi keharusan agar tragedi serupa tidak terulang.

coversongs:

„Happy Eating Food” karya Joan H. Langford & Joseph DiMasi dirilis sekitar tahun 2010 sebagai komposisi musik edukatif.

Dimaknai sebagai ajakan sederhana untuk menikmati makanan dengan gembira, sekaligus menekankan pentingnya pola makan sehat dan kesadaran gizi.

credit foto suasana di IGD Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon dengan sejumlah pasien korban MBG dari postingan media dan diubah dengan tambahan teks oleh AI.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Ekosida Aceh 2025

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00