POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dari Persia sampai Menjadi Negara Republik Islam Iran

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
January 23, 2026
Dari Persia sampai Menjadi Negara Republik Islam Iran
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Demo besar yang melanda Iran sepertinya gagal menggulingkan rezim. Melihat itu, AS sudah mengerahkan armada besar angkatan laut, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln, ke arah Iran. Untuk saat ini, Iran masih kuat di tengah kepungan AS dari segala lini. Saya tak membahas kondisi geopolitik Iran hari ini, melainkan mau membahas sejarah bangsa yang sudah malang-melintang berperang ini. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Kalau sejarah dunia itu panggung raksasa, maka Persia, yang sekarang bernama Iran, bukan figuran. Ia pemeran utama yang dari dulu hobinya dua, membangun peradaban dan bikin imperium lain minder. Saat banyak wilayah masih belajar menyalakan api tanpa bakar alis, Iran sudah punya pemukiman tetap sejak Paleolitik Tengah sekitar 100.000 tahun lalu di Pegunungan Zagros. Lalu sekitar 8000 SM, manusia di sini mulai bercocok tanam di Sarāb dan Ali Kosh. Ini bukan sekadar bertahan hidup, ini peradaban yang sadar masa depan.

Sekitar milenium ke-2 SM, suku Indo-Iranian datang membawa bahasa dan ide besar. Lalu muncul sosok legendaris, Zarathustra, yang antara abad ke-12 hingga ke-6 SM memperkenalkan Zoroastrianisme. Intinya sederhana tapi berat. Dunia ini medan tempur antara kebaikan dan kejahatan. Konsep ini nanti bocor ke Yudaisme, Kristen, dan Islam. Persia bukan cuma bikin kekaisaran, tapi juga menyumbang software moral ke dunia.

Masuk tahun 550 SM, Cyrus Agung tampil seperti bos final sejarah kuno. Ia mendirikan Kekaisaran Achaemenid, menaklukkan Media, Lydia, dan Babilonia. Wilayahnya membentang dari Balkan sampai Lembah Indus, mencakup lebih dari 40% populasi dunia, angka yang bikin negara modern minder. Di bawah Darius I (522–486 SM), Persia punya sistem satrapi, Royal Road sepanjang ±2.500 km, mata uang daric, dan toleransi beragama. Orang Yahudi dibebaskan dari pembuangan Babilonia. Ini kekaisaran dengan otak, bukan cuma otot.

Perang melawan Yunani memang ada, Marathon 490 SM, Salamis 480 SM, tapi mari jujur, Persia kalah satu dua pertempuran, bukan kalah kelas. Kekaisaran ini baru benar-benar tumbang saat Alexander Agung menang di Gaugamela (331 SM). Persia jatuh, tapi tidak mati.

Setelah fase Yunani, bangkitlah Parthian (247 SM–224 M) yang bahkan sukses mempermalukan Romawi di Carrhae (53 SM). Lalu datang Dinasti Sasanian (224–651 M), masa keemasan Persia pra-Islam. Zoroastrianisme dijadikan agama resmi, arsitektur megah berdiri, dan perang epik melawan Romawi-Bizantium berlangsung puluhan tahun. Tapi kelelahan kronis adalah pembunuh senyap kekaisaran. Kekalahan di Qadisiyyah (636 M) dan Nahavand (642 M) membuka jalan penaklukan Arab Muslim. Tahun 651 M, Persia pra-Islam resmi tamat.

Namun Persia lagi-lagi menolak punah. Islam datang, tapi Persia tidak larut, ia beradaptasi. Bahasa Persia hidup kembali dengan aksara Arab, dan pada abad ke-9–10 muncul Renaissance Persia. Ferdowsi menulis Shahnameh, menyelamatkan identitas Persia lewat epik nasional setebal sejarah itu sendiri. Mongol menghancurkan Baghdad 1258, Timur Lenk menyerbu, tapi semua penakluk akhirnya “dipersia-kan”.

📚 Artikel Terkait

Dibantu Dapur Umum, Pemko Ucapkan Terima Kasih Kepada BNPB

Pilkada Aceh 2024; Masyarakat Siap Memberikan Suara, Adakah Jaminan Suara Mereka Terjaga?

Guru Jadi Tersangka Lagi, Yok Kita Bantu!

Pribadi Istimewa

Titik balik modern datang saat Dinasti Safavid (1501) menjadikan Syiah Dua Belas Imam sebagai agama resmi negara. Ini keputusan ideologis dan geopolitik super berani. Di bawah Shah Abbas I (1588–1629), Iran mencapai puncak kejayaan. Isfahan dibangun megah, Utsmaniyah ditekan, Portugis diusir. Identitas Iran modern lahir di sini.

Abad ke-20 masuk dengan Reza Shah Pahlavi, sang modernis keras kepala. Ia naik takhta 1925, membangun rel kereta, universitas, tentara modern, dan pada 21 Maret 1935 meminta dunia memakai nama Iran, bukan Persia. Nasionalisme, bukan romantisme. Putranya, Mohammad Reza Shah, melanjutkan modernisasi lewat Revolusi Putih (1963): reformasi tanah, hak perempuan, industrialisasi. Tapi di balik itu ada SAVAK, represi, dan ketimpangan sosial.

Di sinilah panggung meledak.

Revolusi Iran 1978–1979, dipimpin Ayatollah Ruhollah Khomeini, menggulingkan monarki berusia 2.500 tahun. Februari 1979, Republik Islam lahir dengan sistem wilayat al-faqih, di mana ulama memegang otoritas tertinggi. Dunia kaget. Barat panik. Iran berubah total.

Tak lama, Perang Iran-Irak (1980–1988) pecah, menewaskan ratusan ribu orang. Tapi Iran bertahan. Setelah Khomeini wafat 1989, tongkat kepemimpinan tertinggi jatuh ke Ali Khamenei, yang hingga hari ini masih menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Presiden silih berganti seperti Rafsanjani, Khatami, Ahmadinejad, Rouhani, Raisi, hingga Masoud Pezeshkian, tapi kendali ideologis tetap di tangan Khamenei.

Hari ini, Iran adalah campuran unik. Puisi kuno, Syiah politik, sanksi ekonomi, konflik regional, dan kebanggaan sejarah ribuan tahun. Negara ini pernah ditaklukkan berkali-kali, tapi selalu bangkit dengan identitas baru. Mungkin itulah rahasianya. Iran tidak hidup dari kekuatan sesaat, tapi dari ingatan panjang tentang siapa dirinya.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Isra’ Wal Mi’raj

Isra’ Wal Mi’raj

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00