• Latest
Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Januari 18, 2026
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Tabrani Yunisby Tabrani Yunis
Januari 18, 2026
Reading Time: 3 mins read
Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Tabrani Yunis

Tanggal 11 Januari 2026, majalah POTRET genap berusia 23 tahun. Di usia yang tak lagi muda bagi sebuah media, tak ada pesta megah, tak ada gegap gempita, tak ada baliho raksasa atau ucapan selamat yang berseliweran di halaman-halaman media. Tak ada kue ulang tahun, tak ada panggung perayaan. POTRET merayakan hari lahirnya dalam sepi dan senyap.

Namun, justru dalam kesenyapan itulah, gema perjuangan POTRET terdengar paling nyaring. Karena sejak awal, POTRET memang tak pernah lahir untuk menjadi sorotan. Ia tumbuh dari tanah yang sunyi—dari rahim keprihatinan, dari suara-suara yang nyaris tak terdengar: suara perempuan akar rumput di Aceh.

🌱 Dari Keprihatinan Menjadi Gerakan

POTRET pertama kali terbit pada 11 Januari 2003, bukan dari ruang redaksi mewah, melainkan dari ruang-ruang pelatihan sederhana yang digagas oleh Center for Community Development and Education (CCDE). Kala itu, 25 perempuan dari enam kabupaten di Aceh dilatih menulis—bukan untuk menjadi wartawan, tetapi untuk menjadi penyaksi dan penyampai kisah mereka sendiri.

Di tengah dominasi media arus utama yang kerap menempatkan perempuan hanya sebagai objek, POTRET hadir sebagai ruang alternatif. Sebuah panggung kecil namun bermakna, tempat perempuan bisa menulis, bersuara, dan menyuarakan. Bukan sekadar tentang isu perempuan, tapi tentang kehidupan, perjuangan, harapan, dan perubahan.

✍️ Menulis untuk Mengubah Dunia

Selama 23 tahun, POTRET telah menjadi rumah bagi ratusan tulisan perempuan dari berbagai latar belakang—petani, buruh, aktivis, ibu rumah tangga, guru, hingga remaja. Dari tulisan-tulisan sederhana yang lahir dari hati, POTRET membangun gerakan literasi yang membumi dan membebaskan.

POTRET tidak hanya mencetak halaman demi halaman, tetapi juga mencetak keberanian. Ia menghidupkan semangat menulis di desa-desa, di pelosok-pelosok yang jauh dari pusat perhatian. Ia menjadi saksi bisu dari perubahan sosial yang pelan tapi pasti: perempuan yang dulu diam, kini menulis. Yang dulu ragu, kini bersuara.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

🌐 Dari Kertas ke Layar: Evolusi yang Tetap Membumi

Seiring waktu, POTRET tak tinggal diam. Ia bertransformasi dari media cetak sederhana menjadi platform digital yang menjangkau lebih luas. Kini, siapa pun bisa membaca POTRET dari mana saja, kapan saja. Namun, semangatnya tetap sama: menyuarakan yang tak terdengar, menyalakan cahaya di tempat yang gelap.

POTRET bukan sekadar media. Ia adalah gerakan. Ia adalah ruang aman. Ia adalah cermin yang memantulkan wajah-wajah perempuan yang selama ini tersembunyi di balik bayang-bayang.

🌸 Sepi yang Penuh Makna

Maka, ketika ulang tahun ke-23 ini datang tanpa pesta, tanpa spanduk, tanpa sorotan, itu bukanlah kesedihan. Itu adalah pengingat bahwa POTRET tidak pernah lahir untuk dipuja, melainkan untuk bekerja. Untuk terus menulis, mendengar, dan menemani.

Sepi dan senyap bukan berarti sunyi. Karena di baliknya, ada gema yang terus bergema di hati para perempuan yang pernah menulis, membaca, dan terinspirasi oleh POTRET.

Selamat ulang tahun, POTRET. Perjuangan masih berat dan panjang.  Perjuangan masih belum selesai, walau hambatan dan tantangan begitu besar di depan mata. Jangan pernah berhenti membangun dan membumikan literasi si kalangan anak negeri. Tugas berat adalah mengubah perilaku anak negeri yang minat membacanya berada pada titik nadir, tidak ubahnya seperti kata orang bahwa minat membaca dan menulis anak negeri saat ini, bagaikan bunga nan layu sebelum berkembang. Oleh sebab itu, harapan kepada POTRET, teruslah menjadi cahaya kecil yang tak padam. Karena dari cahaya-cahaya kecil seperti inilah, terang masa depan bangsa bisa menyala. Sehingga tidak lagi melahirkan genarasi yang miskin kemampuan literasi, tetapi memiliki kemampuan yang tinggi. Selamat Ulang Tahun POTRET. Semoga terus membahagiakan para pembaca dan penulis di seluruh pelosok negeri dan luar negeri.

—

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com