POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Essay

Tahun Baru, Segelas Kopi Excelsa Tanpa Gula

Redaksi by Redaksi
Januari 1, 2026
in Essay, Indonesia, Indonesiana, Kopi
0
Tahun Baru, Segelas Kopi Excelsa Tanpa Gula - f875c645 4b15 4d6d a4eb d15dbaefaf3c | Essay | Potret Online

*Oleh: Agung Marsudi

Pecinta Indonesia

TAHUN BARU 2026 terlalu pahit untuk rakyat, apalagi bagi masyarakat Sumatera Bagian Utara. Bencana banjir bandang datang merenggut harapan, hidup dan masa depan.

Tahun Baru, Segelas Kopi Excelsa Tanpa Gula - 9154bb9b 6587 4b8f baa1 a1aa4a22f49c | Essay | Potret Online
Baca Juga
Artikel
Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi
02 Jan 2026

Dari segelas kopi excelsa tanpa gula, ada sejumput cerita, jika kesimpulan penyebab bencana banjir bandang Sumatera adalah hutan, hantu, tuhan. Tiga kata, berasal dari huruf-huruf yang sama, beda makna.

Dari segelas kopi excelsa tanpa gula, ditemani kue bolu jaman dulu, gambar tiga bintang, citra menjangan, tak ada dialektika, 10 tahun pemerintahan Jokowi, kewarasan dan intelektualitas digiring ke gorong-gorong. Politik itu citra blusukan.

Tahun Baru, Segelas Kopi Excelsa Tanpa Gula - 2025 05 11 15 44 23 | Essay | Potret Online
Baca Juga
Essay
Ziarah Asam Pedas Menuju Kebahagiaan Hakiki
11 Mei 2025

Kini era Prabowo, masih segar dalam ingatan yang dalam pidato politiknya berteriak lantang, “Hidup Jokowi!”. Sebuah paradoks Indonesia, yang mengajarkan, bahwa untuk bahagia gak perlu negara, untuk sejahtera gak butuh Pilkada. Adagium kuno, “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat” seperti janji palsu bernegara. Negara dikuasai partai politik, penyelenggara negara diatur oligarki. Bangsa dibiarkan berjalan tanpa haluan.

Berbangsa, dan bernegara tenggelam di air bah Desember “gede-gedene sumber”. Bulan bencana, katanya bangga “Sawit adalah kita”. Semerdu aksi para relawan, “Jokowi adalah kita”.

Baca Juga
Indonesia
Lolosnya U20 Israel & Pertaruhan Kedaulatan Bangsa Indonesia
22 Mar 2023

Desember membawa kayu-kayu gelondongan di halaman rumah dan bangunan tersisa di Sumatera Bagian Utara. Mereka pantas dikunjungi, layak difoto, lalu dimedsoskan. Dan, jangan lupa “kayu-kayu gelondongan itu” milik negara. 

Atas nama negara, kekuasaan apapun itu selalu makan korban. Bukti “serakahnomics” entah oleh siapa.

Masih ingat, drama politik kongres PSI di Solo? Kongres partai “mawar” merah, tapi sudah berlogo “gajah”. 

Masih ingat, komedian Abdel, yang menyebut sudah hidup di tujuh presiden; Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY, Prabowo. “Eh, kelewatan ya, Jokowi. Menurut lu kelewatan gak Jokowi?”

Jokowi dan Prabowo, bukan tokoh baru. Prabowo-Gibran itu sama dengan Prabowo-Jokowi diam-diam. Tahun Baru ini, pastilah tanpa kembang api, karena api simbol penyulut revolusi. 

Dengan menirukan pidato pak Prabowo, saya akhiri tulisan pendek awal tahun ini dengan ucapan, “Hidup Jokowi!”

Untuk Ibu Pertiwi, “Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami!”

*Solo, 1 Januari 2026*

Next Post
Tahun Baru, Segelas Kopi Excelsa Tanpa Gula - IMG_9200 | Essay | Potret Online

Ketika yang Tak Viral, Tak Penting

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah