Dengarkan Artikel
Catatan Hendra
Senin, 29 Desember 2025
Pagi itu, kabut masih menggantung di lereng-lereng Bener Meriah. Udara dingin menusuk tulang, tapi semangat para relawan tak surut. Di Posko Gabungan 2 Bandung Motor, Bener Meriah, tim gabungan dari IMTRAX Aceh Timur, Laskar Pemuda Aceh, dan Tim Kata Hati Institut bersiap mengantar bantuan logistik ke desa Jamur Konyel, Kecamatan Bintang.
🚚 Etape Pertama: Dari Posko ke Dedamar
Dengan satu unit double cabin 4×4, logistik diberangkatkan menuju Desa Dedamar—titik terakhir yang bisa dijangkau kendaraan roda empat. Di dalam bak mobil, tertata rapi:
- 67 karung beras (@15 kg)
- 5 kotak minyak goreng
- 50 kg gula pasir
- 50 kotak susu bayi
- 4 dus susu UHT
- 4 dus sarden
Setibanya di Dedamar, medan berubah drastis. Jalanan sempit, licin, dan bertebing membuat kendaraan besar tak bisa melanjutkan. Di sinilah sembilan unit trail IMTRAX Aceh Timur mengambil alih, membawa sebagian logistik menuju Jamur Konyel.
🏍️ Etape Kedua: Trail Menembus Bahaya
Perjalanan dengan motor trail bukan sekadar menantang, tapi juga berbahaya. Jalur sempit selebar setengah hingga satu meter, dengan satu sisi tebing dan sisi lain jurang, membuat setiap tikungan menjadi pertaruhan nyawa. Kabel listrik menjuntai rendah, sejajar dengan kepala rider. Sedikit lengah, bisa berakibat fatal.
Di tengah perjalanan, sekitar 5 km dari Dedamar, tim bertemu enam warga dari Desa Atu Payung. Mereka berjalan kaki sejauh 17 km demi mencari air minum. Salah satunya adalah seorang ibu hamil dalam kondisi sangat lemah. Tanpa pikir panjang, tim mobile Laskar Pemuda Aceh segera mengevakuasi mereka ke Posko MIN 1 Bintang untuk pertolongan darurat.
📚 Artikel Terkait
📦 Distribusi di Jamur Konyel
Setelah menembus 18 titik longsor yang menutup jalan dengan tanah dan kayu, logistik akhirnya tiba di rumah Sekdes Jamur Konyel. Hanya 38 KK yang masih bertahan di desa ini, sementara 70% lainnya telah mengungsi ke Dedamar. Logistik yang berhasil didistribusikan:
- 20 karung beras
- 3 dus sarden
- 3 dus minyak goreng
- 20 kg gula
- Susu UHT
Sisa logistik diturunkan di Posko MIN 1 Bintang, yang kini menjadi pusat pengungsian bagi tiga desa: Jamur Konyel, Atu Payung, dan Serule.
🆘 Kondisi Darurat dan Kebutuhan Mendesak
Situasi di lapangan sangat memprihatinkan:
- Akses ke Serule hanya bisa ditempuh dengan roda dua, dan pembersihan jalan dilakukan swadaya tanpa alat berat.
- Keterbatasan air bersih, BBM untuk genset, dan logistik dasar sangat terasa.
- Banyak bayi, ibu hamil, dan lansia yang membutuhkan penanganan medis segera.
- Seorang ibu bahkan melahirkan di pengungsian dengan fasilitas minim.
- Pengungsi dikonsentrasikan di pesantren kayu untuk menghindari hawa dingin malam hari.
Menurut warga, satu-satunya alat berat yang bekerja adalah “Beko Jello Kitty”—digerakkan secara swadaya oleh masyarakat. Namun, ini jelas tidak cukup untuk menangani skala kerusakan yang ada.
🗺️ Jalur Distribusi Darat
- Posko MIN 1 Bintang (Desa Dedamar): Akses roda 4 masih memungkinkan.
- Jamur Konyel: Hanya bisa dijangkau dengan roda 2.
- Atu Payung: Akses roda 2, 50% warga mengungsi.
- Serule: Akses ekstrem, 20% warga mengungsi ke tepi Danau Laut Tawar di Desa Ujung Paking.
Penutup:
Perjalanan ini bukan sekadar tentang mengantar logistik. Ini adalah kisah tentang keberanian, solidaritas, dan kemanusiaan. Di tengah keterbatasan, masyarakat dan relawan bahu-membahu menjaga nyawa dan harapan. Tapi mereka tak bisa sendiri. Bantuan lebih besar, lebih cepat, dan lebih terkoordinasi sangat dibutuhkan.
“Kami hanya membawa sebagian kecil dari yang mereka butuhkan. Tapi kami percaya, setiap langkah kecil bisa menjadi cahaya di tengah gelapnya bencana.”
— Hendra Fauzi, @sorotan
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





