POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Panggung Anak, Tumbuh Kembang, dan Tanggung Jawab Pendidikan

: Refleksi Pedagogis atas Pendidikan Anak dan Remaja Indonesia dalam Perspektif Global

Novita Sari YahyaOleh Novita Sari Yahya
December 30, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Novita Sari Yahya 

Pendahuluan: Ketika Anak Terlalu Cepat Menjadi Dewasa.

Suatu hari, saya menyaksikan anak-anak usia taman kanak-kanak dan sekolah dasar melenggang di atas panggung. Mereka mengenakan busana layaknya orang dewasa, berjalan dengan gaya yang ditiru dari dunia modeling profesional, diiringi sorak sorai dan teriakan orang dewasa yang tampak antusias. Di satu sisi, pemandangan itu terlihat sebagai bentuk ekspresi bakat. Namun, di sisi lain, muncul kegelisahan yang tidak bisa diabaikan: apakah ruang itu benar-benar dirancang untuk kebutuhan tumbuh kembang anak, atau justru menjadi cermin ambisi orang dewasa?

Pertanyaan ini penting diajukan di tengah maraknya ajang pencarian bakat anak dan remaja. Dunia panggung, ketika tidak dipahami secara pedagogis, berpotensi mendorong anak melompati tahapan perkembangan emosi dan psikologisnya. Oleh karena itu, diperlukan rujukan yang kuat, tidak hanya dari pengalaman lokal, tetapi juga dari praktik pendidikan negara-negara yang unggul dalam pengembangan sumber daya manusia, seperti Rusia dan Tiongkok (China).

Pedagogi sebagai Fondasi Pendidikan Anak dan Remaja.

Ilmu pedagogi menempatkan anak dan remaja sebagai individu yang berkembang melalui tahapan usia yang jelas. Setiap fase memiliki karakteristik emosional, kognitif, dan sosial yang berbeda. Pendidikan yang baik tidak memaksa anak menjadi “miniatur orang dewasa”, melainkan membantu mereka tumbuh secara bertahap dan seimbang.

Dalam pedagogi modern, perkembangan anak usia dini menekankan pada rasa aman, bermain bermakna, dan eksplorasi tanpa tekanan. Pada usia sekolah dasar, anak mulai belajar struktur, tanggung jawab, dan kerja sama, namun tetap dalam bingkai kegembiraan. Sementara itu, remaja berada pada fase pencarian jati diri, sehingga membutuhkan ruang berekspresi yang dibarengi pendampingan nilai, etika, dan logika berpikir kritis.

Ketika dunia panggung dan kompetisi masuk ke wilayah ini tanpa batasan pedagogis, risiko yang muncul bukan hanya kelelahan fisik, tetapi juga kebingungan identitas dan tekanan psikologis. Oleh sebab itu, setiap program pengembangan bakat seharusnya dibangun di atas pemahaman ilmiah tentang tumbuh kembang manusia.

Rusia: Disiplin, Seni, dan Tahapan Usia yang Tegas.

Rusia dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan yang kuat, khususnya dalam pengembangan seni dan sains. Pendidikan seni, termasuk tari, musik, dan balet, memang diperkenalkan sejak dini. Namun, pengenalan tersebut dilakukan secara bertahap, terstruktur, dan sangat memperhatikan kesiapan fisik serta mental anak.

Sekolah seni di Rusia memiliki kurikulum yang ketat, bukan dalam arti menekan, melainkan dalam menjaga standar perkembangan usia. Anak-anak tidak didorong untuk tampil berlebihan di ruang publik sebelum mereka siap secara teknik dan emosi. Panggung bukan sekadar ruang pertunjukan, melainkan bagian dari proses belajar yang panjang.

Disiplin dalam sistem Rusia bukanlah disiplin yang keras, melainkan konsistensi dalam metode. Anak dilatih memahami proses, bukan sekadar hasil. Inilah yang menjadikan Rusia unggul dalam mencetak individu berprestasi yang matang, tidak hanya terampil, tetapi juga stabil secara mental.

China: Seni, Budaya, dan Pendidikan Karakter Kolektif.

China menawarkan pendekatan berbeda, namun sama kuatnya. Negara ini secara sadar memasukkan seni, termasuk menyanyi dan menari, ke dalam kurikulum sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kebersamaan sosial. Seni tidak diposisikan sebagai ajang individualisme semata, melainkan sebagai sarana membangun disiplin kolektif, rasa hormat, dan identitas budaya.

Revitalisasi tari tradisional, termasuk yang diadaptasi dalam sistem pendidikan China, menunjukkan bahwa seni digunakan sebagai alat pendidikan nilai, bukan sekadar hiburan. Anak-anak diajak memahami makna gerak, sejarah, dan konteks budaya di balik setiap penampilan. Dengan demikian, ekspresi seni menjadi sarana pendidikan intelektual dan moral.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa negara dengan jumlah penduduk besar pun mampu menjaga kualitas sumber daya manusia jika memiliki visi pendidikan yang jelas dan konsisten.

Belajar dari Dunia: Seni Boleh, Tekanan Jangan.

Baik Rusia maupun China memberikan pelajaran penting: seni dan bakat anak perlu difasilitasi, tetapi tidak boleh dilepaskan dari tanggung jawab pedagogis. Menyanyi, menari, dan tampil di panggung bukanlah hal yang salah. Yang menjadi persoalan adalah ketika aktivitas tersebut diarahkan semata-mata pada kompetisi, popularitas, dan kepuasan orang dewasa.

Negara-negara maju memahami bahwa keberhasilan sumber daya manusia tidak lahir dari eksploitasi bakat dini, melainkan dari proses panjang yang menghormati tahapan usia. Anak-anak dilindungi dari tekanan berlebih, sementara remaja dibimbing untuk mengenali potensi dan batas dirinya.

Konteks Indonesia: Di Antara Potensi dan Tantangan.

📚 Artikel Terkait

Masa Depan Pendidikan Dipertaruhkan: Perebutan Lahan SMAN 1 Bandung Adalah Luka untuk Anak Bangsa

MENGGAPAI IMPIAN

Forum CRS Kessos Aceh Temu Koordinasi Dengan Pelaku Usaha

Bulan di Puncak Malam

Indonesia memiliki kekayaan budaya, bakat, dan kreativitas anak yang luar biasa. Namun, tantangan terbesar kita adalah konsistensi dalam menerapkan prinsip pendidikan yang berpusat pada anak. Banyak program bakat yang lahir dengan niat baik, tetapi belum seluruhnya berbasis kajian pedagogi.

Di sinilah pentingnya membedakan antara ajang hiburan dan program pendidikan. Ketika anak tampil, yang seharusnya dinilai bukan hanya keberanian di atas panggung, tetapi juga kebahagiaan, kenyamanan, dan perkembangan kepribadiannya.

Talent Kids Indonesia: Desain Pendidikan Berbasis Tumbuh Kembang.

Talent Kids Indonesia hadir sebagai respons atas kebutuhan tersebut. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang unjuk bakat, melainkan sebagai wadah pendidikan karakter dan pengembangan potensi anak secara holistik.

Pendekatan Talent Kids Indonesia menempatkan anak sebagai subjek, bukan objek. Setiap tahapan dirancang sesuai usia, dengan prinsip tanpa tekanan, tanpa eksploitasi, dan dengan pendampingan orang tua serta mentor. Seni dan panggung diposisikan sebagai media belajar, bukan tujuan akhir.

Nilai-nilai seperti percaya diri, empati, kerja sama, dan cinta budaya Indonesia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan. Dengan demikian, anak tidak hanya belajar tampil, tetapi juga belajar menjadi manusia yang utuh.

Putra–Putri Remaja Prestasi: Menjaga Transisi Menuju Kedewasaan.

Sementara itu, program Putra–Putri Remaja Prestasi dirancang untuk menjawab kebutuhan remaja yang berada pada fase transisi menuju kedewasaan. Pada usia ini, remaja membutuhkan pengakuan, tetapi juga arahan. Program ini menekankan prestasi yang seimbang antara akademik, karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Remaja tidak hanya dinilai dari kemampuan berbicara atau tampil, tetapi dari integritas dan kontribusinya bagi lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pedagogi remaja yang menempatkan pembinaan jangka panjang di atas popularitas sesaat.

Penutup: Mengembalikan Panggung pada Maknanya.

Panggung seharusnya menjadi ruang belajar, bukan ruang tekanan. Anak dan remaja berhak tumbuh sesuai usianya, dengan pendampingan yang bijaksana dan berlandaskan ilmu. Pengalaman Rusia dan China menunjukkan bahwa keberhasilan sumber daya manusia tidak lahir dari sensasi, melainkan dari kesabaran dan konsistensi pendidikan.

Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun generasi unggul jika mampu menempatkan bakat, seni, dan prestasi dalam kerangka pedagogi yang benar. Talent Kids Indonesia dan Putra–Putri Remaja Prestasi adalah contoh desain yang berusaha menjawab tantangan tersebut: menjadikan panggung sebagai bagian dari proses pendidikan manusia, bukan sekadar tontonan.

Daftar Referensi 

Antara News. (2025, 17 September). Revitalisasi tari tradisional Reba dalam sistem pendidikan di China. https://www.antaranews.com/berita/5115217/revitalisasi-tari-tradisional-reba-dalam-sistem-pendidikan-di-china

DetikEdu. (2025, 19 Juni). Negara-negara ini masukkan menyanyi dan menari dalam kurikulum sekolah, kenapa? https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7972237/negara-negara-ini-masukkan-menyanyi-dan-menari-dalam-kurikulum-sekolah-kenapa

Dewantara, K. H. (2013). Pendidikan. Majelis Luhur Taman Siswa.

Hurlock, E. B. (2016). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Penerjemah: Istiwidayanti & Soedjarwo). Erlangga. 

Santrock, J. W. (2018). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill Education.

Novita sari yahya 

Penulis buku

1. Romansa cinta 

2. Padusi: Alam Takambang Jadi Guru

3. Ibu Bangsa Wajah Bangsa

Çp pemesanan buku 089520018812

Lagu Indonesiaku

Pencipta lagu : Gede Jerson

Berdasarkan puisi Indonesia terhormat karya Novita sari yahya

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Novita Sari Yahya

Novita Sari Yahya

Novita sari yahya penulis dan peneliti yang bergabung di Filantropi kesehatan PKMK FKKMK UGM dan Filantropi Indone

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Aceh, Dua Puluh Satu Tahun Setelah Air Itu Pergi

Negeri Ajaib: Demokrasi Rasa Mi Instan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00