POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Rumah Tuhan pun Dikorupsi, Kurang Brengsek Apa Korupsi di Negeri Ini

RedaksiOleh Redaksi
November 13, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Kemarin, tiang listrik dicor dengan buah kelapa. Heboh se-nusantara. “Nyupanek tolen (bikin malu),” kata orang Sambas. Terbaru, rumah Tuhan berupa gereja pun dikorupsi. Semesta marah, si koruptor dikandangin. Sebagai warga Kalbar, malu, wak. Ya mau gimana lagi, itulah fakta. Mari kita lindas, eh salah, kupas soal korupsi yang bikin malu Kalbar sambil seruput Koptagul.

Ada korupsi, ada dosa. Tapi ketika yang dikorupsi adalah rumah Tuhan, itu bukan lagi dosa, itu disertasi tingkat akhir kejahatan spiritual. Pada Rabu, 12 November 2025, dunia maya berguncang. Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Kalbar menggeledah rumah seorang manusia yang tampaknya terlalu kreatif untuk jadi malaikat tapi terlalu nekat untuk jadi setan, inisialnya HN, warga Parit Tokaya, Pontianak Selatan.

Cerita ini dimulai dari niat mulia, sebuah hibah dari Pemkab Sintang untuk membangun Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) “Petra.” Tahun 2017, gereja dikasih jatah lima milyar rupiah. Tahun 2019, ditambah lagi tiga milyar. Delapan milyar totalnya. Harusnya uang itu jadi dinding doa, jendela surga, dan atap keselamatan. Tapi rupanya, yang dibangun bukan rumah Tuhan, melainkan imperium keserakahan dengan aroma dupa palsu.

Menurut Kejati Kalbar, pada tahun 2019, HN menandatangani laporan pertanggungjawaban seolah-olah pembangunan gereja masih berlangsung. Padahal bangunannya sudah rampung setahun sebelumnya. Artinya, ini pembangunan spiritual yang tidak terlihat oleh mata manusia, karena memang tidak dikerjakan. Sungguh mujizat abad modern, proyek selesai dulu, tapi uangnya cair belakangan.

Tim penyidik kemudian menyatroni rumah tersangka di Jalan Purnama II Komplek Purnama Elok. Di sana mereka menemukan dua kendaraan suci, yakni Volkswagen merah yang di dalamnya tersimpan laptop, dokumen kendaraan, dan dua jam tangan (mungkin jam pengingat waktu bertobat).

Mini Cooper hitam lengkap dengan dokumen kendaraan dan buku tabungan BCA, karena rupanya malaikat penjaga rekening juga ikut berperan dalam drama ini.

Semua barang itu dibungkus, diamankan, dan dibawa ke Kejati Kalbar untuk “pendalaman lebih lanjut.” Bahasa halus dari, ayo kita bongkar seberapa jauh dosa ini parkir di garasi duniawi.

Kepala Kejati Kalbar, Dr. Emilwan Ridwan, SH.MH, dengan nada hukum paling resmi menyatakan,  semua dilakukan profesional, transparan, dan sesuai SOP. Tapi mari jujur sebentar, kalau benar semuanya transparan, kenapa baru sekarang ketahuan? Apakah selama ini malaikat-malaikat administrasi sibuk memverifikasi laporan pertanggungjawaban surga?

Korupsi di gereja bukan lagi sekadar kejahatan keuangan, itu eksperimen metafisik di mana manusia mencoba menipu Tuhan menggunakan kuitansi dan stempel resmi. Orang ini mungkin percaya Tuhan Maha Pengasih, tapi ia lupa Tuhan juga Maha Mencatat. Catatan Tuhan tak bisa dihapus pakai “tip-ex moral” atau laporan fiktif.

Yang paling ironis, dalam kasus ini, yang dikorupsi bukan gedung pemerintah, bukan proyek jembatan, bukan jalan berlubang, tapi rumah tempat manusia berdoa agar dijauhkan dari godaan setan. Sekarang kita bingung, mau berdoa di mana, kalau rumah Tuhan sudah masuk dalam daftar proyek gratifikasi surgawi?

📚 Artikel Terkait

“Balon Durhaka” Sampai SK PPPK Ditahan Bupati

Membaca Bisa Mempengaruhi Kehidupan Kita Sehari-hari

Menyalakan Obor Literasi dari Blora

Mediasi Deadlock, Jokowi Siap Hadir di Pengadilan

Fenomena ini bukan lagi tindak pidana biasa. Ini seperti sinetron kolosal di mana setan sudah menyerahkan jabatan direktur moral kepada manusia. Dulu setan menggoda, sekarang manusia yang membujuk, “Santai aja, Tuhan paham kok.”

Kalau diteruskan, mungkin suatu hari nanti akan muncul tender pengadaan surga, “Dibutuhkan konsultan spiritual untuk membangun tangga menuju langit, DP 30%, laporan fiktif diterima asal rapi.”

Siapa tahu, di akhirat nanti, ada papan pengumuman bertuliskan, “Mohon maaf, pintu surga belum bisa dibuka karena ada kekurangan volume pekerjaan.” 

Kita sudah lama tahu, korupsi di Indonesia itu sistemik, kronis, dan sering kali absurd. Tapi kali ini, absurditas itu sudah menembus altar. Ketika yang dicuri bukan lagi uang rakyat tapi uang yang dititipkan untuk semesta, maka koruptor bukan hanya mencuri materi, ia sedang mencuri makna ibadah. Ia tidak sedang makan uang negara, tapi sedang menelan iman orang banyak.

Seperti biasanya, setelah kasus ramai, akan ada kalimat sakti yang kita dengar di berita, “Tersangka bersikap kooperatif, mengaku khilaf, dan siap bertanggung jawab.”

Ya, kooperatif, setelah digeledah. Khilaf, setelah ketahuan.

Korupsi ini membuktikan satu hal, manusia bisa pura-pura jadi malaikat, tapi rekeningnya tak pernah bohong. Mobil merah dan Mini Cooper bukan simbol kemakmuran, tapi tugu peringatan untuk moral yang terbakar habis.

Di tanah yang katanya beriman, korupsi sudah jadi agama baru, dengan pasal sebagai kitab suci, laporan fiktif sebagai doa, dan tanda tangan pejabat sebagai amin.

Semesta pun hanya bisa menatap dari langit, sambil menggeleng pelan, “Anak-Ku, kau bangun gereja untuk-Ku, tapi ternyata yang kau sembah hanyalah dirimu sendiri.”

Foto Ai hanya ilustrasi

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Serangkai Puisi Alkhair Aljohore

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00