POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Setiap Aktivitas Ibadah

Don ZakiyamaniOleh Don Zakiyamani
October 31, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzāriyāt [51]: 56)

Terjemahan ayat di atas termasuk ayat yang sering dibacakan oleh para penceramah. Ayat ini memiliki makna yang sangat mendalam. Misalnya, Al-Qurthubi menafsirkan ayat ini sebagai, “Allah menjadikan ibadah sebagai tujuan akhir penciptaan, karena ibadah adalah bentuk pengakuan atas keesaan Allah (tauhid).” Beliau juga menambahkan bahwa “sebagian makhluk tidak beribadah, bukan karena Allah mengingkari firman-Nya, melainkan karena mereka tidak memenuhi tujuan yang seharusnya.”

Sementara itu, Syaikh As-Sa‘di dalam tafsirnya, Tafsir As-Sa‘di, menjelaskan, “Ibadah mencakup segala perbuatan yang dicintai dan diridai Allah, baik ucapan maupun perbuatan, yang lahir maupun batin.” Dengan demikian, meski tidur, berjalan, makan, menulis, maupun kegiatan lainnya memiliki dimensi ibadah selama diniatkan untuk ibadah. Itulah mengapa Islam membekali doa untuk setiap aktivitas yang akan dan telah dilakukan.

Jika suatu kegiatan tidak benar, Islam tidak memberikan petunjuk doa untuknya. Misalnya membunuh manusia yang tidak bersalah, berjudi, ber-khalwat, dan lain-lain. Ini berarti sangat mudah menentukan benar dan salah dalam Islam. Meski demikian, masih banyak umat Islam yang belum menyadarinya, padahal sejak lahir mereka telah melakukan berbagai ritual yang disyariatkan.

Menjadi wajar bila kemudian umat Islam masih melakukan kesalahan, ingkar nikmat, dan melupakan kewajiban di saat yang sama. Cerita itu dianggap biasa saja. Kita kerap menganggap hal itu sepele, padahal keingkaran itu berakibat pada peradaban. Kok bisa?

Perilaku korupsi merupakan contoh nyata. Islam hanya sebatas agama yang dianut, tidak menjadi pedoman dalam menjalani aktivitas dunia. Sehingga aktivitas-aktivitas itu tidak bermakna ibadah. Misalnya, seseorang menjadi kaya bukan karena ingin menjadi pelaku zakat, tetapi demi validasi sosial di mata masyarakat. Padahal tidak semua orang memiliki peluang itu.

📚 Artikel Terkait

Gagasan dan Gerakan: HUT ke-12 Ikatan Guru Indonesia

Perjalanan

Kacabdin Bireun Bersama Kajari Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum, Ini Juaranya

Untaian Puisi Ayumi

Contoh lainnya, ketika ilmu yang dimiliki bukan menambah keimanan kepada Yang Maha Kuasa dan tidak dibagikan kepada orang lain. Ilmu justru dijadikan alasan untuk sombong, merasa lebih pintar, lebih cerdas dari orang lain. Padahal ilmu yang bermanfaat seharusnya menumbuhkan kerendahan hati.

Jika kita kembali ke ayat di atas, semua aktivitas yang benar haruslah bermakna ibadah. Misalnya, menjadi pejabat berarti ia harus amanah agar bernilai ibadah. Dengan demikian, ia tidak akan melakukan kecurangan, korupsi, atau merugikan daerah maupun negara.

Nah, di era digitalisasi ini kita dapat memanfaatkan teknologi untuk bernilai ibadah. Misalnya, saat menggunakan media sosial, kita dapat berbagi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Seorang senior saya biasa mengajarkan kemampuan berbahasa Inggris; ada juga yang berbagi pengetahuan tentang kopi, dan masih banyak lainnya. Dengan niat ibadah, membagikan ilmu melalui media sosial memiliki nilai dan makna tersendiri.

Bukan hanya agar penggunaan media sosial tidak sia-sia, tetapi juga agar keberadaan kita sebagai ciptaan Allah Azza Wa Jalla tidak sia-sia. Rumus sederhana ini memberi pola siapa kita sejatinya: manusia yang menjadikan setiap aktivitas sebagai ibadah. Bila selama ini kita lalai, maka selama masih bernyawa kita masih dapat mengubahnya. Jadikan setiap aktivitas sebagai ibadah.

Jangan malah sebaliknya—ibadah menjadi maksiat. Misalnya salat agar dianggap saleh, bersedekah atau berinfak agar dianggap dermawan, atau bagi yang memiliki ilmu, senang mempermainkan orang yang belum tahu. Katakanlah seorang guru yang mengajarkan ilmu, bukannya menambah pengetahuan siswanya, namun justru sebaliknya. Atau ketika gelar guru besar dijadikan dalih untuk membodohi publik dengan menutupi kebenaran.

Jadi, apa pun aktivitasnya, hendaklah berdimensi ibadah. Jika tidak, semua akan sia-sia belaka.Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Don Zakiyamani

Don Zakiyamani

Penikmat kopi tanpa gula

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

📢 𝐔𝐏𝐃𝐀𝐓𝐄 𝐓𝐄𝐑𝐁𝐀𝐑𝐔 𝐋𝐎𝐌𝐁𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐔𝐋𝐈𝐒 𝐄𝐒𝐀𝐈 𝐍𝐀𝐒𝐈𝐎𝐍𝐀𝐋 𝟐𝟎𝟐𝟓 📢𝐅𝐎𝐑𝐔𝐌 𝐊𝐑𝐄𝐀𝐓𝐎𝐑 𝐄𝐑𝐀 𝐀𝐈 (𝐊𝐄𝐀𝐈)

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00