POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Strategi Pembelajaran Kunci Utama Mewujudkan Karakter Murid yang Kokoh

RedaksiOleh Redaksi
October 5, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Hariya Haldin, S.Pd., M.Pd.

Dalam hiruk pikuk isu pendidikan, kerapkali terjadi perdebatan mengenai prioritas, apakah kita harus mengejar capaian nilai akademik setinggi langit atau fokus pada penanaman karakter. Jawaban mutakhirnya yaitu keduanya tak terpisahkan. Kunci untuk menyatukan dua tujuan mulia ini terletak pada satu hal yang kerap terlewatkan pada strategi pembelajaran.

Strategi pembelajaran bukanlah sekadar daftar metode yang digunakan guru di ruangan. Ia adalah peta jalan holistik yang dirancang untuk membentuk tidak hanya apa yang diketahui murid (kognitif), namun juga siapa diri mereka (karakter).

Mengapa Metode ‘Ceramah’ Gagal Membentuk Karakter?

Bayangkan sebuah kelas yang didominasi oleh ceramah dan ujian pilihan ganda. Strategi ini mungkin efektif untuk mengukur daya ingat, tetapi secara efektif, ia menumbuhkan karakter pasif. Murid terbiasa menerima, bukan mencari. Mereka belajar untuk bersaing secara individu, bukan berkolaborasi.

Karakter seperti integritas, empati, dan resiliensi tidak dapat dihafal; mereka harus dialami. Inilah mengapa kita harus beralih dari strategi yang fokus pada input (transfer informasi) ke strategi yang fokus pada proses (pengalaman belajar).

Tiga Strategi Pembelajaran yang Membangun Karakter

Strategi-strategi pembelajaran yang berpusat pada keterlibatan aktif murid , secara inheren menuntut mereka untuk menggunakan dan mengembangkan sifat-sifat karakter positif.

1. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning / PBL)

📚 Artikel Terkait

Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Guru

Ibu Cerdas di Era Digital – Ulasan Artikel

PBL mewajibkan murid  bekerja dalam kelompok jangka panjang untuk memecahkan masalah dunia nyata. Strategi ini sangat efektif dalam menanamkan Kolaborasi dan Toleransi dimana mereka secara tidak sadar untuk berkolaborasi, bernegosiasi, mendengarkan, dan mengelola konflik tim. 

Selain itu, dimana setiap anggota harus bertanggung jawab atas bagiannya untuk memastikan keberhasilan proyek kelompok. Bukan hanya itu, jika proyek mengalami kegagalan awal, memaksa murid  untuk bangkit, merevisi, dan mencoba lagi. Proses ini adalah esensi dari ketekunan (grit).

2. Diskusi Sokratik dan Debate

Strategi diskusi yang mendalam, di mana guru bertindak sebagai fasilitator yang mengajukan pertanyaan provokatif, bukan pemberi jawaban, melatih dua pilar karakter intelektual yaitu berpikir Kritis di mana murid belajar mempertanyakan asumsi, bukan hanya menerima fakta. 

Berikutnya, Keberanian Intelektual mendorong mereka untuk menyuarakan pendapat dan mempertahankannya dengan argumen yang logis, bahkan ketika pendapat itu tidak populer.

3. Pembelajaran Layanan (Service Learning)

Strategi ini mengintegrasikan pengajaran akademik dengan pelayanan masyarakat. Ketika murid  menggunakan kemampuan Matematika mereka untuk menghitung anggaran donasi atau Bahasa Indonesia untuk membuat kampanye kesadaran lingkungan, mereka belajar empati dan kepedulian sosial. 

Mereka melihat dampak langsung dari pembelajaran mereka terhadap komunitas, menumbuhkan rasa peduli yang mendalam. Selanjutnya mereka menjadi agen perubahan, tidak lagi hanya menjadi penerima pengetahuan.

Peran Guru sebagai Arsitek Karakter

Kesuksesan strategi pembelajaran tidak hanya bergantung pada pemilihan metodenya, tetapi juga pada konsistensi guru dalam melaksanakannya. Guru adalah coach dan fasilitator yang merancang pengalaman belajar di mana nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, dan rasa hormat menjadi bahasa sehari-hari di kelas.

Ketika strategi pembelajaran diatur sedemikian rupa, sehingga murid harus bekerja sama untuk sukses, berani menghadapi tantangan, dan merefleksikan tindakan mereka. Pembentukan karakter tidak lagi menjadi kurikulum terpisah, melainkan hasil secara sadar dari sebuah proses belajar yang bermakna. 

Dengan demikian, investasi kita pada strategi pembelajaran yang tepat adalah investasi langsung pada masa depan karakter generasi penerus bangsa.

Apakah strategi pembelajaran di sekolah Anda sudah selaras dengan tujuan pembentukan karakter? Refleksikan peran Anda hari ini.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Implementasi Penuh Sistem SAKTI, Akankah Menjadi Lebih Baik?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00