POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Memaknai Kata Anjing dalam Pidato Prabowo di PBB

RedaksiOleh Redaksi
September 25, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Masih ramai soal kehebatan pidato Prabowo di Sidang Umum PBB. Satu hal yang bikin ramai lagi, ia mengucapkan kata “anjing” Sontak bagian ini ramai di-capture orang. Mari simak narasinya sambil seruput kopi tanpa gula, wak! Kebetulan Pontianak lagi hujan sekarang.

Sidang Umum PBB tahun ini resmi pecah telor. Bukan karena resolusi Palestina disahkan, bukan karena Amerika tiba-tiba sadar diri, tapi karena satu kata sakti yang meledak di mikrofon, anjing.

Presiden Prabowo Subianto, dengan gaya khas jenderal senior yang entah habis minum jamu pahit atau kopi tubruk, mendadak bikin dunia terdiam lalu tercengang:

“Negara saya memahami penderitaan ini. Selama berabad-abad, rakyat Indonesia hidup di bawah dominasi kolonial, penindasan, dan perbudakan. Kami diperlakukan lebih buruk dari pada anjing di tanah air kami sendiri. Kami orang Indonesia tahu apa artinya ditolak keadilan, tahu bagaimana hidup dalam apartheid, hidup dalam kemiskinan, dan ditolak kesempatan yang sama. Kami juga tahu apa yang dapat dilakukan solidaritas. Dalam perjuangan kami untuk kemerdekaan, dalam perjuangan kami untuk mengatasi kelaparan, penyakit, dan kemiskinan, Perserikatan Bangsa-Bangsa berdiri bersama Indonesia dan memberikan bantuan penting.”

Boom! Tepuk tangan. Para diplomat kaget, sebagian mangap, sebagian nyari Google Translate: worse than dog? serius nih?

Bayangkan betapa paniknya para penerjemah simultan. Di ruang kaca mereka langsung debat eksistensial, “Bro, translate anjing jadi dog atau hound? Atau lebih puitis, creature of loyalty but despised?” Tapi keburu terlambat, dunia sudah keburu heboh.

Itulah momen ketika filsafat anjing resmi naik level jadi filsafat internasional. Selama ini kita kenal pepatah “anjing menggonggong kafilah berlalu”. Tapi Prabowo memodifikasi jadi, “anjing menggonggong, kolonialis tertegun, dunia pun tepuk tangan.”

Mari kita analisis sedikit dengan gaya warung kopi. Kenapa anjing? Kenapa bukan kambing, ayam, atau bebek? Jawabannya sederhana, kalau kambing, orang bule mikirnya barbecue. Kalau ayam, mereka kira ini kampanye KFC. Kalau bebek, takutnya dikira promosi Duck Dynasty. Tapi anjing? Nah, itu universal. Semua orang ngerti. Dari pedalaman Papua sampai pedalaman Texas, kata dog punya power.

📚 Artikel Terkait

Mantan

Manggamat Di Ambang Kehancuran Akibat Tambang

Mengupas Kurikulum SMK 2025: Makin Banyak dan Padat

Ancaman Sistemik Indonesia

Prabowo tahu betul, diplomasi global itu butuh shock therapy. Dari pada pidato sampai 54 menit yang bikin ngantuk, lebih baik satu kata bikin geger. Ternyata berhasil. Media sosial meledak. Ada yang bangga, “Presiden kita tegas, bro!” Ada yang ngakak, “Baru kali ini anjing naik panggung PBB!” Bahkan aktivis pecinta hewan pun ikutan, “Terima kasih Pak Prabowo, akhirnya martabat kami diakui.”

Kalau dipikir-pikir, ini satire tingkat dewa. Dulu bangsa kita disiksa kolonialis sampai lebih hina dari anjing. Sekarang? Presidennya berdiri di panggung dunia, pakai jas rapi, dengan santai bilang “anjing” di depan sekian kepala negara. Dari makhluk yang jadi bahan ejekan, anjing resmi berubah jadi simbol perlawanan.

Kita harus akui, ini bukan sekadar pidato. Ini stand-up comedy internasional yang terselubung. Bedanya, penontonnya para presiden dan perdana menteri, bukan jomblo di kafe malam minggu. Kalau ada juri, pasti langsung golden buzzer.

Jangan lupa, di balik kata itu ada pesan serius, solidaritas global. Prabowo bukan sekadar nostalgia kolonial, tapi mengaitkannya dengan Palestina. Artinya, gonggongan ini bukan asal ribut, tapi panggilan moral, jangan ulangi sejarah, jangan perlakukan manusia lebih hina dari anjing.

Mari kita beri penghormatan. Karena hanya satu orang yang bisa bikin dunia terdiam, ketawa, mikir, sekaligus tepuk tangan pakai satu kata. Namanya bukan Shakespeare, bukan Socrates, bukan stand-up komedian Netflix. Namanya, Prabowo Subianto.

Hari itu, anjing resmi masuk sejarah PBB. Tepuk tangan meriah, bukan cuma untuk pidatonya, tapi juga untuk gonggongan retorika yang mengguncang dunia.

Foto Ai, hanya ilustrasi.

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share7SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

HABA Si PATok

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00