POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Super Absurd, Masa’ Wakil Bupati Laporkan Bupati Jember ke KPK

RedaksiOleh Redaksi
September 23, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Saat baca beritanya, kopi yang sedang saya minum nyaris muncrat. Kok, iso wakil bupati laporkan bupatinya ke KPK. Parah benar ni Jember, wak! Mari kita lindas, eh salah, kupas fenomena super absrud ini sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Jember kembali trending. Bukan karena kopi Ijen yang bikin melek atau tumpeng pecel pitik yang bikin kenyang, tapi karena duet maut pemimpin daerahnya berubah jadi duet maut rebutan panggung. Muhammad Fawait, sang Bupati, dan Djoko Susanto, sang Wakil Bupati, kini resmi membuka season baru, “Lapor Melapor ke KPK.” Rakyat? Tinggal nonton sambil ngemil rengginang.

Awalnya manis, lho. Tahun 2024, mereka diusung 15 partai. Iya, 15! Dari Gerindra, PKB, PKS, Golkar, PPP, PAN, NasDem, sampai PSI, Gelora, Garuda, PKN, Buruh, PBB, pokoknya kayak pesta kawinan gede, semua partai datang bawa kado. Harapan rakyat, ini pasangan sakti, kompak kayak Upin-Ipin. Nyatanya? Malah jadi Nobita sama Giant rebutan Doraemon.

Sampai akhirnya, Wakil Bupati Djoko meledak. Ia lapor ke KPK dengan daftar “kejanggalan” yang bikin rakyat geleng-geleng. Katanya, APBD disusun tanpa transparansi. Lalu, muncul tim misterius bernama TP3D, kedengarannya kayak grup boyband gagal audisi K-Pop, tapi ternyata tim “pengarah pembangunan” yang dituding nggak ada dasar hukum. Belum cukup, mobil dinas dipakai orang yang nggak jelas, kayak main sewa Tayo gratis. Puncaknya, koordinasi antar-OPD mandek, kayak motor mogok di tanjakan.

KPK yang biasanya nangani korupsi kelas kakap, sekarang kedapetan laporan ala drama rumah tangga pejabat. Mereka sampai bilang, “Iya, laporan sudah kami terima. Akan kami tindak lanjuti lewat fungsi supervisi.” Artinya apa? Ya artinya KPK sekarang bukan cuma jadi pemburu koruptor, tapi juga jadi konselor pernikahan politik yang retak. Bayangkan, cak! Penyidik KPK yang biasa bongkar kasus suap triliunan, sekarang harus dengar curhat, “Mas, saya nggak diajak rapat, mas.”

Rakyat Jember? Sudah jelas yang paling kasihan. Mereka memilih dengan penuh harapan, rela berpanas-panas di TPS, bahkan ribut sama tetangga gara-gara beda pilihan. Harapannya jelas, pupuk murah, jalan mulus, sekolah gampang. Eh, yang didapat malah tontonan drama politik kelas Dilan 1990, “Jangan rindu, berat. Lebih berat liat bupati dan wakil bupati nggak akur.”

📚 Artikel Terkait

Perempuan dalam Buaian Pinjol

Pararaton Bertopeng

Evakuasi atau Eksodus Gaza? Prabowo di antara Modus Ekonomi dan Jebakan Geopolitik

Anak Negeri Tak Kenal Negerinya – Ulasan

Secara filsafat, ini tragedi Yunani. Dulu rakyat kasih amanah, sekarang amanah itu berubah jadi rebutan spotlight. Plato bilang pemimpin ideal adalah yang nggak haus kekuasaan. Tapi di Jember, kayaknya Plato kudu update status, “Pemimpin ideal adalah yang nggak saling lapor ke KPK.” Kalau ini diterjemahkan ke bahasa warung kopi, “Woi, kami pilih kalian untuk kerja, bukan buat berantem kayak bocah rebutan layangan sobek!”

Pertanyaannya sekarang, siapa yang sebenarnya kerja? Kalau bupati sibuk jaga wibawa, wakil sibuk nyusun berkas laporan, lalu siapa yang mikirin rakyat? Jangan-jangan, yang paling rajin kerja malah KPK yang bukan orang Jember. Ironis, cak!

Moral ceritanya, rakyat selalu jadi korban tontonan. Mereka bayar pajak, tapi yang mereka dapat bukan pembangunan, melainkan sinetron politik Bupati vs Wakil: Duel di KPK. Episode berikutnya? Entah. Mungkin nanti ada spin-off, “Demo Warga: Dari Sawah ke Balai Kota.”

So, kalau rakyat Jember sekarang sering bilang, “Aduh, kasian sampeyan nih,” itu wajar. Karena mereka bukan cuma kehilangan pelayanan, tapi juga kehilangan harapan. Dari pesta demokrasi yang penuh janji, berubah jadi pesta pora politik penuh intrik.

Lalu, kita? Ya siapin aja kopi tanpa gula, wak. Soalnya drama ini kayaknya masih panjang. Bisa jadi 15 musim, sesuai jumlah partai yang dulu ngusung mereka.

Foto Ai, hanya ilustrasi.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Tak Ada Tuhan Dalam Pidato di PBB

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00