• Latest

Super Absurd, Masa’ Wakil Bupati Laporkan Bupati Jember ke KPK

September 23, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Super Absurd, Masa’ Wakil Bupati Laporkan Bupati Jember ke KPK

Redaksiby Redaksi
September 23, 2025
Reading Time: 3 mins read
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Saat baca beritanya, kopi yang sedang saya minum nyaris muncrat. Kok, iso wakil bupati laporkan bupatinya ke KPK. Parah benar ni Jember, wak! Mari kita lindas, eh salah, kupas fenomena super absrud ini sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Jember kembali trending. Bukan karena kopi Ijen yang bikin melek atau tumpeng pecel pitik yang bikin kenyang, tapi karena duet maut pemimpin daerahnya berubah jadi duet maut rebutan panggung. Muhammad Fawait, sang Bupati, dan Djoko Susanto, sang Wakil Bupati, kini resmi membuka season baru, “Lapor Melapor ke KPK.” Rakyat? Tinggal nonton sambil ngemil rengginang.

Awalnya manis, lho. Tahun 2024, mereka diusung 15 partai. Iya, 15! Dari Gerindra, PKB, PKS, Golkar, PPP, PAN, NasDem, sampai PSI, Gelora, Garuda, PKN, Buruh, PBB, pokoknya kayak pesta kawinan gede, semua partai datang bawa kado. Harapan rakyat, ini pasangan sakti, kompak kayak Upin-Ipin. Nyatanya? Malah jadi Nobita sama Giant rebutan Doraemon.

Sampai akhirnya, Wakil Bupati Djoko meledak. Ia lapor ke KPK dengan daftar “kejanggalan” yang bikin rakyat geleng-geleng. Katanya, APBD disusun tanpa transparansi. Lalu, muncul tim misterius bernama TP3D, kedengarannya kayak grup boyband gagal audisi K-Pop, tapi ternyata tim “pengarah pembangunan” yang dituding nggak ada dasar hukum. Belum cukup, mobil dinas dipakai orang yang nggak jelas, kayak main sewa Tayo gratis. Puncaknya, koordinasi antar-OPD mandek, kayak motor mogok di tanjakan.

KPK yang biasanya nangani korupsi kelas kakap, sekarang kedapetan laporan ala drama rumah tangga pejabat. Mereka sampai bilang, “Iya, laporan sudah kami terima. Akan kami tindak lanjuti lewat fungsi supervisi.” Artinya apa? Ya artinya KPK sekarang bukan cuma jadi pemburu koruptor, tapi juga jadi konselor pernikahan politik yang retak. Bayangkan, cak! Penyidik KPK yang biasa bongkar kasus suap triliunan, sekarang harus dengar curhat, “Mas, saya nggak diajak rapat, mas.”

Rakyat Jember? Sudah jelas yang paling kasihan. Mereka memilih dengan penuh harapan, rela berpanas-panas di TPS, bahkan ribut sama tetangga gara-gara beda pilihan. Harapannya jelas, pupuk murah, jalan mulus, sekolah gampang. Eh, yang didapat malah tontonan drama politik kelas Dilan 1990, “Jangan rindu, berat. Lebih berat liat bupati dan wakil bupati nggak akur.”

Secara filsafat, ini tragedi Yunani. Dulu rakyat kasih amanah, sekarang amanah itu berubah jadi rebutan spotlight. Plato bilang pemimpin ideal adalah yang nggak haus kekuasaan. Tapi di Jember, kayaknya Plato kudu update status, “Pemimpin ideal adalah yang nggak saling lapor ke KPK.” Kalau ini diterjemahkan ke bahasa warung kopi, “Woi, kami pilih kalian untuk kerja, bukan buat berantem kayak bocah rebutan layangan sobek!”

Pertanyaannya sekarang, siapa yang sebenarnya kerja? Kalau bupati sibuk jaga wibawa, wakil sibuk nyusun berkas laporan, lalu siapa yang mikirin rakyat? Jangan-jangan, yang paling rajin kerja malah KPK yang bukan orang Jember. Ironis, cak!

Moral ceritanya, rakyat selalu jadi korban tontonan. Mereka bayar pajak, tapi yang mereka dapat bukan pembangunan, melainkan sinetron politik Bupati vs Wakil: Duel di KPK. Episode berikutnya? Entah. Mungkin nanti ada spin-off, “Demo Warga: Dari Sawah ke Balai Kota.”

So, kalau rakyat Jember sekarang sering bilang, “Aduh, kasian sampeyan nih,” itu wajar. Karena mereka bukan cuma kehilangan pelayanan, tapi juga kehilangan harapan. Dari pesta demokrasi yang penuh janji, berubah jadi pesta pora politik penuh intrik.

Lalu, kita? Ya siapin aja kopi tanpa gula, wak. Soalnya drama ini kayaknya masih panjang. Bisa jadi 15 musim, sesuai jumlah partai yang dulu ngusung mereka.

Foto Ai, hanya ilustrasi.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 335x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 253x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 190x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Tak Ada Tuhan Dalam Pidato di PBB

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com